Its My Family

Wanita Tergeletak Dilantai Berlumuran Darah, Itu Kekasihku!

oleh DerielHD

9 February 2018

iT’s me – Jika ditanyakan kepada anda, ‘apa atau siapa yang paling berarti dalam hidup anda?’ Apakah jawaban anda? Semua orang pasti memiliki sesuatu atau seseorang yang penting dan sangat berarti dalam hidupnya. Tidak terkecuali, semua manusia memilikinya. Mungkin bagi orang lain sesuatu atau seseorang itu terlihat dan terasa biasa saja, akan tetapi bagi anda itu memiliki nilai yang tak terhingga.

Seorang pria yang sedang asyik bekerja di kantor mendapatkan pesan singkat dari kekasihnya di telepon genggamnya. ‘sayang, aku udah otw ke tempat kamu, nanti malam kita ketemuan ya..? aku kangen nih. Jam 7 ya.. Love you!’ Singkat namun padat, pria ini kemudian menjawab, ‘iya sayang..pasti! Aku jemput di stasiun ya’. Begitulah, menjalani hubungan cinta jarak jauh memaksa mereka untuk tidak selalu bertemu dan melepas rindu.

Akan tetapi karena sesuatu dan lain hal, pria ini harus bekerja lembur di kantor. Karena terlalu asik, dia melupakan janji untuk menjemput dan bertemu dengan kekasihnya. Si wanita yang sudah sangat bersemangat karena akan berjumpa dengan kekasihnya, rela menempuh perjalanan yang sangat jauh dengan hanya menggunakan angkutan umum. Setibanya di stasiun, si wanita kemudian berusaha menghubungi telepon genggam si pria, akan tetapi sudah tidak aktif. Wanita ini berpikir mungkin telepon genggam kekasihnya kehabisan baterai. Akhirnya dia memutuskan untuk mengirim pesan singkat saja..

[18:30] hi sayang, aku sudah di stasiun nih.. Aku coba hubungi kamu tapi nomormu nggak aktif.. Aku tunggu yaa.. Love you! 😉

[18:35] sayang udah dimana? Kok lama banget? ;(

[18:42] masih kerja ya sayang? Aku masih aku tunggu di stasiun yaa 🙂

Masih tetap setia menunggu, si wanita akhirnya ketiduran di bangku stasiun. Si pria yang sudah lupa akan janji untuk bertemu dengan kekasihnya masih semangat dan keasyikan dengan pekerjaannya.. Waktu akhirnya berlalu.. Dan ketika dia menghidupkan telepon genggamnya, pesan singkat dari kekasihnya langsung berdatangan..

[21:59] aduh sayang, kamu dimana? Udah hampir jam 9 nih. Aku ketiduran di stasiun..

[22:10] sayang, aku sendirian di stasiun dan ada beberapa orang pria yang terus menerus melihat ke arahku..aku takut..

[22:30] sayang, maaf ya kalo aku ganggu kesibukan kamu. Aku cuma mau untuk menghabiskan waktu bersama kamu aja, sudah lama kita tidak berjumpa, dan aku ingin membuat setiap pertemuan kita berarti. Aku merindukanmu. Besok aku harus kembali ke kampungku. Semoga kita bisa ketemu secepatnya ya. Aku tunggu kamu di stasiun.. Love you!

…dan itulah pesan singkat terakhir yang masuk. Panik dan sangat menyesal karena lupa dengan janji untuk bertemu kekasihnya dan  melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 11 malam, pria ini kemudian segera memacu mobilnya menuju stasiun untuk menjemput kekasihnya. Dalam perjalanan pria ini terus menerus menghubungi nomor telepon kekasihnya, akan tetapi sudah tidak aktif lagi. Setibanya pria ini di stasiun, stasiun tersebut begitu ramai. Ada kerumunan orang yang seolah sedang menonton sesuatu, orang-orang berlarian, petugas polisi yang terburu-buru, dan sebuah mobil ambulance.

Dari kejauhan dia mendengar sayup-sayup teriakan, ‘ada korban rampok! Ada korban rampok!’ Dan alangkah kagetnya pria ini ketika dia menerobos keramaian dan melihat sesosok wanita tergeletak dilantai dengan darah segar yang mengalir dari tubuhnya. Seolah tak percaya, wanita yang menjadi korban perampokan dan yang tergeletak itu adalah kekasihnya.. Syok, lemas, dan penuh rasa menyesal, pria ini hanya terdiam dengan air mata yang mengucur deras dipipinya.. Siapa yang menyangka hal ini bisa terjadi? Dia harus lembur dan lupa janjian bersama kekasihnya.. Siapa yang menyangka jika itu adalah kali terakhir mereka akan berkomunikasi? Semuanya sudah terlambat…

Sobat, kisah ini mungkin tidak selalu terjadi di dunia nyata. Atau mungkin ada yang berpikir bahwa ini hanyalah sebuah kisah tentang kebodohan si wanita. Mengapa dia tidak ke kantor kekasihnya saja? Akan tetapi dari kisah ini saya belajar betapa pentingnya untuk mengutamakan seseorang yang berharga dalam hidup kita.

Kita bekerja, sibuk dengan segala urusan kita sendiri, untuk apa? Untuk siapa? Apa hanya untuk supaya kita bisa mengumpulkan uang dan membeli apa yang kita mau? atau bisa jalan-jalan keliling dunia?

Kita bekerja, memeras keringat, dan begitu sibuk dengan alasan demi kepentingan bersama, akan tetapi apa artinya semua itu jika tanpa sadar kita sudah menomor duakan sesuatu atau seseorang yang lebih penting, yang sangat penting dalam hidup kita, dan akhirnya akan kehilangan saat-saat berharga kita bersama orang-orang yang kita sayangi? Merelakan sedikit waktu kita, untuk siapa saja yang sangat penting dalam hidup kita, bisa saja itu adalah hal yang paling berarti buat mereka.

Saya tidak tahu bagiamana dengan anda semua, akan tetapi bagi saya, pekerjaan akan selalu ada, kesibukan akan selalu menyita waktu, akan tetapi saya akan selalu berusaha menyediakan waktu terbaik untuk orang-orang terdekat dan orang yang disayangi. Bukan untuk hal yang hebat, kan tetapi hanya untuk terus berusaha mengucapkan selamat pagi ketika bangun dipagi hari (walaupun sering terlambat), untuk sekedar bertanya dan mengingatkan untuk tidak terlambat makan, atau untuk mengirimkan hasil perenungan singkat dipagi hari untuk saling memotivasi..

Setiap hari aku belajar, Jangan menunggu hingga semuanya terlambat untuk membuat seseorang merasa berarti. Istriku, bagiku kamu begitu berarti! Dan apapun akan saya lakukan untuk membuat kamu merasa berarti.  Tidak perduli jika aku harus mengorbankan waktu kerjaku atau waktu istirahatku untuk bicara denganmu, takkan kulewatkan satu detikpun untuk membalas pesan singkatmu, atau membiarkanmu menunggu sebelum aku mengangkat telepon darimu, karena bagiku kamu begitu berarti..

Bukan cara memberi perhatian terbaik, tetapi itu yang saya lakukan setiap hari, dan akan terus dilakukan hingga akhir waktuku.. (DerielHD)

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis