Featured, Its My Faith

Ramadhan dan Gagal Paham Dosa (Sebuah Renungan Meniti Jalan Yang Lurus)

oleh M. Idrak

12 June 2018

Bahwasanya manusia sejatinya sudah ditakdirkan untuk menjadi Khalifah dimuka bumi, dan dengan besarnya ujian selama hidup di bumi, maka manusia tak ada satupun yang luput dari dosa, sengaja, tidak sengaja, disadari atau tidak disadari, manusia adalah mahkluk yang dekat dengan dosa.

Lalu apa artinya dosa?

Dapatkah kita mencapai pintu taubat?

Melalui jalan apa? 

Kajian ini merupakan kajian praktikal bukanlah kajian fiqih, penulis mencoba menggunakan bahasa sederhana untuk memudahkan pembaca memahami arti fitrah dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari-

۞قُلۡ يَٰعِبَادِيَ ٱلَّذِينَ أَسۡرَفُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُواْ مِن رَّحۡمَةِ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًاۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ ٥٣

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Az Zumar: 53)

Seperti sudah disebutkan diatas bahwa ‘yang namanya manusia’ pastilah ada dosa. Ramadhan sebagai bulan penuh berkah dan ampunan acapkali dimanfaatkan bagi umat muslim untuk bertaubat dan kembali kepada-Nya, mengapa? karena kebanyakan dari kita percaya bahwa Ramadhan adalah Shortcut (jalan pintas) menuju ampunan-Nya. Persepsi seperti ini benar namun rasanya kurang tepat jika kita hanya memiliki mindset ‘untung rugi’ dengan ALLAH SWT.

Bayangkan seperti ini, selama 11 bulan kita penuh maksiat, dengan harapan bulan Ramadhan saatnya bertaubat dan meraih pahala. Kemudia kita bertaubat lagi dan kemudian bermaksiat lagi. Seperti dosa adalah ‘kerugian’ dan pahala adalah ‘keuntungan’, rasa-rasanya kita seperti menerapkan sistem ekonomi dagang dengan ALLAH SWT. Bukankah ini sangat naif? Semoga kita dijauhkan dari sifat seperti ini.

Lalu apakah ALLAH SWT akan menerima permohonan taubat kita jika sifat kita seperti ini?

أَلَمۡ يَعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ هُوَ يَقۡبَلُ ٱلتَّوۡبَةَ عَنۡ عِبَادِهِۦ وَيَأۡخُذُ ٱلصَّدَقَٰتِ وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ ١٠٤

Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang

(QS. At Taubah : 104)

ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ ٦

Tunjukilah kami jalan yang lurus (QS. AL Fatihah : 6)

Dengan ke Maha Kuasaan-NYA maka itu sangat mungkin, DIA memiliki otoritas untuk memberikan ampunan kepada siapa yang dikehendaki-NYA, biasanya sampai di penjelasan ini, biasanya ada syaiton yang berbisik “wuah itu pasti saya yang masuk jadi salah satu yang ALLAH SWT ampuni”. Pemikiran seperti ini akan menyeret kita di paradigma ‘untung rugi’ pahala dan dosa tadi. Padahal ALLAH SWT bukanlah Dzat yang dapat ‘dibohongi’ oleh ciptaan-NYA.

إِنَّ ٱللَّهَ عَٰلِمُ غَيۡبِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ إِنَّهُۥ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ ٣٨

Sesungguhnya Allah mengetahui yang tersembunyi di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati (QS. Fathir : 38)

Lalu, seyogyanya kita paham dahulu mengenai aturan dasar bertaubat yaitu :

  1. Mengakui Perbuatan dosa, baik disengaja maupun tidak, baik disadari maupun tidak
  2. Memohonkan ampun kepada ALLAH SWT atas segala dosa itu
  3. Berjanji TIDAK AKAN mengulangi perbuatan dosa tsb
  4. Berubah menjadi lebih baik dengan berjalan mengikuti Jalan yang Lurus, jalan yang di Ridhoi ALLAH SWT

Paling sering dari kita hanya sampai di tahapan kedua, setelah itu kita ulangi lagi dosanya dan kembali lagi ke tahap pertama, ini insyaALLAH sampai hari kiamat pun taubat kita tidak akan komplit. Harusnya ke empat-empatnya kita tunaikan setelah itu menyerahkan penerimaan taubat kita kepada ALLAH SWT.

Untuk itu momentum Ramadhan adalah momentum mendekatkan diri kepada ALLAH SWT, setiap tahun kita semakin dekat dengan-NYA, kita tidak menjauh lagi dan justru semakin mendekat hingga sampai suatu ketika kita benar-benar ‘mengenal’ siapa ALLAH SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Supaya InsyaALLAH dikemudian hari di hari akhir, kita menjadi golongan orang-orang yang senantiasa dalam naungan dan lindungan ALLAH SWT. Aamiin YRA

Wallahua’lam bishawab

M. Idrak

Aktivis pemuda yang memiliki komunitas pemuda dengan ribuan member, Pengusaha muda yang aktif dalam kegiatan sosial keagamaan. Spesialisasi bidang teknologi dan industri kreatif.