iT’s me – Menikah adalah fase hidup yang ingin dilewati dan dirasakan oleh setiap manusia. Karena secara fitrahnya, setiap manusia memiliki rasa cinta, yang salah satu perwujudannya adalah memiliki ketertarikan terhadap lawan jenis. Setiap orang pasti ingin menikah. Karena itu adalah fitrah manusia, bagi kitayang Muslim, Menikah adlah slah satu Sunnah Rasulullah SAW. Setiap orang punya target menikah di usia tertentu, dengan tipe pasangan tertentu, dan konsep sesuai yang diimpikan. Pada akhirnya, semua orang ingin agar pernikahannya menjadi pernikahan yang Bahagia atau yang kita sering dengar Sakinah Mawaddah Warahmah.

[baca juga : Belajar dari tunanetra]

Setiap melihat temen, sodara, keluarga yang menikah, teringat kembali bagaimana perjuangan saya hingga bisa berdiri di pelaminan. Bukan sekedar proses sebelum pernikahan, bahkan saat mengarungi bahtera rumah tanggapun, masih harus terus berjuang. Berjuang agar biduk rumah tangga ini tertap kokoh meski banyak ujian. Untuk itulah saya memahami bahwa menikah itu berjuang bersama.

Suami dan istri adalah tim. Relasi yang terbentuk bukanlah hubungan antara atasan dan bawahan. Tapi hubungan persahabatan. Sehingga yang tumbuh di antara keduanya adalah rasa cinta dan kasih sayang, saling menolong, mensupport dan menasehati. Dengan ini maka terciptalah suasana yang harmonis. Masih tentang berjuang bersama, berawal dari seorang pria yang hendak menghalalkan wanita pilihannya. Pria berjuang mendapat restu dari bapak/wali sang wanita. Karena mereka sadar bahwa menikah adalah berjuang bersama, sang wanitapun membantu pria untuk meyakinkan orang tuanya, meringankan maharnya dan memudahkan prosesi pernikahanya. Saat telah menikahpun, meski dengan tugas dan fungsi berbeda yang dijalani, tak membuat masing-masing antara suami dan istri, kehilangan empati pada pasangan. Tak malu bagi suami membantu istrinya yang kewalahan dengan pekerjaan rumah tangga, membujuk sang anak yang rewel, mengganti popok anak ditengah malam, dan lain sebagainya. Sebagaimana seolah tak kehabisan energi, bagi istri yang membuatkan makanan fovorit suaminya di tengah segunung pekerjaan rumah tangga, menyiapkan pakaian suami yang hendak berangkat kerja, dan memijat punggung suami yang keletihan, bahkan meski hanya dengan senyum indah merekah menyambut suami saat pulang kerja. Inilah kerja tim, inilah perjuangan dalam pernikahan. Melewati setiap keadaan dan dinikmati bersama.

[baca juga : Kamu begitu berarti]

Meski banyak kriteria yang dipatok oleh seseorang dalam mendapatkan pasangan, yang pasti didambakan oleh setiap orang adalah kenyamanan. Tentram bersama orang yang telah kita pilih dan dipilihkan Allah untuk kita, merajut rumah tangga yang diridhoiya. Sebagaimana yang telah Allah firmankan dalam QS Ar Rum ayat 221 : “Dan di antara tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supa kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya di anatar kamu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”.

Sobat, berjuanglah untuk memperoleh cinta sejati. Mencintai orang yang dengan mencintainya membuatmu semakin mencintai Allah. syifa fikriyyah mumtaz