Its My Family

Menjadi orang tua baru, betapa “Bahagianya”

oleh DerielHD

17 July 2018

Betapa bahagianya menjadi orang tua baru.. Ah, sejak 10 tahun yang lalu saya membayangkan bagaimana rasanya menjadi orang tua dari anak sendiri. Jika biasanya hanya menjadi ‘orang tua’ dari anak tetangga atau sahabat, pengen rasanya merasakan menjadi orang tua untuk anak sendiri.

Hingga akhirnya momen itu tiba beberapa waktu yang lalu, akhirnya apa yang kami rindukan sebagai sebuah rumah tangga, kekosongan yang sekian lama itu, akhirnya terisi dengan kehadiran seorang putri kecil yang sangat manis, hadiah dari Tuhan. Bahagia rasanya, tak terbayangkan. Ingin melompat setinggi-tingginya, tetapi tak bisa. Ingin teriak sekeras-kerasnya, tapi takut mengganggu tetangga. Rasa bahagia itu seakan tak terkatakan lagi coy!

baca juga : Bagaimana peran orang tua bisa membentuk kecerdasan emosi anak

Kehidupan yang berubah
Jika selama ini dirumah hanya ada saya dan istri, kini ketambahan anggota baru. Kecil, mungil, imut, paket lengkap pengisi kekosongan selama ini. Hidup kami mulai berubah, ada penyesuaian, penyesuaian tembahan yang harus kami ikuti. Terkadang harus bangun subuh karena si kecil menangis minta susu, menggendong ketika dia menangis karena mimpi buruk, mengutamakan kepentingan si kecil diatas kepentingan pribadi, dan beberapa penyesuaian yang lainnya. Kurang tidur mungkin menjadi salah satu perubahan yang paling utama yang dialami.

Doa dan harapan yang bertambah
Masih ingat tulisan saya beberapa waktu lalu mengenai bagaimana kami kehilangan kesempatan untuk merasakan bagaimana menjadi orang tua. Yang jelas, ketika apa yang kami doakan sudah dikabulkan Tuhan, ada peningkatan juga dalam berdoa dan berharap, terutama untuk kebutuhan si kecil dimasa yang akan datang. Sebagai orang tua, tentunya selalu mengharapkan dan mendoakan yang terbaik untuk anak-anaknya, dan itulah yang juga kami inginkan.

Ya, kehadiran si kecil seolah mengubah segalanya. Semua fokus kami dalam urusan rumah tangga akhirnya tertuju hanya kepadanya, tentu saja tetap memprioritaskan Tuhan sebagai sumber sukacita utama. Kami harus fokus memperhatikan setiap detail kebutuhannya. Kami harus belajar menterjemahkan bahasanya yang sederhana (menurut dirinya), kedalam bahasa kami yang sudah dewasa. Ya namanya juga anak-ana, bebasa saja dong mengekspresikan perasaannya.

Terkadang kami kebingungan karena tidak bisa membedakan yang mana tangisan lapar dan yang mana tangisan takut. Beberapa kali kami harus memberikan hal yang salah karena tidak sesuai dengan kebutuhannya. Gak gampang memang. terutama jika mengenai masalah cara mendidik yang baik dan benar. Tentunya, ini merupakan sebuah tanggung jawab yang tidak mudah namun juga tidak sulit. Kami tidak boleh salah dalam memberikan teladan atau asal-asalan dalam bertindak, karena hal kecil saja bisa langsung ditiru dan diikuti oleh sikecil. Petunjuk untuk menjadi orang tua yang baik sudah diberikan oleh Sang Khalik, Tuhan, melalui kitab-kitabNya. Tinggal bagaimana kita sebagai ummatNya mulai menggali dan memahami setiap makna yang terkandung dalam pengajaranNya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

baca juga : Beriman itu tidak dosa!

Tetapi itulah bahagianya menjadi orang tua dari anak sendiri. Jika yang dahulunya permasalahan kebutuhan anak menjadi tugas dari orang tuanya, saat ini, untuk anak kami sendiri, kami harus semangat untuk menyediakan semua hal yang dia perlukan, dan mulai mengesampingkan segala hal kebutuhan pribadi. Ternyata inilah yang dulu dirasakan oleh orang tua kita dimasa itu, ketika kita sedang bertumbuh dan sedang nakal-nakalnya.

Untuk semua orang tua luar biasa diluar sana, doakanlah kami, para orang tua yang masih belajar untuk menjadi lebih baik. Semoga kami bisa mencontoh segala teknik terbaik yang pernah kalian praktekkan, dan menjadi orang tua yang baik seperti mereka, meskipun tidak bisa sempurna, tetapi kami akan terus berusaha mengajar, mendidik, dan menjadi pelindung yang baik untuk anak-anak kami nantinya.

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis