Its NOT Me

Sobat, Apakah Puasamu palsu!

oleh DerielHD

21 May 2019

Sudah lewat setengah perjalanan, bulan puasa kita tempuh. Tidak terasa, akhir dari perjuangan menahan haus dan lapar, dan juga menahan hawa nafsu akan segera tiba. Bagaimana, apakah hati dan pikiran kita sudah mulai dibersihkan? atau kita hanya berpuasa sekedar menahan lapar dan haus, dan hanya sekedar menjalankan perintah agama saja? Setelah sekian hari berpuasa, perubahan apa yang sudah kita rasakan secara pribadi? Sudahkah kita menanyakan hal itu kepada diri kita sendiri? Atau sekali lagi, jangan-jangan kita hanya “sekedar” melakukan saja tanpa mau memetik makna dan nilai reigius dari berpuasa itu sendiri?

Ada yang berpuasa, namun hanya menghabiskan waktu bermalas-malasan di rumah, katanya tidur itu ibadah, benarkah? ada juga yang berpuasa dengan menyimpan rasa marah dan dendam.. ada yang berpuasa namun dipikirannya hanya membayangkan berbagai jenis makanan enak dan minuman yang menyegarkan, katanya biar jadi lupa kalau lagi puasa..hahaha.. lucu! Bisa saja puasamu palsu! IT’S NOT ME

Seharusnya bulan puasa membuat kita, manusia ciptaan Tuhan, semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dengan memperbanyak ibadah, shalat, atau berbuat baik kepada sesama, bukan malah berkeliaran dan menyebabkan kesusahan bagi banyak orang lain yang sedang fokus menjalankan ibadahnya. Atas nama agama? atas nama Konstitusi? atau atas nama oknum tertentu yang sudah ngebet hendak berkuasa?

Sudahlah, semua orang juga tahu bahwa agenda demo dan aksi ‘kedaulatan rakyat’ yang digaungkan ujung-ujungnya akan dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk memuasakan syahwat berkuasa beberapa oknum, dan juga karena ada orang baik yang mematikan keran korupsi mereka. Namun masih saja ada orang yang mau dimanfaatkan, ini yang membuat penulis merasa aneh bin ajaib.

Seharusnya kita berpuasa dengan hati yang ikhlas, berpuasa bukan dengan tujuan supaya mendapat pujian manusia, atau berpuasa seharusnya adalah suatu hal yang seharusnya kita lakukan untuk semakin mendekatkan diri dari sang pencipta. Menunjukkan ekspresi muka asam, lemah dan tak berdaya tidak akan menambah pahala kita, yang ada hanyalah orang disekitar kita akan melihat kita sebagai orang yang ‘cemen’ dan tidak serius dalam menjalankan ibadah puasa. (DerielHD)

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis