Its NOT Me

Nek Sukma dan Puisi Ibu Indonesia

oleh DerielHD

12 April 2018

itsme.id – Benar-benar keterlaluan. Nek Sukma sudah menista agama!! Puisi Nek Sukma sudah sangat menyinggung hati dari ummat! Setidaknya itulah bunyi kutipan berita mengenai kontroversi puisi nek Sukma yang sedang hangat dibicarakan di media masa dan sosial. Dari nadanya sih terdengar betapa terlukanya para ormas yang megatas namakan Forum Umat Islam Bersatu (FUIB), Forum Swadaya Indonesia, Presidium Alumni 212, dan Gerakan Pemuda Islam (GPI) sangat kecewa berat dan telah melaporkan yang bersangkutan.

Kasihan Nek Sukma, saya yakin nek sukma tidak ada niat untuk menistakan atau melecehkan agama tertentu. Beliau hanya kebetulan membacakan puisi yang merupakan hasil karya tahun 2006 yang lalu, dalam sebuah buku miliknya yang berjudul “Kumpulan Puisi Ibu Indonesia”. Anehnya kok bisa hebohnya sekarang, setelah dibacakan? Entah karena bukunya yang kurang laku, atau minat baca masyarakat yang kurang. Entahlah.. intinya, bisa saja Nek Sukma sama sekali tidak punya niat untuk menista. Lagipula, Nek Sukma sudah minta maaf kan? Dan MUI juga sudah memaafkan, ya sebaiknya dimaafkan saja.

Memang, beberapa penggal kalimat dalam puisi tersebut, jika diterjemahkan secara lahiriah tanpa memahami nilai sastra yang terkandung didalamnya, akan sangat mempengaruhi suasana hati dari pendengarnya. Tentu saja ummat akan langsung bereaksi karena merasa dilecehkan dengan kalimat-kalimat itu. Yah, mungkin Nek Sukma hanya salah memilihi judul da nisi puisi saja. Dan juga, sebagai public figure, nek Sukma harus lebih bijak dalam melihat kecenderungan sikap dari masyarakat kebanyakan saat ini. Negara ini memang sedang aneh-anehnya. Ketika korupsi impor daging dikorupsi, dana haji ditilep, dan umroh ummat digunakan untuk kepentingan pribadi, hingga masalah lain-lain yang berurusan dengan “penistaan” terhadap agama malah tidak mendapatkan respon apa-apa dari para ormas. Kenapa ya?

Apakah mencuri uang rakyat kecil alias korupsi itu bukan penistaan terhadap agama? Apakah korupsi dana haji dan menilep uang umroh ummat itu bukan penistaan terhadap agama? Apakah ada ‘kotak’ tersendiri untuk kategori penistaan agama?

Yah, kita serahkan saja semuanya kepada pihak-pihak yang bersangkutan, semoga segera ditemukan rumusan yang tepat untuk mengatasi kekisruhan yang terjadi akibat dari puisi “Ibu Indonesia” yang dibacakan oleh nek Sukma. Yang tabah ya nek, semoga nenek semakin bijak dan kreatif untuk terus menghasilkan karya-karya terbaik yang bermanfaat bagi bangsa ini. Untuk netizen, jangan langsung panas hati ya. Terkadang rekan-rekan netizen perlu memahami benar akar pokok permasalahan sebelum bereaksi berlebihan dengan memberikan penghakiman dan komentar pedas untuk Nek Sukma. Ingat bahwa setiap orang akan bertanggung jawab sesuai dengan setiap perkataan yang keluar dari mulutnya, yang diketik oleh jari-jarinya, dan yang keluar dari hati dan pikirannya. Semoga kita semua bisa mempertanggung jawabkan semuanya itu nanti ketika hari penghakiman itu tiba, karena masing-masing kita dihakimi sesuai dengan setiap perbuatan kita, dan tidak ada orang yang kita kenal yang bisa memberikan pembelaan.

 

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis