itsme.id– Kalau suatu hari kamu jadi orang yang sangat perfeksionis, jangan lupa untuk tetap berusaha menjaga perasaan orang-orang di sekeliling kamu. Perfeksionis sangat bagus tapi akan jadi tidak baik kalau kamu malah menuntut banyak hal sama orang-orang di sekeliling kamu, jatuhnya tidak  baik kalau kamu malah nyusahin orang lain. Apalagi kalau keperfeksionisan kamu malah bikin kamu sering marah-marah sama orang lain. Kalau  sekarang ada orang yang perfeksionis  dan sering bersikap seperti itu, banyak banyak istigfar supaya emosi tetap padam. Kalau kemungkinan buat ditegur, maka tegur. Kalau tidak , coba sampaikan melalui orang terdekatnya. Kalau masih tidak, serahin sama Allah. Doain saja semoga nanti dia sadar bahwa ada yang perlu di perbaiki dari sikapnya.

Silahkan tentukan standart hidup seperti apa, hanya jangan lupa introfeksi diri. Apa lagi sampai membuat kesan melapauhi batas, dan membuat orang lain tidak nyaman. Berpikir benar, padahal bisa jadi memang ada yang perlu  dibenahi dari pribadi sendiri. Terkadang kita merasa bahwa perfeksionis adalah sebuah kekuatan yang sempurna karena kita ingin selalu menyuguhkan yang perfek, teteapi justri hal semacam itu menjadi kelemahan terbesar. Sebab kesempurnaan suatu perkerjaan adalah relatif, dan dalam pekerjaan tersebut atau dalam hal apapun selalu ada ketidak sempurnaan, dan tidak semua orang mehami apa yang kita inginkan dan tidak semua orang bisa dengan standar kesempurnaan yang kita mengerti. Karena alsan inilah terkadan orang yang gaya perfeksionis ini kadang membuat orang tersebut kurang di sukai orang.

Menjadi perfeksionis sah-sah aja, bagi beberapa orang itu adalah kemajuan luar biasa. Kebiasaan perfeksionis adalah melihat hal-hal kecil, mereka bisa mengahbiskan waktu untuk hal-hal kecil, karena selalu mencari sesuatu yang orang lain tidak perhatikan. Tanpa mereka sadari justru melewati hal-hal yang lebih penting untuk sesuatu yang kecil. Karena terlalu serius dengan hal-hal kecil dan kadang tidak selesai dalam satu hari, membutuhkan waktu yang berhari-hari. Dan saat kelelahan mau tidak pekerjaan akan tertunda, lelah otak dan pikiran dengan hal paling detail. Mereka yang memiki standar yang tinggi karena perfeksionis mudah stres dan emosi tidak stabil, apalagi saat melakukan pekerjaan dan tenryata tidak sesuai keinginan maka emosi mereka akan naik, bagi yang tidak bisa mengendalikan diri makan bisa berdampak buruk. Emosi akibat hasil tidak sesuai harapan bisa berimbas kepada orang-sekitar, seperti karyawan bahkan orang-orang terdekat mereka.

Tidak melulu orang perfeksionis itu menyebalkan dan merugikan, perfeksionis tidak baik jika di jalani dengan berlebihan, tidak memiliki komunikasi yang baik dan tidak bisa menghargai usaha oran lain. Perfeksionis juga sangat baik untuk proses kerja yang efesien, mereka melakukan pekerjaan dengan teratur juga pribadi teratur. Dalam beberapa kasus bos lebih senang dengan orang-orang perfeksionis karena mereka memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Tetapi itu tidak menjadmin bahwa usaha yang mereka kerjakan terhindar dari kesia-siaan.  Kerena kualitas yang tinggi, mereka akan selalu menciptakan kesan sebagai yang paling unggul dari yang lainnya. Dan menjadi paling meninjol sehingga sesuatu yang menunjang dengan karir mereka terjamin, kemudian peluang lebih sukses terbuka luas. Kadang kita perlu belajar menerima apa yang ada, tidak harus memaksakan keadaan.  Perlu waktu rileks, terlalu tegang juga tidak baik dan terlalu santai juga kurang baik. Jadi, pintar-pintarlah mengatur pikiran dan fisik. Kapan ia harus berkerja keras dan kapan ia harus isterahat dan bersantai bersama kerabat.  –Catatan Sederhana-tumblr/ Editor:arpn-



Latest posts by arpan (see all)