Its My Life

Menurunnya Minat Baca Generasi Milineal Indonesia

oleh Mr Ben

27 August 2018

Rupanya semakin kesini minat baca masyarakat Indonesia menurun drastis. Salah satu indikatornya dimana orang lebih banyak menghabiskan waktu dengan berbagai hal yang sifatnya hura-hura, seperti hangout di cafe, karaoke, main game, dan lain sebagainya. Padahal waktu senggang yang dimiliki termasuk banyak sehingga bisa dilakukan untuk hal lain lebih bermanfaat, misalnya membaca buku, majalah, ataupun beberapa sumber informasi lain.

Jika menengok ke belakang, tepatnya pada saat negara kita belum mencapai masa modernisasi seperti ini, sebagian besar penduduknya rajin membaca serta menulis. Jauh sebelum meraih kemerdekaan para kaum intelektual bahkan rakyat biasa gemar membaca media masa dengan tujuan mengikuti berita paling terkini.

Selain itu para pahlawan juga seringkali menyampaikan aspirasi mereka lewat tulisan yang nantinya bakal diterbitkan pada koran ataupun majalah tertentu. Dengan begitu masyarakat dapat membacanya dengan leluasa serta mendapatkan motivasi, semangat perjuangan dan beragam informasi terbaru mengenai kondisi saat itu. Tak heran kalau banyak orang-orang cerdas berkarakter lahir di era tersebut. Berbading terbalik dengan masa sekarang dimana para generasi muda saja malas menumbuhkan minat baca. Bahkan beberapa toko buku legendaris yang berjaya di zamannya terpaksa gulung tikar karena sepi peminat apalagi pelanggan. Sebagai akibatnya bangsa mengalami pemorosotan nilai serta karakter meskipun otak mereka tergolong cerdas dalam bidang akademis.

Membaca Tak Sekedar Hobi Biasa

Cobalah tengok ke negara lain seperti Jepang ataupun beberapa di wilayah Eropa bahkan Amerika. Minat baca penduduknya sangat tinggi karena begitu mencintai ilmu. Layaknya teknologi, pengetahuan juga semakin berkembang dari masa ke masa. Banyak orang pandai dan para penemu melakukan observasi, pembuktian dan penelitian demi menciptakan suatu teori beserta buktinya kepada khalayak ramai.

Sementara itu membaca tak hanya jadi hobi gagah-gagahan saja dimana seseorang akan merasa bangga kalau sudah membeli banyak buku. Namun ada segudang manfaat di dalamnya, seperti membuka pikiran mengenai opini. Pengarang buku selain memberikan informasi berdasarkan suatu sumber, mereka juga menanamkan opini pribadi di dalamnya. Dari situlah Anda akan belajar bagaimana menilai suatu pendapat dari beberapa buku. Selain itu mampu menjadikan kita sebagai pribadi bijaksana, menyadari jika manusia memang tak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan alam semesta. Dari proses membaca terjadi pemahaman pikiran, nalar dan bahkan mental. Semuanya berhubungan satu sama lain sehingga membuat pembacanya semakin paham tentang kehidupan.

Makin Tergerus Zaman dan Perkembangan Teknologi

Menurunnya minat baca generasi muda atau disebut juga dengan milineal Indonesia digolongkan sebagai krisis bangsa. Ada banyak akibat yang akan timbul, terutama negara tidak mampu bersaing dengan masyarakat modern lain secara internasional. Menjadi manusia cerdas bukan hanya masalah nilai seratus, peringkat pertama atau lulus cumlaud saja melainkan harus punya karakter baik serta bermoral. Dengan begitu segala ilmu dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar bermanfaat bagi orang di sekitarnya. (Baca juga: Membentengi Indonesia dengan Generasi Muda)

Salah satu cara adalah dengan membaca, segala macam buku atapun media yang mengandung informasi atau berita. Sayangnya kebiasaan turun menurun dari para pahlawan dan leluhur kita sudah tergerus oleh pesatnya perkembangan zaman, terlebih lagi adanya teknologi canggih sehingga minat baca hampir tidak ada lagi. Anak muda lebih senang menghabiskan waktu menatap layar smartphone, main games online, bercengkrama dengan teman lewat aplikasi chatting atau memamerkan kelebihan di sosial media. Sementara di luar sana generasi muda milik bangsa lain tengah sibuk mengumpulkan banyak bacaan baru tiap tahunnya dan saling berbagi informasi satu sama lain. Bagaimana, perlukah mulai sekarang kita sadar dan mengubah kebiasaan?

Mr Ben

Berawal dari mendirikan sebuah Lembaga Penyiaran Swasta, sejak saat itu visi terus berkembang | Pendiri dan CEO Fokus Media Group | cyberlabpro | itsme.id | SajaddahFM | SajaddahLive | PanuaFM | SorbanFM | Hidayah Bangsa Fondation | Penikmat Kopi Hitam |