Its My Family

Pengeluaran Keuangan Keluarga Membengkak?

oleh Mr Ben

16 August 2018

Salah satu masalah dalam keluarga tak hanya berupa cekcok tentang hubungan suami istri saja melainkan juga pengelolaan Keuangan keluarga. Perkembangan zaman makin pesat diikuti pula dengan kebutuhan masyarakat bertambah besar. Terlebih lagi jika anggota keluarga mulai bertambah, ada anak-anak, orang tua, mertua bahkan saudara.

Keuangan keluarga jadi kacau balau jika Anda tak mengaturnya sebaik mungkin bahkan sampai mengalami krisis di tiap bulan. Sebagai akibatnya kebutuhan harian yang dianggap penting tak dapat dipenuhi. Kemudian sebagai jalan keluar, sebagian besar orang akan mengajukan pinjaman uang atau hutang dengan tambahan bunga melalui lembaga tertentu, bisa bank, pegadaian, atau semacamnya. (Baca juga: Antara Orang Gila dan Gila Uang, Siapa Yang Gila?)

Penyebab Membengkaknya Pengeluaran Keuangan Keluarga 

Masalah dalam keluarga yang satu ini memang sangat umum, artinya hampir selalu terjadi di tiap rumah. Keuangan layaknya seperti aliran darah di tubuh manusia, membagikan asupan gizi dan nutrisi ke berbagai organ dan bagian seperti jantung, ginjal, paru-paru, dan sebagainya. Dalam hal ini diibaratkan  pendapatan uang tiap bulan sebagai darah di tubuh manusia kemudian dialirkan atau digunakan untuk memenuhi semua kebutuhan seperti sekolah anak, belanja bulanan, bayar listrik, tagihan air, cicilan kendaraan dan masih banyak lagi. Jika Anda dan keluarga hidup secara boros maka tak akan mampu mencukupi semua hal tersebut atau mungkin selalu kekurangan dan bingung membayar di setiap bulan. Supaya lebih jelas maka cobalah kenali apa saja penyebab krisis tersebut.

  1. Membeli barang yang tak diperlukan sehingga hanya disimpan saja dalam gudang.
  2. Tak hemat air dan listrik karena merasa sumber daya tersebut tak bisa habis. Contohnya menonton TV sampai malam, charger smartphone dibiarkan semalaman, lupa menutup keran air, dan sebagainya.
  3. Gaya hidup hedonisme, seperti nongkrong di restoran atau kafe, jalan-jalan tiap weekend, atau sebagainya.
  4. Sering makan dan jajan di luar, padahal harga makanannya lebih mahal daripada memasak sendiri.
  5. Jarang menabung dan tidak sengaja menyisakan sisa pendapatan sama sekali.

Tips Mengatur Keuangan Keluarga dengan Benar 

Keuangan keluarga tak hanya dilakukan oleh pihak istri saja tetapi suami turut andil dan membantu. Jadi keduanya bisa saling berusaha mengatur dan mengingatkan tentang jumlah pengeluaran satu sama lain. Salah satu cara jitu mengatasi masalah tersebut yaitu dengan melakukan penghematan di berbagai bidang kehidupan, khususnya jika itu dianggap tak perlu. Kemudian buatlah anggaran belanja bulanan meliputi bahan sembako, bahan dapur, makanan mentah, makanan yang sifatnya jangka panjang, bumbu dan sebagainya. Tujuannya supaya jatah uang tersebut bisa terorganisir dengan baik dan tepat.

Anda juga wajib mencatat pengeluaran tiap akhir bulan supaya bisa mengetahui apa saja barang penting dan kurang wajib dibeli. Jangan lupa hemat dalam penggunaan energi di rumah seperti listrik, air, dan produk rumah tangga supaya tagihannya tidak membengkak, selain itu juga turut melestarikan bumi dari kelangkaan sumber daya. Tips terakhir dan paling ampuh adalah berusaha menyisakan sedikit saja sisa pendapatan setiap akhir bulan di bank atau tempat penyimpanan aman. Uang tersebut akan bertambah sedikit demi sedikit sehingga dapat dipergunakan untuk keperluan mendadak seperti biaya pendidikan, berobat, atau yang sifatnya tidak bisa diprediksi.

Jumlah pengeluaran keuangan keluarga menjadi masalah pokok dan sering terjadi, sampai-sampai memicu perselisihan. Oleh sebab itulah mengapa Anda bersama pasangan harus saling kerjasama mengelola keuangan keluarga dengan baik.

Mr Ben

Berawal dari mendirikan sebuah Lembaga Penyiaran Swasta, sejak saat itu visi terus berkembang | Pendiri dan CEO Fokus Media Group | cyberlabpro | itsme.id | SajaddahFM | SajaddahLive | PanuaFM | SorbanFM | Hidayah Bangsa Fondation | Penikmat Kopi Hitam |