iT’s me – “No body’s perfect!” memang… Selain Sang Maha Pencipta, di dunia ini tidak ada satu manusiapun yang sempurna, bahkan mendekati yang namanya kesempurnaan pun tidak. Mari sedikit kita membicarakan hal yang rohani. Dari sejak jaman dahulu kala, manusia mencoba untuk mencapai kesempurnaan, katakanlah sejak awal penciptaan manusia, Adam dan Hawa. Sang Maha Kasih telah menciptakan mereka dengan begitu sempurna, yang satu diciptkan dari debu dan tanah, yang satunya lagi diambil dari bagian tubuh manusia yang lain, kemudian keduanya diberikan nafas hidup yang sempurna oleh Sang Pencipta. Bagi saya, itu sudah sangat luar biasa dan sangat cukup. Akan tetapi apa yang terjadi, kedua manusia pertama tersebut kemudian menjadi bimbang karena keinginan untuk menjadi lebih hebat dan sempurna, sama seperti Sang Pencipta yang adalah sempurna.

“Harapan dan keinginan yang begitu tinggi mungkin sudah membutakan mereka, sehingga mereka menjadi buta dan tidak melihat kesempurnaan yang ada di sekeliling mereka.”

Bagaimana dengan manusia dijaman ini? Keinginan demi keinginan menjadi dasar yang sangat kuat bagi manusia mencari kesempurnaan. Ada yang rela menghabiskan uang begitu banyak, untuk melakukan operasi plastik, ada yang berusa uantuk melangsingkan tubuh sedemikian rupa, dan lain-lain. Bagiku, sempurna itu masih tetap subyektif. Nilai kesempurnaan itu sangat bergantung dari bagaimana kita melihat dan menilainya segala sesuatu. Dan, Ya, bagiku kamu adalah kesempurnaan itu. Ketika menulis ini, aku teringat dengan sebuah lgu dari sebuah grup band ternama indonesia di era 2000an, sebuah lagu berjudul, “(Kau begitu) Sempurna”. Ya, kau begitu sempurna, dimataku kau begitu indah..kau membuat diriku akan s’lalu memujamu… Seperti itulah bunyi penggalan dari syair lagu tersebut. Lirik yang sangat menginspirasi para manusia, makhluk Tuhan yang saling mencintai, memiliki perasaan yang begitu dalam terhadap lawan jenisnya. Aku.. Ya, bagiku kamu adalah sempurna..

Sekali lagi, kata orang, tidak ada yang sempurna di dunia ini. Benarkah? Dengan lantang aku akan berkata mereka semua salah!!! Bisa saja mereka salah dalam mengartikan kata sempurna itu sendiri.. Harapan dan keinginan yang begitu tinggi mungkin sudah membutakan mereka, sehingga mereka menjadi buta dan tidak melihat kesempurnaan yang ada di sekeliling mereka. Begitu rumitkah makna dasar dari kata sempurna ini? Mengapa masih banyak orang masih mengejar kesempurnaan jika seandainya mereka sudah tahu bahwa sejak awal, kita sudah diciptakan dengan begitu sempurna? Benar! Aku rasa selama ini mereka sudah salah mengartikan kata sempurna (Semoga mereka membaca artikel ini).

“Tidak banyak orang didunia ini yang menyadari betapa sempurnanya orang yang dia cintai.”

Tidak ada sesuatupun yang sempurna? Akan tetapi, bagiku kamu sudah sempurna.. ya kamu yang selalu ada di dekatku.. yang selalu menemaniku disaat aku lemah dan tak berdaya.. kamu yang selalu memberikan semangat dan motivasi baru setiap hari.. kamu yang selalu menjadi sumber inspirasiku.. kamu yang selalu melakukan tindakan yang tidak kamu sukai demi membuat aku bahagia.. ya kamu, siapa lagi? Kamu adalah sempurna bagiku.. Kelebihanmu dan kekuranganmu, itu hanyalah bumbu tambahan yang menjadi pelengkap kesempurnaanmu. Tidak ada yang lain, hanya kamu. Hatiku sudah aku kunci, dengan kamu didalamnya, dan kuncinya sudah aku buang entah kemana… Berlebihan? Aku rasa tidak. Untuk seseorang yang tanpa dia sadari sudah memberi makna baru didalam hidupku, ini belum seberapa.



DerielHD

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media
DerielHD

Latest posts by DerielHD (see all)