Its NOT Me

Senyuman Napiter, Derita Iptu Sulastri

oleh DerielHD

12 May 2018

Hari itu mungkin saja hanyalah hari sepertia biasa bagi Iptu Sulastri, sorang wanit anggota Densus 88 yang adalah divisi anti terorisme Indonesia. Berangkat dari rumah untuk bekerja dan melakukan rutinitas hariannya di Mako Brimob, Depok. Tak ada perasaan aneh ataupun janggal.

Tetapi untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, begitu kira-kira peribahasa yang menggambarkan tragedy naas yang menimpa Iptu Sulastri dan ke lima rekan kerjanya yang bertugas saat itu. Dibanding dengan kelima rekannya, nasib Iptu Sulastri masih termasuk mujizat dari Sang Pemberi kehidupan. Nyawanya masih tertolong, meskipun menderita luka dan lebam yang sangat parah diwajahnya. Bahkan beberapa giginya harus rontok. Setelah disandera beberapa jam, memang Iptu Sulastri sempat menerima penyiksaan dari beberapa orang diantara 155 napiter yang ada di blok A, B, dan C Mako Brimob.

Mengherankan memang, melihat oknum-oknum atau bahkan kelompok teroris yang sementara menjalani hukuman itu tega melakukan tindakan yang sama sekali tidak menggambarkan perubahan sama sekali. Yang setelah menyiksa dan menghilangkan nyawa orang lain, mereka bisa melenggang dengan senyuman lebar diwajahnya.

baca juga : Sekedar agama turunanĀ 

Seperti yang banyak dibahas di beberapa media nasional, penyerangan dari dalam Mako Brimob memang terjadi pada malam hari, ketika itu beberapa anggota brimob sedang melakukan patrol seperti biasanya. Total dari pihak kepolisian ada 5 orang korban jiwa, dan 2 orang terluka, sementara dari pihak napiter ada 1 orang meninggal dan 1 orang terluka.

Entah apa yang sudah merasuki pikiran mereka, apakah benar perbuatan semacam itu bisa menjamin mereka mendapatkan surga dan 72 bidadari? Jika memang iya, mengapa tidak langsung saja berperang habis-habisa dengan polisi hingga tetes darah penghabisan? Bukankah itu akan membuat mereka lebih cepat merasakan surga dan bertemu dengan 72 bidadari yang dijanjikan oleh siapapun yang memimpin mereka? Anehnya lagi, mengapa mereka masih sempat-sempatnya menukar sandera dengan makanan? Bukankah dengan bertahan dalam keadaan lapar mereka juga bisa mempercepat proses menuju surga? Entahlah.. hanya mereka yang tahu.

Seluruh Indonesia mengecam tindakan kejam teroris tersebut dan seluruh Indonesia juga mengucapkan rasa duka yang mendalam terhadap Aparat Kepolisian dan semua korban dan keluarganya yang berduka. Apapun alasannya, tindakan semacam itu tidaklah menggambarkan manusia beragama dan memiliki kasih. Mengapa ada manusia yang begitu jahat hingga mau menyiksa sesamanya untuk mendapatkan surga? Surga macam apa yang mereka janjikan? Jika surga hanya sebatas menghilangkan nyawa demi memuaskan nafsu birahi saja, maka itu bukanlah surga. Surga sesungguhnya adalah tempat yang indah bagi semua ummat. Tidak ada tangisan dan tidak ada ketakutan.

baca juga : Kita adalah muslim

Setahu saya, surga itu susah untuk diraih! Bukan diraih dengan membunuh, menyiksa, apalagi memaksakan kehendak kepada orang lain. Tidak sembarang manusia yang bisa meraihnya. Hanya mereka yang bisa menahan nafsu dan keegoisan yang bisa berada disana. Ya, surga hanya diperuntukkan bagi mereka yang hatinya dipenuhi dengan kasih dan kedamaian, untuk mereka yang peduli terhadap sesama, dan taat kepada kehendak sang Khalik hingga ajal menjemput.

Kejadian yang menimpa Iptu Sulastri dan rekan-rekannya hanyala secuil gambaran bagaimana orang-orang egois ingin berusasa memperlihatkan kebodohan mereka. Itu hanya secuil dari kejadian yang akan menimpa bangsa kita jika kita membiarkan orang-orang semacam itu dengan bebas berkeliaran. Benar bahwa negara ini adalah negara yang religious, oleh karenanya adalah hal yang mutlak bagi kita untuk saling mempertontonkan cinta dan kasih sayang seperti yang selalu diajarkan oleh seluruh ulama dan rohaniawan selama ini.

Semoga lekas sembuh, Iptu Sulastri. Maafkan mereka yang begitu bodoh dan menolak untuk memahami kahidupan ini secara luas . maafkan mereka karena mereka begitu bodoh untuk mengerti nilai-nilai kemanusiaan dan kasih terhadap sesama manusia. Tetap semangat, Polisi Indonesia!

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis