itsme.id – Berkeliling dengan menggunakan sarana transportasi kereta api komuterline (KRL) mungkin bagi sebagian orang bukanlah hal yang lumrah. Akan tetapi, itulah yang aku lakukan. Bukan karena tidak ada kerjaan, tapi keluar dari suasana kantor untuk mencari ide segar untuk ditulis di website ini. Terkadang, untuk mendapatkan suatu suntikan ide, kita membutuhkan suasana tenag, atau suasana baru yang memancing sebuah ide untuk muncul.

Seperti kita ketahui bersama, terutama bagi masyarakat pengguna komuterline, ada berbagai aturan yang harus dipenuhi jika akan menggunakan sarana transportasi umum ini, misalnya, dilarang membawa hewan peliharaan, dilarang makan dan minum didalam lokomotif komuterline (mungkin kalau mau makan harus keluar dulu ya? hehe), dilarang membawa bagasi yang terlalu besar, mengutamakan penumpang yang akan turun, mengutamakan memberikan tempat duduk kepada orang yang lebih tua, dan lain sebagainya. Namun justru, berbagai peraturan itu tidak serta merta dipatuhi. Masih saja ada oknum pengguna jasa komuterline yang kurang bijak menyikapi segala macam peraturan ini, mereka masih makan dan minum seenaknya, masih ada pria-pria yang gagal paham yang duduk dengan nyaman di tempat duduk prioritas yang disediakan untuk wanita hamil, dan lansia.. masih ada yang makan dan minum seenaknya, masih ada penumpang yang akan naik yang tidak perduli dengan penumpang yang akan turun… IT’S NOT ME!

Dan yang paling parahnya lagi, peraturan mengenai dilarang berdiri melewati garis kuning. Saya melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana repotnya seorang petugas keamanan stasiun kereta api yang memperingtakan para calon penumpang untuk berdiri dibelakang garis kuning demi keamanan mereka sendiri, namun tak satupun yang mengindahkan. Mungkin ada yang hanya mundur sedikit, dan kemudian maju lagi bahkan hingga ke tepian tempat kereta akan berhanti. Kejadian yang sama pun sering terjadi saat berkendara, banyak kita suka melanggar lampu lalu lintas. Dan saya juga mencoba untuk menegur salah satu “oknum keras kepala” yang ada di depan saya untuk mundur ke belakang garis kuning, namun dia hanya menatap saya dengan tatapan “Kamu pikir kamu siapa?”.. IT’S NOT ME

Well broo and sis… saya hanya mau membantu, keselamatanmu adalah hidupmu sendiri dan urusanmu sendiri juga. Mungkin saya hanya tidak mau menjadi saksi dipengadilan jika saja sesuatu yang buruk terjadi kepadamu di depan saya. Tapi sebenarnya itu untuk keselamatanmu sendiri. Ini membuktikan bahwa bagaimana manusia sangat susah untuk mematuhi perintah sederhana, dari manusia. Bagaimana dengan perintah sederhana dari Sang Pencipta? IT’S NOT ME (DerielHD)