Its My Faith

ULAMA-ULAMAAN?

oleh arpan

1 August 2018

Peran ulama sebagai penyebar ilmu dan dakwah Islam barangkali tidaklah sulit dijalankan, baik melalui lembaga-lembaga pendidikan maupun berbagai media massa. Namun perannya sebagai pemantau kekuasaan ataupun sebagai mitra kekuasaan dalam rangka menentramkan dan memakmurkan kehidupan rakyat barangkali akan berhadapan dengan sejumlah tantangan, apalagi jika kekuasaan itu sendiri berada di tengah-tengah pertikaian atau konflik. Termasuk dalam tugas ini juga, penegakan amar makruf dan pencegahan terhadap yang munkar.

Dalam masyarakat kita ulama memang memiliki kharisma yang tinggi dan suaranya didengar orang banyak, khususnya yang langsung berperan aktif dengan publik. Karena itu hendaknya mencari ulama yang menentramkan jiwa bukan ulama-ulamaan yang sekedar bersuara tanpa didasari ilmu agama. Ibnu Mas’ud, Sahabat Nabi, mengatakan kepada teman-temannya :

انكم فى زمان كثير علماؤه قليل خطباؤه .و سيأتى بعده زمان قليل علماؤه كثير خطباؤه.

“Kalian berada dalam era banyak ulama, sedikit tukang pidato (penceramah). Kelak akan datang era, sesudah kalian, sedikit ulama, banyak tukang pidato (penceramah).”

Diriwayatkan bahwa Nabi SAW. bersabda: “Kalian tidak dapat menjangkau semua orang dengan harta benda kalian, tapi mereka dapat terjangkau oleh kalian dengan wajah yang cerah dan akhlak yang luhur.” (HR. Al-Bazzar dan lain-lain)

Melihat fenomena sekarang banyak orang pintar mengolah kata tapi tak seimbang dengan ilmu yang dimilikinya, predikat ustadz hanya lewat suara bukan isi yang tertanam dalam dirinya. Dari itu hendaklah mencari panutan yang benar-benar mumpuni dalam bidangnya bukan ulama dadakan perusak suasana, menjadi ulama dadakan alias ulama-ulamaan. Seperti gambar berikut adalah contoh ulama penentram jiwa, tokoh yang tidak diragukan keilmuannya, santrinya tersebar diseluruh Nusantara. Maka jadikanlah beliau yang jelas latar belakang dan keilmuannya sebagai panutan bukan pada ulama-ulamaan.

Ali Imran: 159 yang artinya, “Maka disebabkan kasih sayang Allah lah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka berpaling dari sekelilingmu.” –

from: Mansur Abadi [email protected]Anggota World allience religious peace (Warp ) international

arpan