Its NOT Me

Perusuh mengaku dibayar 200-300 ribu per orang

oleh DerielHD

24 May 2019

Menyedihkan melihat perpolitikan Indonesia akhir-akhir ini. Para elite sedang mempertontonkan sebuah pendidikan politik yang sangat amat tidak sehat. Mulai dari menyebarkan berita bohong, hingga konfrensi pers untuk kasus-kasus yang tidak jelas atau fiktif.

Dikutip dari kompas.com, kerusuhan yang terjadi pada tanggal 22 Mei kemaren setelah KPU selesai rekapitulasi dan mengumumkan hasil rekapitulasi pada tanggal 21 dini hari. Masa yang berasal dari Jakarta dan luar Jakarta melakukan aksi damai hingga masa ijin keramaian selesai, dan masa tersebut mulai membubarkan diri. Namun pada jam 21.00 tiba-tiba ada masa yang tiba-tiba datang dan mulai mencoba untuk menghancurkan atau merusak pagar duri yang membatasi ruang gerak dari para demonstran.

Usut punya usut, ternyata dari sebagian besar demonstran atau perusuh yang tertangkap, berasal dari jawa barat dan dari daerah luar Jakarta lainnya. Setelah ditangkap, mereka mengaku dibayar 200 hingga 300 ribu per orang per hari untuk melakukan aksi turun ke jalan (sumber). Dari penangkapan kemaren pihak Kepolisian mengamankan sebuah mobil ambulance berlogo partai yang memuat batu-batu untuk dibagikan kepada massa, dan juga menyita sejumlah uang yang katanya hendak diberikan kepada pendemo yang sudah mereka pilih.

Nah sobat, sesungguhnya tindakan semacam ini adalah sebuah tindakan yang sangat menciderai demokrasi. Benar bahwa aksi turun ke jalan dan melakukan aksi protes memang dilindungi oleh undang-undang mengenai berserikat, berkumpul, dan memberikan pendapat. Namun akan lebih indah jika disampaikan dengan cara-cara yang santun dan lebih mengedapankan kepentingan banyak orang.

Sebagai elite poltik senior Indonesia, sudah selayaknya memberikan pendidikan politik yang baik dan layak kepada masyarakat untuk masa depan politik Indonesia yang lebih baik.

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis