Its My Family

Pulanglah Sahabatku dan Peluklah Istrimu!

oleh Mr Ben

15 January 2018

Beberapa waktu lalu seorang teman menghubungiku via chat di media sosial whatsapp, dia ingin bertemu untuk berbagi karena sedang mengalami masalah rumah tangga dengan istrinya. Kebetulan hari itu aku punya cukup waktu luang sehingga kami membuat janji untuk bertemu di kedai kopi favoritku.

Saat kami bertemu, dia pun bercerita betapa dia sangat kecewa dengan istrinya karena merasa istrinya begitu mengekang dirinya, tidak memahaminya sedikitpun dan sangat cemburu terhadapnya. Misalnya Istrinya tidak senang dia menghabiskan waktu di tempat fitnes dan nongkrong bersama teman-temannya di tempat kopi. Singkatnya dia merasa tidak bahagia lagi dengan pernikahannya saat ini dan sering ada pertengkaran dirumahnya.

Sebagai teman, aku mendengar curhatannya dengan begitu seksama sambil sesekali menyeruput kopi Americano favoritku. Aku memberi ruang seluas mungkin baginya mengeluarkan semua keluh kesahnya tanpa berusaha menyelanya. Namun tiba-tiba aku tersentak dan hampir tersedak kopi yang baru saja aku teguk lantaran kalimat yang dilontarkannya “… Jika begini terus lebih baik saya ceraikan saja dia, lebih baik hidup seorang diri seperti dirimu saat ini…”!!

Hooohhoo, aku kira ini kesempatanku untuk menyelanya dan giliranku untuk berbicara. Aku menatapnya dengan tatapan serius dan berkata “ Oke, sebelum kamu lanjut dengan ucapanmu, biarkan aku beritahu kamu beberapa hal mengenai keadaanku saat ini. Aku ingin memberimu sedikit gambaran daftar sederhana mengenai keseharianku”

Inilah kondisi real keseharianku sejak kepergian almarhumah istriku, yang mungkin tidak seorangpun dari teman-temanku mengetahuinya. Setiap pagi aku bangun jam 04:00 subuh mempersiapkan diri dan segala sesuatu keperluan anak-anakku ke sekolah. Jam 04:30 aku bangunkan anak-anak untuk mandi, sarapan dan bersiap-siap ke sekolah. Aku kadang harus mandikan anak  yang bungsu, menyisir rambut dan mendandaninya. Jam 06:00 aku harus mengantarkan mereka ke sekolah. Disela pekerjaan dan kesibukanku, Aku usahakan selalu ada dirumah menyambut mereka pulang sekolah jam 05:00 sore. Mengecek buku tugas dan mendampingi mereka untuk memastikan semua PR telah dikerjakan. Aku harus memastikan anak-anak sudah tidur pukul 21:00

Dan ini bagian yang paling dramatisnya, saat aku masuk ke kamar untuk bersiap tidur, aku hanya melihat bantal dan guling. Aku kira kamu mengerti apa yang aku maksudkan. Saat weekend, aku harus menemani anak-anak, entah itu bermain, berenang, nonton atau memasak dirumah untuk mereka. Belum lagi kulkas yang mulai kosong yang butuh segera diisi kembali dengan daftar belanjaan yang panjang.

Sampai disitu, aku berhenti dan bertanya kepada temanku, “Itu daftar keseharianku, bagaimana dengan dirimu? Siapa yang lakukan semua itu dalam rumah tanggamu?”.  Temanku hanya menatapku sambil diam seribu bahasa. Aku pun melanjutkan perkataanku. “Dengarkan baik-baik sahabatku. Hentikan omong kosongmu. Kamu masih punya seorang istri yang begitu cantik, yang begitu perhatian padamu bahkan mungkin sedikit berlebih saat ini. Setiap pagi kamu bangun, dia sudah menyiapkan segala sesuatunya untukmu, kamu tinggal menikmatinya. Dia mengurus anak-anakmu, dia memasak untukmu dan anak-anakmu.

