Its NOT Me

Tertipu Wan Abud, Dongeng 1001 Malam

oleh DerielHD

4 December 2018

Sejak kecil saya sangat suka dengan kisah-kisah dari Abunawas, bukan suka karena ingin mencontoh apa yang terjadi di setiap kisahnya, namun senang saja membaca tingkah konyol Abunawas dan bagaimana dirinya selalu saja lolos dari aksi penipuan yang dilakukannya. Saya rasa Abunawas bisa saja dinobatkan sebagai guru dari segala kelicikan, jika seandainya benar terjadi dalam kehidupan yang nyata.

Salah satu kisah yang paling menarik yang masih saya ingat adalah ketika si Abunawas menjual seekor kambing yang menurutnya bisa buang air besar dalam bentuk koin emas. Jadi ceritanya pada malam sebelum Abunawas menjual kambingnya, Abunawas memasukkan beberapa koin emas kedalam perut dari si kambing melalui duburnya, dengan tujuan supaya ketika si kambing buang air, koin-koin emas itulah yang akan keluar sehingga rencana penipuannya berhasil. Kan lumayan jika kambing itu bisa laku hingga ratusan juta (jika dikonversi ke mata uang rupiah).

Pagi harinya Abunawas mulai menjajakan kambing istimewanya. Beberapa kali kesempatan kambingnya mengeluarkan koin dari duburnya dan ternyata menjadi pusat perhatian warga yang melintas. Penawaran demi penawaran mulai berdatangan, hingga akhirnya –singkat cerita- si Saudagar tertipu! kambing si Abunawas laku terjual dengan harga yang sangat mahal. Si pembeli, yang adalah saudagar yang kaya raya, pulang dengan kebahagiaan yang tak terkira karena merasa telah membelim sumber kekayaan untuknya dan keluarganya. Akan tetapi yang lebih berbahagia lagi adalah si Abunawas. Ya, dirinya telah berhasil mendapatkan untung yang luar biasa hebat setelah menjual kambing yang nyatanya hanyalah kambing yang biasa-biasa saja.

Apa yang terjadi selanjutnya kepada di saudagar kaya itu? Berbulan-bulan dirinya menunggui si kambing untuk mengeluarkan koin emas akan tetapi hal itu tidak pernah terjadi. Hingga akhirnya si Saudagar mati dengan kesombongan dan kekecewaan yang luar biasa hebatnya. Sementara si Abunawas, berhasil menikmati hasil ‘usahanya’ hingga habis dan kemudian menemukan mangsa baru untuk ditipunya.

Pelajaran apa yang saya ambil dari kisah ini? Meskipun hanya kisah fiksi, akan tetapi kisah ini setidaknya mengajarkan kepada kita bahwa mulut manis tak selamanya bermanfaat. Saya rasa sudah banyak contoh dalam kehidupan yang nyata yang bisa kita jadikan pelajaran berharga dalam hidup ini. Kita bisa lihat bagaimana permainan kata-kata atau retorika bisa sangat menjerumuskan. Dari mulutnya terdengar pintar, tapi pada kenyataannya bagaikan tong kosong yang ketika dipukul, mengeluarkan suara yang nyaring.

Dahulu ada sebuah kota yang sudah tertata dengan sangat baik. Pemerintahan berjalan dengan sangat terkoordinasi, birokrasi menjadi sangat mudah, bahkan maling-maling tidak berani beraksi disana. Namun ketika kini kota itu dibawah kekuasaan Wan Abud, dan karena para saudagar yang tinggal dikota itu lebih memilih untuk menjadi saudagar-saudagar masa kini, akhirnya kini kota itu menjadi bahan cemoohan warga kota lain disekitarnya. Semuanya karena mulut dan retorika manis tanpa aksi.

Apa yang salah dengan Wan Abud? Ya, Wan Abud terlalu rakus akan kekuasaan sehingga rela menghalalkan segala cara untuk menjual kambing yang pada kenyataannya hanyalah kambing yang biasa-biasa saja. namun karena dipoleh dengan begitu indah, maka saudagar-saudagar itupun tertipu.

Jadi, bijaksanalah. Jangan mau tertipu atau dibodoh-bodohi dan menjadi korban seperti kisah Abunawas diatas. Kita semua diberikan otak untuk berpikir dan nalar untuk mencerna mana yang baik dan mana yang jahat, jadi gunakanlah itu dengan sebak mungkin. Jangan mau ditipu dengan kalimat manis namun penuh tipu daya.

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis