Its My Life

VAR? Teknologi Tuhan Lebih Menarik!

oleh DerielHD

16 July 2018

Wow! VAR, teknologi baru dalam sepakbola! Wah.. Saya adalah seorang penggila bola. Dari sejak saya berusia 4 tahun, opa saya sudah memperkenalkan saya dengan si kulit bundar. Jadilah, hingga saat ini saya gak pernah lepas dari ‘keterikatan’ akan hobi yang satu ini. Kata istri saya sih ini gak masuk akal sama sekali, soalnya dia sering melihat saya bergadang hingga larut malam hanya untuk menyaksikan klub sepakbola kebanggan akan bermain.

Yah, namanya hobi. Bahkan menurut saya (menurut saya lho yaaaa), laki-laki yang gak hobi bola itu cemen. Tapi gak masalah sih, selama hobi mereka gak jauh-jauh dari yang bernuansa manly, misalnya hiking, rafting, baseball, basketball, dan lain-lain. Yah, itu sih menurut saya, jika ada yang tidak sepakat ya mohon dimaafkan.

Oke, sepakbola, Piala Dunia 2018, apa yang menarik? Sejauh ini sih biasa aja, bahkan terkesan kurang menarik, selain karena beberapa tim besar yang tidak lolos ke putaran final di Russia, ada juga perubahan ‘fasilitas’ penunjang pertandingan yang saat ini sedang menjadi perdebatan. Apa itu? Video Assistant Referee atau yang lebih dikenal dengan singkatan VAR.

baca juga : Bertukar tanggung jawab dan rasakan bebannya

Negara yang tak lolos

Mengecewakan memang jika kita akan kembali membahas bagaimana negara-negara dengan liga sepakbola yang hebat malah tidak lolos dari fase kualifikasi dan menuju ke rusia untuk putaran final WC2018. Belanda, Italy, Wales, dan beberapa negara lain yang nyatanya beberapa pemain sepakbola mereka saat ini sedang merumput di club-club papan atas eropa.

Mulai dari factor pelatih, hingga strategi menjadi alasan mengapa tim-tim ini tidak lolos ke putaran final piala dunia. Ada yang bilang pelatihnya kurang greget lah, strateginya kurang matang lah, hingga susunan pemain yang lemah, menjadi bahan bagi para fans setianya untuk meluapkan kekecewaan mereka.

Agak kurang lengkap rasanya memang jika melihat beberapa tim yang lolos malahan bukan tim yang unggulan, tetapi sebenarnya jika mereka lolos, mereka merupakan tim terbaik di wilayah mereka.

Video Assistant Referee

Hmm, seiring perkembangan jaman, teknologi mulai diperkenalkan di pertandingan sepakbola. Awalnya sih FIFA sebagai pusat dari semua kegiatan sepakbola menambahkan satu lagi wasit dalam setiap pertandingan menjadi 4 wasit. 1 wasit utama, 2 asisten wasit, dan 1 lagi wasit yang berdiri di pinggir lapangan sebagai pembantu wasit utama. Kemudian ditambah lagi dua wasit penolong lainnya di sekitar area gawang.

Semakin kesini, FIFA kembali menambahkan sensor pada bola dan gawang untuk mempermudah mengambil keputusan apakah sudah terjadi gol atau belum.

Memang, beberapa penambahan ini membuat wasit sebagai pengadil yang selalu menjadi kambing hitam dalam setiap pertandingan memilii tugas yang lebih ringan. Akan tetapi justru membuat pertandingan sepakbola mulai kehilangan keseruannya. Apalagi dengan teknologi baru, VAR, yang mulai diterapkan disetiap pertandingan piala dunia 2018. Hingga piala dunia sudah masuk pada tahapan semi final, beberapa negara sudah ‘menikmati’ keindahan dari teknologi VAR ini.

Dalam hidup diluar sepakbola juga seperti itu. Terkadang, Tuhan sebagai ‘pengadil’ kehidupan kita menambahkan teknologi baru untuk membantu kehidupan kita menjadi lebih teratur dan disiplin. Setiap manusia berkembang dengan caranya Tuhan. Teknologi demi teknologi dirancang untuk mempermudah pekerjaan manusia, dan beberapa bahkan digunakan untuk tujuan yang salah. Yakinlah, jika Tuhan masih mempercayakan sebuah teknologi dalam hidup kita, itu bukan sekedar ‘tambahan’ tetapi itu juga bisa menjadi alat yang selalu dipakai Tuhan untuk tetap membuat kehidupan kita sejalan dengan tujuanNya.

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis