iT’s Me- Aku hidup di negara berkelimpahan, tetapi di saat yang sama, inilah zaman kegalauan. Zaman di mana tekanan hidup semakin keras, kebutuhan hidup semakin meningkat, bahkan sebagian orang sulit berkumpul bersama keluarganya karena beban pekerjaan semakin sesak. Tingkat stress semakin tinggi, bercampur aduk dengan frustasi yang disebabkan faktor-faktor ekonomi dan efek persaingan politik dan keagamaan di negara ini.

Belum lagi paham-paham ekstrimis lahir, bertumbuh dan semakin dewasa. Sebagian mereka berhasil meledakkan dirinya dengan bom panci, panci yang aku beli dipasar seharga lima puluh ribu ternyata mampu menewaskan manusia-manusia tidak bersalah. Tuhan, sebegitu murahnyakah aku ini, manusia yang Kau ciptakan dengan begitu spesial hancur lebur dengan lima puluh ribu rupiah. Semakin menjadi-jadi kegalauan yang aku rasakan di negara yang berkelimpahan ini.

Jujur, aku sudah muak mendengar tentang bom panci. Maka, aku sangat ingin meminimalisir paham-paham radikalisme dan terorisme di negaraku tercinta. Aku berharap para agamawan dan pemikir keagamaan moderat di negara ini semakin serius dalam menawarkan paham atau penafsiran keagamaan yang mampu menjinakkan laskar bom panci, hingga segala paham-paham yang sempit di negara ini bisa terbuka lebar.

Aku benar-benar tidak terima panci yang aku gunakan memasak air, sayur berkuah justru menjadi alat pemusnah. Cukup sudah, cukup kegalauan ini. Aku tidak mau kalah dengan laskar bom panci, dengan mereka yang sampai saat ini berjuang menanamkan bibit rasdikalisme kepada putra putri bangsa ini. Aku harus lebih gigih dari mereka.

Sebelum terlambat , pertama-pertama aku akan meletakkan agamaku sebagai agama yang ramah terhadap semua manusia, karena aku hidup di negara yang majemuk. Agama yang memiliki kesetiaan pada moralitas, kebenaran dan keindahan. Meledaknya bom panci karena pengerasan terhadap agama dan aku tidak bisa hanya bergantung kepada pemerintah atau pedagang panci, harus mulai dari lingkungan kecilku. Aku berharap kalian yang membaca artikel ini bisa memahami bahwa zaman sudah semakin rumit, maka akan semakin rumit lagi kalau panci yang selama ini dipakai untuk hal-hal berguna bagi kelangsungan hidup manusia diledakkan dan memporak-porandakan anggota tubuh kalian.