iT’s me – Hidup banyak mengajarkan hal-hal baru setiap hari. Pengalaman demi pengalaman, entah itu baik atau buruk, akan selalu mewarnai kehidupan kita. Kecerobohan dan kehilafan, bagaikan musim pancaroba, yang selalu berganti sesuai kondisi. Dan apakah masih ada kerelaan untuk meminta maaf?

Seperti pagi ini, aku baru mendapatkan pengalaman dan pelajaran berharga dari dirinya yang yang selalu menginspirasiku, pembicaraan singkat namun sangat bernilai. Bagi sebagian orang, sangat sulit rasanya untuk meminta maaf atas kesalahan yang dia lakukan, apalagi jika meminta maaf untuk hal yang sama sekali tidak dia lakukan atau yang jelas bukan kesalahannya. Tetapi, sekali lagi, pagi ini aku kembali diajarkan sesuatu yang bagi sebagian orang adalah hal yang sepele, namun sangat penting untuk menjaga keharmonisan sebuah hubungan. Respect dan Meminta maaf…

“Maaf ya sayang, gara-gara aku sampe handphone kamu jatuh….” well, aku ceritakan hal yang lucu mengenai ini. Bagaimana mungkin dia yang jauh disana bisa menyebabkan telepon genggamku jatuh? Tapi bukan itu yang menjadi perhatianku. RESPECT! Rasa hormat, itulah yang aku pelajari hari ini. Mungkin bagi sebagian orang ini adalah hal lucu atau bahkan terkesan koyol, bagaimana mungkin kita meminta maaf jika kita tidak melakukan hal yang salah. Ya, ini memang konyol, akan tetapi hal ini berarti sesuatu yang sangat penting untuk dia yang mengucapkannya, maka tidak sepantasnya dianggap lelucon.

Ada rasa hormat disana.. ada rasa saling menghargai disana..ada rasa cinta dan kasih sayang disana. Sebuah perasaan yang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata, namun memiliki makna yang sangat dalam. Dimana itu adalah ungkapan rasa simpati atau bahkan empati kepada orang yang spesial di hatinya, seolah-olah ikut merasakan kesedihan karena handphone yang jatuh. Aku tahu bagaimana sulitnya untuk meminta maaf, walaupun sudah diajarkan sejak kecil mengenai meminta maaf bukan hanya karena kita yang salah, akan tetapi hal ini masih saja dianggap remeh oleh kebanyakan orang. Rasa hormat itulah yang sangat jarang ada, dan pelajaran itulah yang aku dapatkan hari ini.

Banyak terima kasih kepadamu, pujaan hatiku, yang dengan penuh ketulusan meminta maaf walaupun itu sama sekali bukan kesalahanmu. Terharu bercampur bahagia, seolah menghapus rasa sedih karena handphone yang jatuh. Untuk kamu yang kusayangi, terima kasih atas ketulusanmu.. terima kasih atas keihklasanmu.. dan terima kasih untuk kebesaran hatimu.. Mungkin bagiku itu hanyalah sebuah benda yang toh suatu saat akan rusak juga, akan tetapi mungkin bagimu, itu adalah barang berharga yang tetap dimana melaluinya kita akan selalu berkomunikasi. Tidak apa-apa, Bukan kesalahan kamu kok, sayang.. aku aja yang terlalu ceroboh dan kurang perhatian dengan keadaan sekitar. Mungkin karena aku terlalu senang menerima telepon darimu dan mendengarkan suaramu dipagi hari. Aku janji untuk lebih berhati-hati lain kali…

Sobat, itu ceritaku.. Suka atau tidak, hidup kita tidak akan pernah mudah. Yang namanya kesulitan, masalah, kesalahan, khilaf, selalu saja akan datang silih berganti. Sikap kita dalam menghadapi itu semualah yang menentukan akan reaksi dan suasana hati kita. Selama kita masih hidup, meminta maaf tidak akan pernah menjadi hal yang mudah untuk dilakukan. Selalu saja ada halangan, entah itu dari sifat egois atau kesombongan diri. akan tetapi, beranilah untuk meminta maaf, bukan karena kita bersalah, akan tetapi kita memiliki rasa hormat kepada orang tersebut. Dan kepada orang-orang yang ikhlas meminta maaf dan memberi maaf, Sang Maha Pengampun, Tuhan, sudah menyediakan yang upah terbaik.