Its My Life

Tidak Sepatutnya Masjid Digunakan sebagai Sarana Berpolitik, Apalagi Kampanye Partai

oleh Mr Ben

17 June 2018

Masjid merupakan tempat melakukan ibadah bagi umat muslim. Dengan demikian, masjid sengaja didirikan sebagai sarana untuk melaksanakan sholat berjamaah dan kegiatan keagamaan lain yang berkaitan dengan kemaslahatan umat muslim. Tempat suci ini benar-benar harus dijaga dari kegiatan yang memiliki mudharat.

Di Indonesia sendiri, tahun-tahun politik sudah dimulai pada tahun 2018 ini. Dimungkinkan akan berlangsung hingga tahun 2019 mendatang. Ini dikarenakan tahun 2018 masih akan dilaksanakan pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada di beberapa provinsi secara serentak. Tak menutup kemungkinan momen ini dimanfaatkan oleh partai politik menguatkan partai untuk pemilihan Presiden di tahun 2019.

Momen tersebut banyak menyeret persoalan tentang agama dengan menggunakan isu-isu agama dan simbol agama yang dianggap sebagai cara efektif, tak terkecuali menggunakan masjid. Meski dibilang sebagai cara yang mudah, membangun opini publik melalui masjid lebih rentan menimbulkan perpecahan dan fitnah sesama umat muslim, sehingga fungsi utama masjid malah semakin berkurang.

Hakikatnya selain sebagai tempat ibadah, masjid juga menjadi tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai latar belakang budaya, sosial dan politik. Akan terjadi masalah besar ketika menggunakan masjid sebagai tempat untuk berpolitik. Maka, hal tersebut dapat menimbulkan gesekan dan konflik antar masyarakat apabila memakai masjid sebagai tempat kampanye partai politik.

Mempolitisi masjid untuk tujuan tertentu, terutama sebagai sarana menyebarkan kekuasaan sangat tidak dibenarkan. Dalam Islam sendiri hal tersebut adalah hal yang diharamkan. Sebagai tempat suci umat islam, masjid harus dijauhkan dari praktek-praktek kampanye atau yang disebut politik praktis yang sering diwarnai dengan akhir yang tidak jelas dan penuh dengan intrik.

Dalam ajaran agama Islam tidak ada larangan menjadikan masjid sebagai tempat pendidikan politik, asalkan memakai etika dan menerapkan nilai yang baik sesuai anjuran agama Islam. Berpolitik di dalam masjid diperbolehkan selama menyangkut hal pendidikan, seperti mengajarkan saling menghormati sesama manusia, kasih sayang, menjaga persaudaraan serta menjaga sikap toleransi. Ini berarti hanya politik berdasarkan kemuliaan yang boleh disebarkan kepada umat, bukan politik kekuasaan. Dalam artian lain bukan dijadikan ajang untuk mempengaruhi umat Islam untuk memilih calon.

Salah satu tujuan dibangun masjid adalah sebagai alat pemersatu bangsa. Meski takmir masjid seringkali menyampaikan pesan moral mengenai politik. Hal ini memang biasa terjadi saat takmir memberi wejangan kepada para jamaah. Namun, sebaiknya tidak menyinggung pada salah satu kelompok tertentu. Kepentingan yang bersinggungan dengan politik atau masalah tertentu sebaiknya dibicarakan dalam ruang lingkup tersendiri sehingga jamaah lebih khusyuk beribadah daripada membangun opini yang salah.

Meski berasal dari latar belakang berbeda, ketika di dalam masjid semua dianggap sama. Ini karena melakukan aktivitas yang sama, seperti cara sholat dan mendengarkan ceramah bersama. Maka dari itu hal yang berbeda dan berakibat buruk sebaiknya dijauhkan, sedangkan hal yang baik terus ditanamkan pada diri untuk memperoleh hidayah-Nya.

Membawa kepentingan politik tertentu ke dalam masjid tentu sangat meresahkan umat Islam. Kondisi masjid di seluruh pelosok Indonesia harusnya bersih dan steril dari praktek-praktek politik yang bertujuan berebut kekuasaan. Fungsi masjid tidak boleh berubah hanya karena hingar bingar politik yang beredar. Jangan sampai masjid yang menjadi tempat suci umat Islam ternodai dengan kedatangan oknum tertentu. Masjid selayaknya menjadi tempat yang aman dan sebagai tempat penyejuk hati.

Mr Ben

Berawal dari mendirikan sebuah Lembaga Penyiaran Swasta, sejak saat itu visi terus berkembang | Pendiri dan CEO Fokus Media Group | cyberlabpro | itsme.id | SajaddahFM | SajaddahLive | PanuaFM | SorbanFM | Hidayah Bangsa Fondation | Penikmat Kopi Hitam |