Its My Life

Politik Pintar? Indonesia belum siap

oleh DerielHD

16 February 2019

Indonesia memang belum siap. Bicara politik pintar, banyak orang di negara kita ini masih belum siap. Banyak sok tahunya daripada benar-benar paham. Saya mungin salah satu dari mereka yang sok tahu itu. Ya, mungkin saja. Karena terus ternang pemahaman mengenai dunia politik penulis, memang sangat minim. Alasannya ya pertama, gak ada satupun dari keluarga besar yang terlibat di dunia politik, kecuali om nomor tiga yang baru-baru ini terlibat dengan salah satu partai politik karena bos ditempat dia bekerja sedang mencalonkan diri sebagai capres. Kedua, karena dari segi pendidikan, penulis hanya mengenyam dunia pendidikan secukupnya. Kalo kata orang tua sih yang penting gak dibodoh-bodohi orang aja. Dan ketiga, ya memang gak ada minat untuk terjun kedalam dunia politik; bagi penulis, dunia politik itu kejam, lebih kejam dari majikan yang jahat.

Tetapi dengan segala keterbatasan, penulis mencoba untuk memberikan sedikit alasan pribadi mengenai seberapa siap warga masyrakat Indonesia untuk menghadapi dunia politik, yang jelas-jelas saat ini semakin meluas dan memberikan pengaruh terhadap dunia disekitarnya, dalam hal ini mengenai agama, dan kebebasan berpendapat.

baca juga : Politik saling serang, siapa menang dan siapa kalah?

Jika dilihat dari sejarah panjang politik dan kekuasaan, dari sejak jaman dahulu, politik selalu berjalan beriringan dengan agama. Sebagai contoh, Perang Sallib misalnya, bagaimana masyarakat Inggris dijaman itu, yang secara pendidikan masih sangat minim, menjadi objek politisasi agama untuk meraih kekuasaan. Masyarakat diwajibkan membayar pajak yang semakin hari semakin tinggi demi membiayai tentara yang sedang berjuang di garis depan. Masyarakat Inggris saat itu ditakut-takuti bahwa jika Inggris tidak memiliki cukup biaya, maka tentara tidak akan kuat dan akhirnya penjajah dari timur tengah akan dengan mudah masuk ke wilayah Inggris dan menguasai daerah itu, dengan tindakan kekerasan tentunya.

Akhirnya dengan penuh rasa takut, masyarakat mulai mengumpulkan pajak dan bahkan mengumpulkan persembahan (di Gereja) untuk digunakan sebagai dana penunjang perang.

Kisah diatas diambil dari sepenggal film Robin Hood terbaru, dimana sedikit banyak menggambarkan keadaan dan situasi dijaman itu.

Nah, dari tradisi dan budaya politik yang diwariskan turun temurun, sepertinya bangsa kita menganut paham politik yang salah (menurut penulis). Penulis jadi bertanya-tanya, apakah semua orang yang terlibat politik harus kehilangan idealismenya dan akhirnya melakukan sesuatu yang mencoreng nama baiknya? Korupsi misalnya. Bukankah semua orang yang terlibat politik adalah orang-orang yang terpelajar? Harusnya mereka menjalankan politik pintar dong? Mengapa masih saja menggunakan politik devide et impera, itukan paham politik jaman penjajahan?

baca juga : Tidak Sepatutnya Masjid Digunakan sebagai Sarana Berpolitik, Apalagi Kampanye Partai

Kalau sudah begini, rakyat yang tidak tahu menahu akhirnya menjadi korbannya, sementara mereka yang sudah berhasil berkuasa kemudian menikmati segala kemewahan yang disediakan.

Kita memang belum siap untuk berpoitik dengan pintar. Masih ada iri hati, masih ada dengki, masih ada keegoisan, dan lain-lain. Omong kosong jika kita yang terlibat dalam dunia politik kemudian mengatakan ‘semua demi kesejahteraan rakyat dan bangsa’, tetapi senangnya memecah belah rakyat dengan memberikan edukasi politik nyinyir dan merasa paling pintar.

Jika saja para politikus itu cukup pintar, mereka akan menyadari bahwa seorang pemimpin hanya diinjikan memimpin selama lima tahun dan bisa diperpanjang hingga dua periode jika terpilih kembali. Seandainya mereka yang sering dipanggil oposisi mau sedikit bersabar dengan cara memberikan konstribusi yang baik buat pemerintahan yang ada, bukan tidak mungkin mereka akan mendapatkan kepercayaan rakyat supaya memilih mereka dalam pemilihan pemimpin berikutnya.

Yah, ini hanyalah pendapat pribadi dari penulis yang masih sangat awam dalam dunia perpolitikan. Menurut penulis, itulah yang dinamakan politik pintar. Yang ada sekarang? Politik bodoh karena masing-masing merasa paling benar.

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis