Its NOT Me

Petugas kebersihan vs Sampah dan Tikus

oleh DerielHD

7 November 2018

Tulisan saya selalu terinspirasi dari status rekan-rekan saya di media sosial. Meskipun media sosial jaman now sudah sangat memuakkan, akan tetapi ya tidak bisa disangkal bahwa seringkali inspirasi saya datang dari melihat status di media sosial itu.

Jadi ceritanya ada seorang teman facebook saya yang memuat sebuah gambar yang berlatar belakang seorang pemimpin daerah yang sedang memandangi sebuah selokan alias got diluar negeri sono yang tertutup dengan lempengan besi. Gambarnya sih gak aneh, hanya captionnya yang aneh. Di gambar itu tertulis “Mengapa got ini ditutup? Tanya si pemimpin itu. “supaya tidak ada yang masuk lagi pak, jawab si bule di sebelahnya.” meskipun penulis tidak yakin bahwa gambar tersebut sedang menggambarkan si pemimpin yang sedang memandangi got yang ditutup; bahkan mungkin saja foto itu lokasinya bukan di Canada. Namun, Caption tersebut seakan menyindir pemimpin-pemimpin yang suka “masuk” dalam got untuk menunjukkan kesungguhannya dalam bekerja.

Dan menurut saya ini hal menarik, mengapa? Karena ilustrasi ini sangat pas untuk menggambarkan situasi negara kita saat ini. Maaf jika penulis terlalu vulgar, akan tetapi situasi bangsa ini tidak jauh beda dengan keadaan yang ada di dalam sebuah selokan alias got. Apa yang membuat tidak jauh berbeda? Kita semua tahu kan kalo got merupakan tempat yang kotor. Apalagi di Indonesia, ada sampah, air comberan, tikus, kecoa, dan lain-ain yang kotor. Beberapa waktu yang lalu negara ini bagaikan got yang sangat kotor. Aliran air tidak berjalan lancar, sering mampet; dan akhirnya menyusahkan banyak orang.

Kesamaan yang memang bukan apple to apple, akan tetapi ya memang benar. Got yang seharusnya menjadi mengalirkan air tidak berjalan lancar karena ada sesuatu di dalamnya; ada yang hidup dengan nyamannya dengan hasil mencuri makanan dari manusia yang berada di permukaan.

baca juga : RIP Moral, bencana dan musibah salah siapa?

Saya rasa selokan memang perlu untuk ditutup, namun sebelum ditutup, sangat penting untuk dibersihkan terlebih dahulu. Dibersihkan dari apa? Ya dari segala kotoran yang mungkin akan membuat got atau selokan tersebut tersumbat; dibersihkan dari penghuni-penghuni yang kotor dan jorok, yang hidup dari hasil mencuri dari manusia.

Ibaratnya sebuah negara, ada got yang sangat kotor, dalam pemerintahan, birokrasi, dan lain-lain, yang membuat aliran rejeki dan kesejahteraan masyarakatnya tersumbat, maka semuanya itu perlu dibersihkan. Dibersihkan dari sampah masyarakat, dibersihkan dari tikus got dan kecoa yang mencuri kesejahteraan rakyat dan hidup didalam got. Dan bukankah itu demi kepentingan si tikus itu sendiri? Kalau dia berhenti mencuri kan artinya si tikus bisa hidup dengan tenang dan tidak diganggu oleh para pembasmi tikus?

Pelajaran si pemimpin mengenai got yang ditutup sungguh sangat menginspirasi. Sebagai pemimpin yang baik, memang sangat diperlukan yang namanya kesungguhan hati dan keberanian dalam memimpin. Terkadang pemimpin itu harus berani “turun” ke dalam got yang paling kotor sekalipun untuk memastikan masyarakat yang dipimpinnya mendapatkan kebersihan yang layak. Bersih dari sampah masyarakat, bersih dari tikus-tikus berdasi yang senang mencuri dan sibuk memperkaya diri sendiri.

Hanya orang yang senang dengan hal kotorlah yang kemudian menutup got tanpa membersihkannya terlebih dahulu. Hanya pemimpin kotor yang suka dengan got yang kotor. Atau mungkin si pemimpin hendak menyembunyikan tikus-tikus anggotanya di dalam got tersebut? Hanya Tuhan yang tahu..

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis