Its My Family

Nak, mengampuni dan malupakan itu perlu

oleh DerielHD

26 August 2018

Baru-baru ini, kejadian yang kurang menyenangkan saya alami. Rasa sedih dan sakit hati datang merampas kebahagiaan. Tetapi saya bersyukur, ketika Tuhan memberikan kesempatan untuk merasakan kebahagiaan, meskipun hanya sesaat lamanya. Benar sobat, saya hanyalah manusia biasa, tulang, darah, daging, dan sedikit lemak, sama seperti kalian. Dan bagi saya, ketika kebahagiaan itu dirampas, sulit rasanya untuk memberikan pengampunan dan melupakan kesusahan itu. Mengampuni dan melupakan terasa hanya enak untuk diucapkan.

Saya marah, Sesak, sedih, galau, semua perasaan negatif itu bercampur menjadi satu. Tetapi, sekali lagi saya bersyukur, masih ada sedikit rasa rindu yang tersisa, yang sepertinya cukup untuk menghalangi rasa marah untuk tidak semakin membesar. Rindu kepada si kecil yang telah pergi, kembali kepada kehidupannya bersama orang tua kandungnya. Tidak ada lagi teriakan memanggil papa dan mama, tidak ada lagi mainan yang berserakan dilantai, tidak ada lagi ketukan kecil dari tangan mungilnya di pintu kamar, tangisan manja meminta sesuatu yang diinginkannya. Yang tersisa hanyalah kursi rotan mungilnya untuk duduk ketika jalan-jalan naik sepeda motor, sebuah meja kecil tempatnya makan dan belajar menulis, dan baying-bayang teriakan, gelak tawa, dan tangisan yang seolah masih menggema di lorong rumah.

baca juga : Buah hatiku, mengapa engkau pergi?

Ah nak, seandainya kemu tidak pernah datang saja ke kehidupan kami. Mungkin hati ini tidak akan begitu sesak, terluka dan merasakan sakit. Mamamu terus menerus menangis sedih mengenang semua kenangan bersamamu. Kelucuan dan kenakalanmu, it uterus yang menjadi bahan perbincangan kami beberapa terakhir kami, karena kami sangat merindukanmu. Seandainya saja saya tidak pernah bertemu denganmu ataupun mengenalmu. Seandainya saja saya tidak memelukmu, mungkin kisah hidup ini akan ditulis dengan cerita yang berbeda.

Ya sudahlah, bagaimanapun juga hidup ini harus terus berlanjut. Kami mengampuni mereka semua yang merampasmu dari kehidupan kami hanya karena mereka merasa lebih rohani dari kami. Live must go on! Kami harus melupakan semua kenangan buruk itu, supaya kami tidak berdosa dengan menyimpan rasa marah dan sakit hati terhadap mereka.

baca juga : Memaknai sebuah kehilangan

Mengampuni dan melupakan itu sangat perlu saya lakukan, bukan supaya mereka melihat kami sebagai orang yang sabar dan religious, tetapi supaya saya terhindr dari dosa karena kebencian yang timbul dari rasa marah. Mengampuni dan melupakan mereka juga berguna, supaya pintu berkat dan belas kasihan Tuhan tidak tertutup untuk kami, karena kami yakin bahwa ada berkah Tuhan yang lebih baik yang telah disiapkanNya untuk kami.

Saya dan mamamu hanya terus berdoa supaya kamu bisa bertumbuh dalam kebahagiaan dan sukacita yang sama seperti ketika engkau bersama kami, atau lebih baik lagi, sehingga kelak ketika engkau besar nanti, kamu tidak menjadi seperti mereka, yang dengan alasan rohani ingin memulihkan hati satu orang tetapi membuat luka yang amat menyakitkan terhadap banyak sekali orang. Doa yang terbaik untukmu nak, dan untuk masa depanmu. Jika seandainya kita memang jodoh, biarlah Tuhan kembali mempertemukan kita, suatu hari nanti.

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis