Its NOT Me

Waduh.. Saya Tertipu!!

oleh DerielHD

8 May 2018

Mau bagaimana lagi? Ibarat nasi yang telah menjadi bubur, hidup ini sudah terlanjur memilih jalan yang salah. Merasa tertipu? Iya. Tertipu oleh keegoisan diri sendiri yang tidak berpikir panjang dalam mengambil keputusan dan mengambil keputusan yang sangat penting.

Saya tertipu..
Tertipu oleh manisnya tawaran si jahat yang setiap detik, menit, dan jam, terus menggoda dengan kenikmatan sesaat, dan menawarkan keindahan dan kenikmatan dunia. Mata saya dibutakan oleh keinginan untuk hidup enak dan nyaman, hingga akhirnya mengabaikan hal yang paling berharga dalam hidup ini.

Saya tertipu..
Tertipu oleh manisnya sandiwara pejabat-pejabat elit yang menawarkan solusi instan dalam setiap permasalahan. Mereka membuat semuanya seperti memiliki solusi yang sangat gampang untuk menyelesaikan setiap masalah hidup ini. Dengan pilihan itu, akhirnya saya menjatuhkan pilihan kepada mereka, yang hanya karena nafsu birahi politiknya untuk berkuasa, rela melakukan apa saja dan mengorbankan siapa saja. Akhirnya semua masih sama saja, bahkan lebih buruk dari yang sebelumnya.

Saya tertipu..
Tertipu oleh para tikus berdasi yang menyamar bak foto model yang cantik jelita yang bisa memikat hati siapa saja yang melihatnya. wajah cantik, senyuman manis, dan moleknya tubuh wanita yang lewat. Membuat mata hati ini buta sehingga tidak mendengarkan suara hati nurani yang berkata tidak atas kenikmatan mata yang sesaat itu.

Saya tertipu..
Tertipu dengan sebungkus kenikmatan nasi, rending, dan pucuk ubi rebus yang dibagikan ketika itu. Dari pagi saya keluar rumah, meninggalkan anak dan istri dengan alasan untuk berangkat kerja, namun akhirnya ikut dalam keramaian singa putih yang mengatas namakan demokrasi. Dimanfaatkan, itulah akibat dari bodohnya hati dan pikiran ini yang tergoda oleh sebungkus nasi yang hanya mengenyangkan selama beberapa jam saja. Saya hanya bisa duduk terdiam, pada akhirnya, membayangkan wajah anak dan istri yang kelaparan dirumah.

Saya tertipu..
Tertipu oleh kecanggihan teknologi jaman now yang begitu maju. Tertipu dan terjebak dalam sebuah dunia dimana kehidupan sosial di kehidupan nyata seolah tidak pernah ada. Manusia bisa saling mengejek dan menjelek-jelekkan dengan seenaknya, bahkan menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya.

Ah, saya ini hanyalah korban. Korban dari kecerdikan oknum yang pintar melihat peluang, dan pintar dalam mengambil keuntungan dari berbagai macam hal yang ada, entah itu hal positif ataukah hal negatif. Kita ini hanyalah korban dari kebodohan kita sendiri, dimana kebutuhan hidup selalu bisa mempengaruhi tingkat kecerdasan dan nalar berpikir kita. Lihat saja, berapa banyak orang yang hanya karena ‘katanya’ penistaan kemudian rela meninggalkan anak, istri, pekerjaan rumah tangga, dan pekerjaan kantornya yang nyaman? Bagaimana hanya karena bangga dengan salah satu tagar kemudian berakibat pemecatan? Benar sobat, kita adalah korban kebodohan diri kita sendiri.

Jangan salahkan orang lain, apaagi penguasa yang ada saat ini. Jika kita cukup pintar, maka kita bisa memilah mana hal yang baik dan yang tidak baik untuk dilakukan. Bukankah ketika manusia jatuh kedalam dosa di taman firdaus sudah ada yang namanya pengetahuan akan yang baik dan yang jahat? Kurang apa lagi?

Sekali lagi, saya, kita semua tertipu..
Tertipu oleh kenikmatan sesaat yang ditawarkan dunia hingga kita gelap mata dengan hadiah kekal yang ditawarkan oleh Sang Penguasa. Lebih jahat dari penipu uang di ATM, ataupun penipu investasi bodong berkedok keuntungan milyaran bahkan triliunan rupiah, mengatas namakan kesucian dan kebaikan, padahal hanya untuk memuaskan nafsu ingin berkuasa.

Mereka ingin berkuasa? Biarkan saja. Berapa banyak anak-anak yang harus terlantar karena loyalitas tanpa batas dari orang tuanya? Berapa banyak anak muda yang harus menjadi korban ‘keganasan’ nafsu menguasai orang-orang tertentu. Semoga saja.. semoga saja para penipu itu mendapatkan ganjaran yang setimal dengan perbuatan mereka.

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis