Featured, Its My Faith

Perpaduan Ideologi Pancasila dengan Islam sebagai Penjaga dari Terorisme

oleh Mr Ben

9 June 2018

Maraknya aksi radikal bernama terorisme yang terjadi di Indonesia belakangan ini tak urung menjadi sorotan berbagai pihak. Pasalnya, masyarakat banyak yang ketakutan keluar rumah untuk menuju tempat ibadah. Aksi tersebut bahkan sampai melibatkan anggota keluarga, tak terkecuali anak-anak.

Korban dan aksi terorisme tersebut bukan hanya dari kalangan umat non muslim. Umat muslim pun turut menjadi sasaran terorisme. Ini menjadi bukti adanya pemikiran yang salah dalam memaknai agama. Hingga akhirnya orang yang tidak bersalah turut dicurigai dan salah paham terutama pada wanita berjilbab, cadar, jenggot, takbir dan santri. Padahal mereka sedang menjalankan apa yang disunnahkan dan diajarkan oleh agama Islam. Tidak semua orang yang seperti itu adalah pelaku teroris.

Kekhawatiran semakin bertambah ketika densus 88 menangkap sebagian besar teroris yang mulai menyebar di pelosok Indonesia yang juga disertai dengan penyitaan bahan-bahan peledak. Aparat negara dari seluruh bagian mulai berhati-hati terhadap hal yang mencurigakan.

Aksi radikal bertajuk terorisme tersebut dapat diperangi dengan mengamalkan ilmu agama Islam dengan benar dan ideologi negara Republik Indonesia. Perpaduan antara Pancasila yang kelahirannya diperingati setiap tanggal 1 Juni dan Islam dapat menjadi benteng terorisme. Terorisme merupakan pemahaman yang keliru tentang Islam. Dan juga menjadi aksi yang tidak sesuai dengan ideologi yang terkandung dalam Pancasila.

Sebagai negara kesatuan, Indonesia memiliki ideologi atau dasar negara yang disebut Pancasila. Setiap butir Pancasila telah diresmikan setelah Indonesia menyatakan kemerdekaan dari penjajahan Jepang. Tujuannya sudah jelas sebagai alat pemersatu bangsa. Karena itu Pancasila memiliki nilai-nilai penting yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Lantas bagaimana hubungan antara Pancasila dengan agama Islam yang akhir-akhir ini menjadi perdebatan? Pemikiran yang menghubungkan Islam dengan aksi terorisme, seperti misalnya bom bunuh diri atau sengaja mengebom tempat ibadah umat lain sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Aksi radikal bertajuk terorisme tidak bisa dikaitkan dengan agama Islam. Namun lebih tepatnya didasarkan pada kesalahan individu dalam memahami ajaran agama Islam dan salah memaknai Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa Indonesia.

Sebagai negara kesatuan, ajaran Islam dan Pancasila justru menjadi penjaga dari terorisme apabila dapat memahami dengan benar. Butir-butir yang disebutkan dalam Pancasila adalah pengamalan dari bahasa Al Quran. Contohnya butir kedua Pancasila, yaitu Kemanusiaan yang adil dan beradab menjelaskan bahwa kata ‘Adil’ dan ‘Beradab merupakan bahasa yang dipakai dalam Al Quran. Dan karena sebagian besar yang merumuskannya adalah para ulama, maka Pancasila tercipta dari bahasa-bahasa dalam Al Quran. Pernyataan tersebut disampaikan oleh KH Syahron Sirait, Ketua MUI Kota Tanjung Balai.

Aksi terorisme yang disertai bom bunuh diri seringkali disalah artikan sebagai bentuk jihad terhadap agama Islam. Nyatanya, hal tersebut sangat bertentangan dengan apa yang ada di dalam Al Quran. Terlebih dalam kehidupan berbangsa, terorisme termasuk melanggar norma agama, nilai-nilai keadilan dan dapat merusak tatanan kehidupan. Islam adalah agama yang yang damai dan melarang aksi-aksi radikal. Bahkan agama Islam pun melarang umatnya untuk membunuh orang lain sekalipun orang tersebut membunuh seseorang.

Pancasila bukanlah suatu ideologi yang bertentangan agama Islam karena di dalamnya terkandung butir-butir yang baik dan telah dipikirkan dengan matang demi NKRI oleh para terdahulu bangsa. Dengan pengamalan dasar negara Pancasila dan ajaran agama Islam yang benar, semoga dapat memerangi aksi-aksi radikal yang sering salah kaprah. Islam dan Pancasila seharusnya dapat berjalan beriringan.

Mr Ben

Berawal dari mendirikan sebuah Lembaga Penyiaran Swasta, sejak saat itu visi terus berkembang | Pendiri dan CEO Fokus Media Group | cyberlabpro | itsme.id | SajaddahFM | SajaddahLive | PanuaFM | SorbanFM | Hidayah Bangsa Fondation | Seorang Penikmat Kopi Hitam |