iT’s me – Di dunia ini siapa yang benar-benar memastikan berapa lama dirinya akan hidup? Bagaikan mencari jarum ditumpukan jerami, kita semua, makhluk ciptaan Tuhan, tidak pernah mengetahui kapan kita akan berada di akhir perjalanan hidup kita. Hanya bisa menghabiskan hari-hari ini dengan menjalaninya dengan penuh rasa syukur kepada Sang Pencipta, sambil menduga-duga, kapan kita akan tiba pada akhir perjalanan hidup kita.

Hari akhir.. Walaupun kita semua sudah pasti akan kesana, akan tetapi tidak seorangpun di dunia ini yang benar-benar siap ‘menyambut’ kedatangannya. Penuh kerahasiaan dan tanda tanya mengenai bagaimana hari akhir itu akan datang, kapan dia akan datang, serta dimana dia akan ‘menanti’ kita, tidak ada seorangpun dari kita yang benar-benar siap. Banyak orang yang pada saat ini, yang katanya sudah siap, pada akhirnya akan merasakan kengerian dan kesunyian yang menghampiri ketika hari itu tiba, dimana (mungkin) akan ada perasaan sepi, sendiri, bahkan ada perasaan takut. Ada perasaan yang bercampur aduk antara bahagia dan sedih. Kebahagiaan karena kita sudah tiba di akhir perjalanan kita, dan sekaligus sedih karena harus pergi meninggalakan keluarga dan semua orang yang kita sayangi.

Mungkin semua hal yang pernah kita lakukan akan terlintas dengan sangat cepat, seolah memperlihatkan dan mengingatkan kita akan apa saja yang sudah kita lakukan dan apa yang akan kita tinggalkan untuk dikenang oleh orang-orang disekitar kita. Semua kenangan yang tersimpan, entah itu perkara baik, ataupun yang tidak baik, semuanya akan datang, seolah ingin memperlihatkan apakah kita sudah layak untuk menerima kebaikan hari akhir atau tidak sama sekali..

Kepergian yang tiba-tiba tak bisa dipungkiri selalu menyebabkan kekecawaan yang mendalam, bukan saja bagi orang yang sedang berjalan pada akhir hidupnya, akan tetapi juga bagi keluarga dan orang-orang terkasih disekitarnya. Apalagi bagi mereka yang ditinggalkan. Kenangan manis akan orang yang pergi meninggalkan akan selalu ada, terbayang dari hari ke hari, selalu mengingatkan akan betapa indahnya kehidupan yang pernah dijalani bersama.

Sekali lagi, tidak ada yang benar-benar siap ketika hari akhir itu tiba, dan siap atau tidak, hari itu akan datang, dimana kita hanya bisa pasrah dan menerima dengan hati yang ihklas. Tidak ada yang bisa kitalakukan untuk mencegah datangnya hari akhir. Mungkin kita pernah menyaksikan sebuah filem ditahun 2000-an yang menceritakan sekumpulan anak muda di amerika yang berhasil mengakali atau menipu malaikat maut dan menghidar dari kematian, akan tetapi itu hanya filem, yang dibuat untuk hiburan semata, dan lagipula di akhir filem tersebut, tidak ada seorangpun dari anak muda itu yang masih hidup dan benar-benar lolos dari hari akhir yang sudah menjadi takdir mereka. Tidak ada yang bisa mencegah hari akhir itu untuk datang.. tidak ada.. yang bisa kita lakukan hanya menjalani setiap hari yang diijinkan oleh Sang Pemberi Hidup untuk kita jalani dengan penuh rasa syukur.

Sobat.. Suka atau tidak suka, tempat peristirahatan kita sudah tersedia. Tidak besar, dan tidak juga mewah. Bukan siapa kita dan apa kedudukan kita, atau sudah berapa banyak harta yang kita kumpulkan, atau sehebat apa kita ketika kita hidup, pada akhirnya kita semua hanyalah makhluk ciptaan Tuhan yang rapuh dan lemah tak berdaya menghadapi akhir hidup dan menanti hari penghakiman. Hiduplah seolah-olah ini hari terakhir kita untuk hidup, berusahalah untuk berbuat kebaikan kepada semua orang, dan nikmatilah waktu-waktu yang ada saat ini, karena hanya itulah yang kita miliki dan ketika hari itu tiba, semuanya tidak akan ada artinya lagi.



DerielHD

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media
DerielHD

Latest posts by DerielHD (see all)