Its My Faith

Menyikapi dan Memaknai Peristiwa Mudik Menyambut Lebaran

oleh Mr Ben

16 June 2018

Indonesia sangat kental dengan aktivitas mudik yang biasa dilakukan saat penghujung Ramadhan. Mudik dianggap sebagai kegiatan sakral bagi pemeluk agama Islam di Indonesia. Kegiatan yang biasa dilakukan setiap setahun sekali tersebut membawa warna tersendiri bagi masyarakat yang hidup di perantauan. Tinggal jauh dari sanak saudara membuat momen Ramadhan begitu berarti dan memanfaatkan libur panjang Idhul Fitri sebagai hari mudik.

Sedemikian sakralnya, mudik dengan tujuan berlebaran dengan orang tua dan sanak saudara, seolah-olah sudah menjadi tradisi yang terus melekat pada masyarakat muslim Indonesia. Dari jauh-jauh hari pemudik selalu menyiapkan perbekalan dan membeli oleh-oleh untuk sekedar dibagikan kepada sanak saudara. Bagi mereka yang telah ditinggalkan orang tua, mudik atau pulang kampung dimanfaatkan untuk berziarah.

Meskipun membutuhkan pengorbanan untuk mudik, baik dari segi biaya dan lelahnya badan semua pengorbanan tersebut terbayar lunas saat berkumpul bersama keluarga. Kebersamaan di kampung halaman menjadi hal yang paling menyenangkan dan tak ternilai harganya. Tidak ada larangan untuk melakukan mudik karena baik untuk menjalin silaturrahmi dan memuliakan orang tua sendiri.

Seyogyanya hari raya Idhul Fitri yang dipenuhi kegembiraan tersebut tidak sepantasnya dirayakan secara berlebihan. Memperingati sesuatu secara berlebihan sangat tidak dianjurkan dalam agama Islam. Sayangnya yang terjadi di masyarakat Indonesia adalah antusias merayakan lebaran dengan berlebihan hingga terkesan sombong. Sebagian besar masyarakat yang mudik terlihat memamerkan barang baru sehingga menimbulkan kecemburuan sosial.

Terkadang saat berada dijalanan pun para pemudik lupa untuk melaksanakan sholat lima waktu. Padahal saat ini banyak masjid yang bisa disinggahi untuk sholat. Bagi yang mudk menggunakan angkutan umum, seperti bis atau kereta api juga masih bisa melaksanakan sholat di dalam kendaraan.

Mudik juga bisa membuat orang lupa untuk menunaikan salah satu kewajiban yang diwajibkan menjelang Idhul Fitri, yaitu zakat fiitrah. Kesibukan membeli oleh-oleh untuk kerabat membuat banyak umat muslim yang mengesampingkan zakat fitrah. Sebagian besar terlena dengan diskon yang ada pada pusat perbelanjaan.

Agaknya berbagi merupakan hal yang perlahan luntur saat masyarakat terlena dengan aktivitas mudik. Semangat untuk berbagi dengan sesama saat melakukan aktivitas mudik perlu ditanamkan dalam hati. Dengan bersedekah, maka akan menjaga hubungan baik antara sesama manusia dan juga Allah SWT.

Sedekah yang bisa dilakukan menjelang Idhul Fitri bukan hanya tentang zakat fitrah. Sedekah dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Momen Ramadhan merupakan salah satu bulan terbaik untuk mengejar pahala dari bersedekah.

Kembali ke kampung halaman bukan berarti bisa seenaknya membawa pengaruh perkotaan yang tidak baik. Mengajak dan mempengaruhi keluarga bahkan warga dengan pengaruh negatif yang dibawa dari perantauan menimbulkan malapetaka bagi diri sendiri. Jangan sampai amal ibadah yang telah dibangun pada bulan Ramadhan hangus karena keburukan.

Begitu juga dengan datangnya Idhul Fitri, bukan berarti bebas melakukan hal sesuai kehendak. Justru kehilangan bulan Ramadhan adalah sesuatu yang sangat disayangkan. Pada bulan tersebut terdapat pahala berlipatganda yang telah dijanjikan oleh Allah SWT. Bulan mulia yang sangat dirindukan oleh umat Muslim di dunia.

Maka dari itu Idhul Fitri menjadi sarana baru untuk meremajakan diri dengan akhlak dan tamu Allah SWT yang baru. Tempaan selama bulan Ramadhan semoga dapat melatih diri menjadi pribadi yang selalu mendekatkan diri pada Allah SWT. Selamat Idul Fitri, Mohon maaf lahir dan batin

Mr Ben

Berawal dari mendirikan sebuah Lembaga Penyiaran Swasta, sejak saat itu visi terus berkembang | Pendiri dan CEO Fokus Media Group | cyberlabpro | itsme.id | SajaddahFM | SajaddahLive | PanuaFM | SorbanFM | Hidayah Bangsa Fondation | Seorang Penikmat Kopi Hitam |