iT’s Me- Menikah adalah membenturkan dua karakter yang berbeda? Waktu masih lajang saya berpikir bahwa setiap orang yang menikah berarti banyaknya kesamaan karakter sehingga mereka bisa bersatu dan tinggal serumah. Saya juga berpikir bahwa bagaimana mungkin laki-laki dan perempuan bisa hidup serumah kalau karakternya berbenturan. Tetapi setelah saya menikah saya sadar bahwa menikah bukan hanya tentang kesamaan.

Saya dan istri banyak sekali perbedaan, seperti langit dan bumi yang kadang memicu pertengkaran kecil, tetapi kami selalu bisa mengatasinya. Saat perbedaan kami bergesakan dan mulai menimbulkan percikian api kecil, salah satu di antara kami mulai mengurangi gesekan dengan mengalah. Mengalah adalah cara terbaik untuk menenangkan suasana, meskipun saya suami tetapi saya tidak keberatan mengalah, begitupun sebaliknya.

Tentu saya tidak ingin perbedaan karakter itu membuat pernikahan kami meledak kemudian hancur berantakan. jika saya tetap bersikeras dan tidak memiliki rasa kompromi maka pernikahan akan seperti gunung berapi yang siap menghembuskan lahar dan lahar itu bukan hanya akan membumi hanguskan kami berdua tetapi juga akan berdampak pada anak, keluarga bahkan orang-orang di sekitar kami.

Menurut istri, saya adalah tipe yang terlalu menyepelehkan keadaan, terlalu santai dan acak-acakan. Sedangkan menurut saya, istri saya adalah orang yang teliti, penuh dengan perhitungan dan persiapan yang matang. Tetapi pikirannya terlalu rumit sehingga membuatnya kurang menikmati hidup. Kemudian kata istri, komunikasi saya kurang baik, terkesan kasar. Tetapi lama-lama kelamaan dia bisa mengerti dan mencoba memahami gaya komunikasi kesukuan saya.

Inilah perbeda-perbedaan karakter yang ada pada diri kami masing-asing, tentu masih banyak lagi. Seperti yang saya bilang, “…bumi dan langit”. Selama ini, justru yang membuat kami bisa mengatasi segala permasalahan adalah perbedaan-perbedaan karakter tersebut. Dari pengalaman inilah saya akhirnya mengerti bahwa yang mempersatukan laki-laki dan perempuan dewasa dan membuat hubungan semakin kuat, dapat saling memahami dalah perbedaan bukan karena banyaknya kesamaan. Karena kesamaan terkadang membuat kami manja dalam menjalani lika-liku kehidupan berumah tangga.