Its NOT Me

Ritual Sesat Berujung Petaka!

oleh DerielHD

20 March 2018

itsme.id – Ada-ada saja tingkah people jaman now, mulai dari saling sindir di medsos, pernag status, da nada juga yang melakukan tingkah konyol dan unik untuk sekedar mendapatkan perhatian. Sebut saja Aan, marbot masjid di garut yang ngakunya melakukan tingkah konyol, merekayasa penyerangan dirinya sendiri, karena ingin diperhatikan oleh orang lain dank arena gaji atau tunjangannya yang tidak mencukupi untuk biaya hidup bulanan.

Nah jika urusan yang itu sudah selesai, ada lagi yang unik dan nyeleneh. Sebut saja sekeluarga unik, yang kemudian karena ingin menyembuhkan nenek mereka dari penyakit yang sudah lama dideritanya, rela melakukan ritual sesat yang berujung kematian neneknya. Menurut informasi yang kami dapatkan dari tribunnews.com, anak kandung dan menantu dari nenek yang sakit ini mencekoki nenek ini hingga meregang nyawa, dengan dalih ingin menyembuhkan penyakit neneknya. Sebelum melakukan ritual itu, mereka (anak dan menantu) sempat memandikan diri mereka dan peralatan yang hendak mereka gunakan untuk ritual itu.

Kok tega ya? Itu kalimat pertama yang muncul dipikiran banyak orang ketika mendengar berita itu. Tapi apa daya, ritual sudah dilakukan dan nyawa si nenek sudah melayang. Ketika ditanya dari mana mereka belajar ritual sesat tersebut, mereka mengatakan tindakan tersebut atas inisiatif mereka sendiri, tidak ada yang mengajarkan. Ritual itu sendiri menggunakan media nasi kuning dan ikan teri, untuk mengusir roh jahat penyebab penyakit, katanya.

Apapun alasannya, tindakan melakukan ritual sesat bukanlah sebuah hal yang layak untuk dilakukan. Agama melarang! Lingkungan melarang! Bukankah sudah jelas bahwa hanya yang berasal dari Tuhan, Sang Maha Pencipta saja yang terbaik? Bukankah kita semua menyembah Tuhan yang Maha Menyembuhkan? Asy Syaafi, atau El Rapha bagi saudara-saudara kita di nasrani. Nikmat Tuhan mana lagi yang mau kita dustai? Kecuali jika sobat masih menganut animism. Atau jika sobat masih mencampur adukkan aliran kepercayaan nenek moyang dengan agama. Bukankah manusia saja tidak mau diduakan, mengapa kita sampai berpikir bahwa Tuhan akan senang jika kita, manusia, menduakan kekuasaanNya?

Dan apabila aku sakit Dialah Yang menyembuhkan aku” (QS asy-Syu’araa’: 80). Bukankah makna Nama Allah Ta’ala sebagai Asy Syaafi sudah sangat jelas. Sebab segala sesuatu datangnya dari Dia, oleh Dia, dan untuk Dia. Kita semua diciptakan olehnya, maka sudah seantasnya jika ada yang salah dengan tubuh kita atau ruh kita, kita harus kembali kepada Sang Pencipta untuk memohonkan kesembuhan.

Penyesalan memang selalu datang di bagian akhir, jika diawal, namanya pendaftaran. Bertobatlah! Kembalilah ke tujuan awal penciptaan manusia, yaitu untuk memuliakan penciptanya. Jangan sesat! Kembalilah kepada fitrah yang sesungguhnya. (DerielHD)

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis