iT’s Me- Kehilangan adalah hal yang menyakitkan, hampa dan kesepian. Dan sebelum itu menimpaku, banyak hal yang membuat aku takut saat orang yang aku cintai pergi untuk selamanya. Yang aku rasakan ini tidak bisa di ungkapkan hanya dengan kata-kata kehilangan, karena dia begitu berarti bagiku. Hanya air mata yang mampu mengungkapkan perasaan duka yang aku alami dan mungkin itu pun belum cukup. Namun aku harus tetap berusaha bijak dalam menghadapinya, terutama di hadapan anak-anaku.

Sampai saat ini aku terus berjuang untuk tegar, aku sadar bahwa kesedihan dan air mata memang tidak akan mampu mengembalikan kebersamaan kami. Mengikhlaskan kepergian istri yang sangat aku cintai benar-benar hal terberat yang pernah Allah ajarkan. Sampai hari ini aku dan anak-anakku berjuang untuk mengikhlaskan cinta dan kasih sayang dari seorang istri yang begitu tulus untukku, seorang ibu yang sangat baik dan lembut kepada anak-anaknya.

Terkadang aku masih merasa ini hanyalah mimpi, saat aku bangun dari tidur tanpa dia di sampingku, barulah aku kembali sadar bahwa ini adalah kenyataan. Pagi tadi anakku yang pertama bangun, sambil memelukku ia bilang, “papa, elica masih merasa yang meninggal itu bukan mama tapi orang lain dan mama akan segera kembali bersama kita”.

Anakku yang bungsu kemarin juga bilang, saat asik menonton di ruang tamu dan kemudian menatap kelangit, dia melihat satu bintang yang sangat indah dan langsung mendoakan mamanya, setiap kali dia berdoa selalu sebut mamanya. Waktu kami makanpun dia berdoa agar mamanya makan enak di surga. Anakku yang laki-laki lebih banyak diam, tetapi aku tahu persis dia memendam duka dan kesedihannya.

Sampai hari aku menulis ini, aku masih terus berusaha menguatkan hatiku yang hancur. Tetapi aku tetap yakin bahwa kasih sayang dan kekuatan dari-Nya selalu bersama kami, pasti ada keindahan  yang Allah persiapkan pada suatu duka yang di alami hambanya. (B.E)



arpan
arpan

Latest posts by arpan (see all)