iT’s me – Anda sudah berumah tangga? Masa pernikahan anda menyenangkan? Pernah mengalami kesulitan menghadapi situasi di dalam rumah anda? Apakah itu berkaitan dengan isti anda? Atau dengan anak anda? Hmmm.. pertanyaan ini memang bisa saja ditayakan kepada para suami-suami di seluruh dunia ini. Dan yang mungkin bisa menjadi pertimbangan, jangan pernah melupakan pesan orang bijak yang berkata, “Jangan meremehkan the power of emak-emak”.

Menikah dan memiliki istri yang baik, atau bahkan yang luar biasa, memang dambaan setiap pria. Cantik, bijak, dan penuh pengertian, tidak ada salahnya jika para pria mengharapkan semua ha itu dari istrinya. Akan tetapi jika dalam kenyataannya, tidak semua karakter itu bisa didapatkan oleh para suami? Malah mendapatkan yang judes, tidak cantik, cerewet, dan masih banyak lagi sisi negative yang lain. Kemudian, apakah kemudian para suami akan menyerah dengan keadaan itu?

Memang, sejauh yang saya alami, the power of emak-emak masih terlalu tangguh untuk bisa ditaklukkan oleh para suami. Bagaimana tidak, sebagai contoh jika kita berkendara di jalan raya, dengan sepeda motor atau mobil, kemudian didepan kita ada emak-emak lagi bawa sepeda motor matic, memberikan kode dengan lampu sen akan ke kanan, namun tiba-tiba si emak berbelok ke arah yang sebaliknya, pasti kita akan dongkol dong. Bukan hanya sampai disitu saja, ketika kita menyenggol motor si emak akibat salah berbelok, dan kemudian kita protes, pasti si emak akan langsung menggunakan senjata andalannya, yaitu mendahului kita marah-marah. Sakit kan?

Di pasar, ketika kita belanja. Terlihat si emak lagi berjalan menyusuri lorong pasar yang becek, mencoba mencari bahan makanan untuk dijadikan menu makan keluarga. Beberapa saat kemudian si emak menghampiri seorang bapak yang berjualan dan mencoba menawar jualannya. Si emak –pasti- akan memberikan penawaran harga yang sangat amat jauh dari harga yang diberikan oleh si bapak penjual, dan ketika tidak terjadi persetujuan, si emak akan berjalan menjauh dari si penjual. Alhasil, si bapak penjual, yang dagangannya belom laku dari subuh terpaksa mengiyakan penawaran si emak. Luar biasa kan? Si emak memang habit..

Pernah dengan ungkapan wanita selalu benar? Jika iya, selamat datang di dunia para suami yang seharusnya berserah saja. Berserah lho ya, bukan menyerah. Sebagai suami, kita bukan sedang berperang melawan istri lho.. berserah juga artinya ya dengan keadaan, dimana kita sebagai suami memang tidak bisa menang melawan emak-emak. Mau menasehati, malah kita yang kemudian dinasehati; kita mau marah, malah kita yang kena semprot; mau merajuk, malah kita yang rugi.. intinya para suami tidak akan pernah menang. Apalagi jika si emak sudah mengeluarkan senjata pamungkasnya. Ibarat main game, senjata pamungkas selalu yang paling akhir. Ya, menangis.. sudah deh, kalo si emak sudah menangis, sekali lagi saya ingatkan, berserah saja.

Sobat, senegatif apapun penilaian kita para suami mengenai istri atau si emak, dia tetap adalah sosok yang layak untuk kita hormati. Bukan hanya sekedar disayangi dan dicintai. Bukan hanya sekedar dipenuhi kebutuhan jasmani dan rohaninya. Akan tetapi karena memang wanita atau si emak, layak untuk mendapatkan semua kasih saying yang kita miliki.

Berserah, bukan karena kita sudah bosan dengan hubungan bersama istri, akan tetapi karena betapa besarnya rasa cinta dan kasih saying kita terhadapnya. Rasa cinta dan saying yang begitu besar akan membuat kita menjadi “malas” untuk berdebat ataupun bertengkar dengan si emak. Cintai dan sayangilah si emak-mu yang selalu ada disampingmu disaat susah maupun senang. Dunia belum berakhir dengan “ocehan” si emak yang terkadang menyesakkan dada. (DerielHD)



DerielHD

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media
DerielHD

Latest posts by DerielHD (see all)