Dia mengurus kulkas yang sudah kosong, dia mengurus pakaian olahragamu yang penuh dengan bau keringat. Dia habiskan waktunya menjemput dan menemani anak-anakmu dari sekolah, mengantarkan mereka ke tempat les serta membantu mengerjakan PR mereka, sementara kamu sedang berasyik ria nongkrong bersama teman-temanmu di kedai kopi. Saat malam kamu pulang, kamu tinggal makan karena semua sudah tersaji di meja makan. Dan saat kamu masuk ke kamar, dia sudah menanti dan siap melayanimu disana”.

Sahabatku, hentikan omong kosongmu sekarang. Pulanglah dan peluklah istrimu. Bersyukurlah karena kamu masih bisa melihat dia saat ini, bersyukurlah karena kamu masih bisa memeluk dia. Berterimakasilah karena dia mengurus segala sesuatunya untukmu. Dia hanya sedikit mengeluh, merengek perhatianmu dan kamu mengancam untuk menceraikannya? Lelaki macam apa dirimu, suami seperti apa dirimu, sahabatku? Hentikan omong kosong ini, sahabatku!

Pulanglah sahabatku, belilah bunga dan berikan pada istrimu. Berilah dia kecupan yang mesra di keningnya. Istrimu layak mendapatkannya darimu. Sayangilah dia dengan tulus selagi dia masih setia ada disampingmu karena akan ada saatnya dia tak lagi disampingmu tapi berada di sisi Sang Empunya Kehidupan ini. Akan ada saatnya kamu begitu sangat merindukannya namun kamu hanya bisa membeli bunga dan meletakkannya dipusarannya. Akan ada saatnya kamu terbangun dimalam hari dan kamu hanya menatap dinding kamarmu yang begitu sunyi.

Sahabatku, biarkan aku memberitahumu beberapa rahasia kecilku bersama almarhumah istriku diatas tempat tidur dimalam hari sewaktu dirinya masih ada disisiku. Ada aroma dan suara khas yang dikeluarkan istriku diatas tempat tidur yang sebenarnya sangat aku tidak sukai. Hampir setiap malam, almarhumah istriku kentut dan itu sangat bau. Ia juga sering mendengkur bahkan kadang begitu kencang sampai ia terbangun sendiri saking kerasnya suara dengkuran itu.

Sahabatku, aroma kentut dan suara dengkuran itu memang kadang sangat mengganggu diriku dan mungkin saja terdengar lucu bagimu saat ini, namun dengarkan baik-baik sahabatku, sejak malam dimana Tuhan menjemputnya pulang, aroma dan suara itu tak lagi terdengar di kamarku. Kamarku sejak malam itu begitu terasa sunyi, begitu sepi sampai aku merasa begitu sangat kesepian. Aku sangat merindukan aroma dan suara itu, tapi tidak akan pernah lagi. Aku begitu sangat merindukan dirinya sampai-sampai seluruh tubuhku bergetar hebat. Tak terkira lagi berapa banyak air mataku mengalir setiap malamnya. Namun dia tak pernah kembali lagi. Tak terhitung berapa banyak bunga yang telah aku tabur dipusarannya tapi aku tak pernah lagi melihat senyumnya.

Olehnya sahabatku, sekali lagi, dengarkanlah. Pulanglah, peluklah istrimu, sayangilah dia dengan setulusnya. Cintailah dia dengan seluruh cinta yang kamu punya. Berilah dia semua perhatianmu. Buatlah dia selalu tertawa dan bahagia. Karena akan ada saatnya, dia tak lagi disisimu tapi berada disisi Yang Maha Kuasa.

Pulanglah Sahabatku dan peluklah istrimu!!

Tulisan ini kudedikasikan untuk almarhumah istriku tercinta yang aku tau dia telah berada di tempat terbaik disisi Yang Maha Kuasa. Namun juga buat sahabatku yang kini telah kembali harmonis bersama istrinya yang tercinta.

 

Mr Ben

Berawal dari mendirikan sebuah Lembaga Penyiaran Swasta, sejak saat itu visi terus berkembang | Pendiri dan CEO Fokus Media Group | cyberlabpro | itsme.id | SajaddahFM | SajaddahLive | PanuaFM | SorbanFM | Hidayah Bangsa Fondation | Penikmat Kopi Hitam |