Its My Life

Metropolitan rasa pelosok

oleh DerielHD

6 August 2019

Saya tinggal di daerah yang cukup terpencil di pelosok Jambi, yang bahkan jika menyebutkan nama kotanya aja banyak dari sobat sekalian yang kebingungan dan bertanya-tanya tentang keberadaan kota itu. Bahkan ada rekan saya yang menganggap saya asal aja mengarang nama kota tempat saya tinggal. Ini bukti bahwa Indonesia begitu luas dan mustahil bagi setiap warga masyarakat yang tinggal di dalamnya untuk menghafal satu demi satu nama daerah, kota, dan desa yang ada.

Eh tapi bukan itu yang akan kita bahas. Kita akan membahas soal pemadaman listrik di kota metropolitan, Jakarta, Bandung, dan sebagian daerah jawa lainnya. Berbagai media lokal memberitakan mengenai dampak dari terganggunya sistem dari PT. PLN yang akhirnya menyebabkan aliran listrik disebagian pulau jawa harus dipadamkan. Sangat mengganggu memang, apalagi hampir semua masyarakat sangat bergantung pada listrik untuk beraktifitas.

Hari ini beberapa daerah di Jakarta, bandung, dan sebagian daerah jawa barat dan tengah masih mengalami pemadaman listrik, mereka mulai resah dan sangat mengharapkan agar supaya pihak PLN segera melakukan tindakan untuk mengatasi permasalahan ini.

baca juga : Kontroversi penutupan rumah makan babi

Metropolitan rasa pelosok? Ya iya dong. Bukan maksud mendeskriminasi daerah pelosok akan tetapi ya begitu kenyataannya. Faktanya, jika berbicara mengenai pemadaman listrik, daerah pelosoklah yang paling sering mengalaminya. Bukan hanya pemadaman listrik aja, masih banyak permasalahan lainnya yang menyangkut kesejahteraan penduduk yang sering dihadapi oleh mereka yang tinggal dan hidup di pelosok. Setidaknya warga Jakarta dan sebagian pulau jawa bisa ikut merasakan bagaimana hidup tanpa listrik meskipun hanya sebentar.

Mengeluh? Kepada siapa? Dan apa untungnya? Yang ada hanya dongkol sendiri dan makan hati. Jika sebagian Pulau Jawa mengalami pemadaman karena rusaknya sistem yang digunakan, bagaimana dengan mereka yang bahkan hingga saat ini, jangankan memiliki instalasi listrik, melihat listrik itu seperti apa aja belum pernah.

Benar bahwa hampir semua aktifitas masyarakat menjadi lumpuh akibat pemadaman ini, mulai dari pekerjaan kantor swasta hingga kantor pemerintahan menjadi lumpuh total. Dan ini merupakan masalah besar, bagi pribadi-pribadi maupun badan usaha. Semuanya merugi jutaan hingga milyaran rupiah. Pelayanan public terganggu, dan akhirnya berimbas kepada hal-hal yang lain juga.

Begitu bergantungnya masyarakat akan listrik sehingga menjadikan listrik menjadi salah satu ‘makanan’ pokok. Mungkin kita sudah harus mulai mencontoh warga Jerman yang beralih dari listrik pemerintah dan menggunakan pasokan listrik dengan energy terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Angin. Banyaknya pembangkit listrik tenaga angina di Jerman membuat mereka surplus pasokan listrik sehingga pemerintahnya malah menawarkan akan membayar warganya yang mau menggunakan listrik dari pmerintah.

Mungkin kita juga perlu beralih menggunakan energy yang terbarukan seperti tenaga surya dan tenaga angina sebagai sumber listrik supaya beban pasokan listrik dari pemerintah tidak makin berat, kan bisa sekalian membantu pemerintah. Selain itu kita juga bisa memiliki kualitas udara yang lebih sehat karena minimnya polusi dari pembangkit listrik yang menggunakan tenaga disel atau batubara.

Yah, semoga saja Indonesia menjadi lebih baik kedepannya.

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis