Its NOT Me

Zaman Sudah Now “Wakil Rakyat “ Terpilih 5 Tahun, Lalu Tak Kunjung Datang

oleh arpan

24 August 2018

Politik adalah seni yang tidak pasti, menarik tapi juga menyebalkan. Menariknya saat kampanye, apalagi kalau sudah bicara derita rakyat miskin. Tapi kalau sudah terpilih pelan-pelan mulai menyebalkan, sakin sebel rasanya pengen gigit kuping tikus tetangga. Memang kecewa saat pemimpin yang kita puja dan pilih tiba-tiba dalam tanggungjawabnya sebagai wakil rakyat jutru hanya bisa bicara tapi tak beri jawaban, tentu sebagai pemilih akan kecewa berat. Apa karena yang berat-berat memang sudah bagian dari rakyat, sedang yang ringan-ringan di spesialkan untuk “Dewan yang terhormat”. Seperti itu jugalah yang di rasakan warga mootilango, Gorontalo.

Dia adalah Ka Pulu, begitulah nama kece dari salah satu warga setempat, saat di wawancarai wartawan sajaddahlive…dirinya mengakui bahwa sudah lama menantikan ada wakil rakyat yang datang di desa mereka dan sangat mengharapkan kedatangan wakil rakyat kepercayaan mereka di tahun-tahun lampau, tapi yang datang justru Saras 008, eh bukan…tapi wakil rakyat lainnya. Dan dia adalah Wakil ketua DPRD Prov Ibu Hj Cony Gobel. Semoga ini bukan bagian dari mukjizat, karena jika kedatangan Ibu Hj Cony Gobel adalah mukjizat, sepertinya tidak perlu lagi ada wakil rakyat di negara ini. Mending wakilin diri sendiri dan keluarga saja, insyaallah lebih bermanfaat!

Kedatangan Hj. Cony Gobel di sambut baik oleh masyarakat mootilango, andai wakil rakyat yang mereka harapkan datang tentu akan di sambut dengan baik juga. Kurang baik apalagi masyarakat zaman now, meskipun bertahun-tahun tidak mendapat kunjungan tetap saja sambutan baik sebagai balsannya. Bersyukurlah bahwa masyarakat di Indonesia masih menjunjung tinggi sopan santun, kalau tidak….pacul melayang, mungkin!

Rasa syukur terucap dari bibir penuh harap salah satu masyarakat, karena banyak masalah yang ingin di sampaikan, tapi bertahun-tahun tidak terlampiaskan. Bayangin kalau kamu anak kosan jomblo sebatang kara, bingung mau lampiaskan kemana hasrat cinta terpendam bertahun-tahun, bingung mau nembak siapa. Mau nembak sapi, eh sapinya keduluan jadi qurban. Kalau di buat film kisah penantian masyarakat di mootilango ini, drama korea lewat, saking dramatisnya. Kedatangan ibu Cony Gobel di desa tersebut benar-benar menolong, akhirnya keluh kesah masyarakat tentang persoalan pengurusan kartu BPJS bisa tersampaikan, semoga segera di tindak lanjuti.

Karna banyaknya masalah di desa mootilango, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo Hj cony gobel melakukan kegiatan reses di tempat tersebut, usai sambutan kegiatan dan perkenalan oleh beberapa SKPD lain juga tokoh masyarakat. Hj cony gobel membuka pengajuan aspirasi apa saja dari masyarakat yang hadir baik desa mootilango atau labanu. Beberapa aspirasi yang di terima yakni, masalah kartu BPJS, kemudian persoalan lapangan bola kaki yang berbentuk perahu, Bantuan pangan non tunai daera(BPNTD-P). Dengan berbagai aspirasi tersebut, Hj Cony Gobel pun mengambil alih pengurusan kartu BPJS, bahkan langsung membentuk team internal untuk memvalidasi data masyarakat yang kurang mampu.

Ricky Mantulangi/Sajaddahlive

arpan