Its My Life

Termasuk pemimpin yang manakah anda?

oleh DerielHD

23 March 2018

itsme.id – Pilkada dan Pemilihan Presiden sudah didepan mata. Semua mata dan hati mulai diarahkan kepada para kandidat calon pemimpin yang dianggap paling layak untuk menjadi pemimpin nantinya. Debat-debat mulai diadakan di beberapa stasiun tv, program-program mulai dibeberkan kepada calon pemilih, dan jika waktunya tiba, semua beban akan berada di pundak masyarakat yang akan memilih. Hasil pencoblosan selama beberapa menit di biliki suara akan menentukan masa depan dari daerah dan bahkan bangsa Indonesia. Nah berikut penulis akan membahas beberapa gaya dan karakter calon pemimpin yang ada saat ini :

  1. Gaya diktator
    Sesuai namanya, gaya pemimpin yang satu ini cenderung suka menebar ancaman dan ketakutan bagi calon pemilihnya. Dengan kata lain, menceritakan sesuatu yang menakutkan kepada masyarakat dengan harapan masyarakat akan melihat dirinya sebagai calon pemimpin ideal yang bisa mengatasi ketakutan itu. Layaknya emak-emak yang memberikan “ancaman” kepada anaknya yang nakal, gaya pemimpin yang satu ini juga demikian. Ya, “kalau tidak tidur, digigit nyamuk!”

baca juga : Tidak semudah membalikkan telapak tangan, Hargailah!

  1. Gaya Santun.
    Pemimpin yang satu ini lain lagi. Jika gaya dictator suka menebar ketakutan dan ancaman, maka gaya yang satu ini lebih terkesan santun. Suka memainkan kata-kata dan bahasa yang kedengaran baik ditelinga orang, dengan harapan masyarakat akan termakan dengan bahasa halusnya, terperdaya, kemudian menganggap dirinya adalah solusi, dan menjatuhkan pilihan kepadanya. Tak segan-segan, pemimpin yang satu ini akan memainkan kata-kata untuk mempermainkan emosi dan pikiran calon pemilihnya.
  1. Gaya Pelawak.
    Sangat jauh berbeda dengan gaya-gaya pemimpin yang sebelumnya, gaya pemimpin yang satu ini adalah gaya yang unik. Tingkah yang selalu terkesan nyeleneh, pernyataan-pernyataan menggelikan, selalu menjadi ciri khas dari pemimpin yang satu ini. Membuat dirinya selalu menjadi pusat perhatian adalah tujuannya, sehingga dari tingkahnya yang “lucu” kemudian akan menyamarkan siapa dan bagaimana dirinya sebenarnya.
  1. Gaya plin-plan.
    Yah, kalo yang ini sih gaya pemimpin yang tidak punya pendirian ya. Hari ini ngomongnya A, besok ngomongnya B. selalu berubah-ubah seiring perjalanan waktu dan mood yang dia rasakan. Kayak pemimpin yang itu tuh, yang sedang jadi pusat perbincangan karena plin-plannya. Gaya pemimpin yang satu ini juga cenderung tidak pernah konsisten dengan pernyataannya sendiri dan sering membut public bingung.

baca juga : Tanggapan Menko Polhukam tantang pencalonan dirinya sebagai wakil presiden dan situasi politik 2019

  1. Gaya Kebapakan.
    Adalah peimpin yang selalu inovatif, optimis, visioner, dan penuh solusi. Daripada sering nyinyir dan mengkritik tanpa solusi, gaya kepemimpinan yang satu ini selalu mengeutamakan karya nyata daripada omongan kosong. Dan dalam tindakannya, selalu memberikan hasil nyata sebagai bukti perkataan yang selama ini diucapkan. Sama seperti figure bapak dalam sebuah keluarga, yang lebih baik bekerja dan berusaha memenui kebutuhan rumah tangganya daripada harus meladeni cibiran tetangga. Karena tidak ada bapak yang jahat, yang memberikan kotoran kepada anak yang meminta nasi, atau memberikan ketakutan kepada keluarganya yang memohon perlindungan.

Nah sobat, itulah beberapa gaya kepemimpinan yang ada saat ini. Kalau sobat masih punya contoh karakter atau gaya kepemimpinan yang lainnya, silahkan tulis dikolom komentar ya. Sebenarnya, gaya kepemimpinan yang mana saja itu ada baik dan buruknya, atau ada negative dan positifnya. Semua pilihan kembali diserahkan kepada masyarakat, yang akan merasakan langsung dampak pilihan mereka. Akan lebih baik jika semua gaya kepemimpinan itu digabungkan? Nggak tahu ya. Sebagai masyarakat dan calon pemilih, memilihlah dengan bijaksana. Mari kita berharap bangsa kita terus dikaruniai pemimpin-pemimpin yang baik dan yang berintegritas, demi masa depan bangsa yang lebih baik.

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis