Its My Life

Sabar, adalah pelajaran seumur hidup

oleh DerielHD

9 March 2018

iT’s me – Hidup tidak ada yang bisa memprediksi. Hari ini ada, besok tidak ada; sesaat berkelebihan, sesaat habis total. Pilihannya? Terus berusaha sabar dan tetap bersyukur. Seberat apapun tantangan yang menghadang, tidak ada pilihan untuk tidak bersabar dan tetap bersyukur. Sesulit apapun hidup, tetap saja kita harus bersabar dan tetap bersyukur.

Kesabaran, tidak instan. Memang membutuhkan tenaga ekstra. Bukan seperti memasak mie instan, ada proses yang harus dijalani supaya bisa sampai level kesabaran yang mumpuni untuk menghadapi segala tantangan. Prosesnya sendiri beragam, ada saat dimana kita sebagai manusia dituntut untuk tidak melihat seberapa besar penghargaan yang bisa didapatkan. Ada saat dimana caci maki akan kita dapatkan dalam menjalani “pendidikan” kesabaran. Bukan hal yang mudah memang.

baca juga : Ini akibat membaca kitab suci agama lain

Tantangan di masa kini adalah bahwa generasi yang saat ini mengalami penurunan tingkat kesabaran. Contohnya, di jalan raya kita bisa lihat bagaimana generasi muda bisa berkendara dengan begitu kencang, seperti sedang mengejar sesuatu, bahkan sampai tidak memperdulikan rambu-rambu lalu-lintas dan bahkan mengabaikan instrument keselamatan berkendara lainnya. Atau bagaimana emosi mereka yang cepat naik hanya karena hal sepele, misalnya saling ejek di media sosial, atau saling pamer barang kesukaan.

Kesabaran memang mudah untuk diucapkan, tapi sangat sulit untuk dilakukan. Akan tetapi, seperti kerasnya sebuah proses menuju kesabaran tingkat tinggi, ada sebuah peribahasa kuno, “Orang yang sabar itu melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota” . Benar! Sama dengan proses pendidikan yang rumit itu, sudah ada “hadiah” yang sudah menanti untuk orang-orang yang berani dan bertahan dalam menghadapi proses pendidikan kesabaran itu. Dan hanya sedikit orang yang bisa mendapatkannya.

Ada ungkapan, “Banyak orang mati karena sabar”. Ada benarnya juga, banyak orang yang kemudian “mati” dalam prosesnya. Mengalami jatuh bangun, pasang dan surut, dan kematian –baik jasmani maupun rohani- menjadi konsekuensi yang harus dihadapi. Jika Allah yang adalah sumber kasih mengajarkan kesabaran sebagai salah satu pemberian ruhNya, maka sudah sepantasnya orang-orang mengasah dan menjaganya dengan baik. Kita harusnya mencontoh kesabaran Tuhan.

Pertanyaannya, jika ada yang berbuat sesuatu yang tidak pantas kepada kita, berapa kali kita harus sabar dan mengampuni dia? Kalo kata kitab-kitab Allah, 70 x 7 x … artinya entah berapa kalipun orang lain berbuat sesuatu yang kurang menyenangkan kepada kita, kita harus tetap sabar dan menerimanya sebagai sebuah proses pembelajaran.

baca juga : Ayah, Ibu, Biarkan aku dewasa

Kita mungkin bisa saja menghadapi masalah dengan internet atau jaringan telepon yang tiba-tiba mati ditengah-tengah rapat atau pekerjaan penting, atau menghadapi istri yang cerewet ketika pulang ke rumah, anak-anak yang banyak menuntut ini dan itu setiap saat, rekan-rekan kerja yang tidak bisa mengerti dengan keadaan yang kita alami, bahkan keluarga yang cenderung tutup mata dengan persoalan yang kita hadapi, pilihannya?

Tidak ada pilihan lain selain terus berusaha untuk sabar dan tetap menjalani semuanya dengan penuh rasa syukur. Terus memotivasi diri untuk menghadapi semua tantangan dan pergumulan sebagai proses dari Sang Pencipta sebagai proses hidup menuju ke kesabaran tingkat tertinggi. Sekali lagi, tidak ada banyak orang yang sanggup bertahan, tetapi setidaknya kita bisa berusaha menjadi bagian dari sedikit orang yang terus berusaha untuk bisa.

Kembali ke fitrah, bisa menjadi satu-satunya cara agar kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan bisa memiliki hati yang siap diajar olehNya untuk lebih bersabar, legowo, untuk bisa menjalani semuanya. Saat dunia memandangmu dengan sebelah mata, bersabarlah; saat lingkungan sekitarmu memperlakukanmu secara tidak adil, bersabarlah; disaat hidupmu terasa berat dan penuh tantangan, bersabarlah; Tuhan tidak tidur! Sang Maha Kasih, Tuhan, memang tidak pernah menjanjikan hidupmu untuk lebih mudah, tetapi jaminannya jelas bahwa Dia, Sang maha Kuasa, akan menyertaimu dalam setiap kesulitan yang dihadapi. (DerielHD)

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis