Its NOT Me

Trotoar dibangun untuk siapa?

oleh DerielHD

8 August 2018

Trotoar dibangun untuk siapa? Entah ini sudah artikel ke berapa yang kami (red.itsme.id) tuliskan ke laman resmi kami ini. Bukan untuk kepentingan pribadi kami, akan tetapi untuk menyadarkan para pengguna kendaraan bermotor yang masih salah dalam bersikap di jalan raya.

Baru-baru ini viral mengenai seorang pejalan kaki yang prihatin dengan kondisi jalur khusus pejalan kaki yang selalu saja disalah gunakan oleh pengendara sepeda motor. Namun bukan apresiasi yang didapatkan, tetapi bogem mentah dan helm hasil amukan emak-emak yang sok benar. Aksi pria (dari suara yang terdengar di video) tersebut dilakukan seorang diri. Sempat terjadi percakapan singkat dengan ibu tersebut. Terdengar ibu pengendara sepeda motor tersebut menanyakan apakah pria ini bekerja untuk instansi pemerintah atau tidak, dan pria tersebut hanya mengatakan bahwa dirinya hanyalah pejelan kaki biasa.

baca juga : Trotoar, PKL, Pengendara motor, dan Musnahnya hak pejalan kaki

Yah permasalahan ini mungkin bukan hanya terjadi di Jakarta saja yang nyatanya memiliki lalu lintar terpadat dan mungkin dengan pengguna sepeda motor terbanyak. Akan tetapi, apapun alasannya, jalur khusus tersebut memang bukan untuk sepeda motor ya sobat.

Trotoar Bogor

Ilustrasi foto : Seorang pengendara sepeda motor yang nekat menggunakan trotoar (Google)

Menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 pasal 45, pengertian trotoar merupakan salah satu fasilitas pendukung penyelenggaraan lalu lintas. Pada pasal 131 ditulis dan diatur bahwa pejalan kaki berhak atas ketersediaan fasilitas pendukung yang berupa trotoar, tempat penyeberangan dan fasilitas lain. Bagi yang belum tahu mengenai peraturan tersebut, ada ancaman sanksi bagi pelanggar atau menggunakan trotoar sebagaimana mestinya antara lain diatur di pasal 274 ayat 2 dimana setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi kelengkapan jalan dipidana dengan penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta.

Trotoar Jakarta

Ilustrasi foto : Potret keseharian trotoar yang berlih fungsi menjadi jalur sepeda motor (google)

Lanjut pada pasal 275 ayat 1, setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, fasilitas pejalan kaki dan alat pengaman pengguna jalan, dipidana dengan kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu. Untuk yang melakukan perusakan, pada ayat 2 dapat dipidana dengan kurungan paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp 50 juta. Peraturan lain mengenai trotoar diatur pada Peratutaran Pemerintah Nomor 34 tahun 2006 tentang Jalan. Berdasarkan pasar 34 ayat 4 disebutkan, trotoar, hanya diperuntukkan bagi lalu lintas pejalan kaki. (Diktip dari Kompas.com dengan judul “Ingat Lagi, Fungsi Trotoar dan Hak Pejalan Kaki “)

baca juga : Ini Alasan Pengendara Roda Dua Nekat Melintas Di Trotoar

Nah sobat, itu dia beberapa informasi yang penting untuk kita ketahui mengenai tata-tertib dan peraturan yang mengatur dan melindungi hak pejalan kaki dalam menggunakan trotoar.

Saya harap, kita semua berharap, bahwa pejalan kaki mendapatkan tempat berjalan kaki yang sesungguhnya. Dan marilah kita menjadi pengguna jalan yang baik, yang tetap menaati peraturan-peraturan lalu lintas yang ada, untuk keselamatan kita bersama.

 

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis