Its NOT Me

WNI Simpatisan ISIS ‘minta’ dipulangkan? Menurut Sobat?

oleh DerielHD

27 March 2019

Hmmm.. membaca sebuah artikel di berita online dengan judul yang kurang lebih sama, membuat penulis tertawa geli. Bagaimana tidak, mereka yang dulunya ikhlas menjual seluruh harta benda lalu kemudian dengan sukarela berangkat ke negeri nun jauh di sana untuk membela sesuatu yang menurut mereka benar sementara seluruh dunia memusuhinya, kini meminta pertolongan pemerintah untuk membantu mereka pulang kembali ke Indonesia.

Ini beneran? Lha, pertanyaannya, mereka sudah benar-benar insyaf atau pengen pulang hanya karena kepepet aja? Atau punya misi tertentu? Ya kalaupun mereka ingin pulang, seharusnya pake duit pribadi juga dong? Masak iya, mereka yang secara tidak langsung sudah mencoreng nama baik Indonesia di mata dunia, kini dengan mengatasnamakan WNI mereka memohon supaya dipulangkan?

Beberapa berita mengenai hal ini yang sempat penulis baca malahan sempat mengungkit kalo mereka itu sudah bukan warga negara Indonesia lagi sejak mereka memilih bergabung dengan ISIS (disini)

Berikut beberapa alasan lain yang menurut penulis perlu menjadi pertimbangan kita semua, sebelum kembali menerima mereka yang pernah menyatakan kesetiaannya terhadap oraganisasi yang melakukan tidakan terorisme..

  1. Paham Radikalisme
    Secara langsung, dengan terlibatnya mereka didalam kegiatan radikal yang dilakukan oleh organisasi ISIS di timur tengah, maka mereka sudah menjadi bagian dari organisasi tersebut. Paham radikalisme sudah masuk dan tertanam dalam pikiran mereka.
  1. Rasa nasionalisme yang hilang
    Dengan alasan membela agama mereka berangkat dan meninggalkan negara yang menjadi tempat kelahiran mereka lalu kemudian bergabung dengan ISIS. Bukti bahwa mereka sudah kehilangan rasa nasionalisme. Perlu waktu yang tidak singkat untuk kembali ‘mencuci’ otak mereka supaya bisa kembali memiliki rasa dan jiwa nasionalis yang tinggi untuk Indonesia
  1. Tidak memiliki apa-apa lagi
    Untuk berangkat ke Timur Tengah tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit, apalagi dengan mengangkut seluruh keluarga untuk berangkat kesana. Menurut beberapa sumber, mereka yang memilih bergabung dengan ISIS sudah menjual seluruh harta benda mereka untuk dijadikan ongkos dan biaya hidup selama disana. Jadi, jika, sekali lagi ‘jika’ mereka pulang, mereka akan tinggal dimana? Siapa yang akan menangung biaya hidup mereka?

Nah sobat, mungkin sobat memiliki alasan lain mengapa pemerintah Indonesia wajib atau tidak wajib memulangkan mereka. Sobat bisa memberikan alasan di kolom komentar. Akan tetapi penulis, melalui tulisan ini, hanya ingin mengingatkan kepada kita semua bahwa terlalu cinta akan sesuatu tidak bisa memberikan jaminan bahwa sesuatu itu bisa membawa kebaikan atau bermanfaat untuk diri kita sendiri. Sebelum mengambil keputusan, pikirkanlah. Jangan sampai sobat menyesal dikemudian hari. Dan satu hal lagi, jika kemudian apa yang sobat yakini memaksa sobat untuk melakukan kejahatan dengan cara menindas sesama manusia, maka ambillah waktu khusus dengan Tuhan dan teruslah mendekatkan diri kepada Tuhan kemudian bertanyalah apa yang menurut Tuhan baik untuk sobat lakukan.

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis