iT’s me – Pagi ini saya membaca sebuah tulisan kuno dari jaman yang dahulu sekali. Kalimatnya kira-kira seperti ini, “Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap berada dalam iman dan keyakinanmu. Periksalah dirimu sendiri! Tidakkah kamu tahu bahwa ruh Tuhan juga ada di dalam dirimu? Akan tetapi jika tidak ada, maka kamu gagal.” Saya butuh waktu lama untuk mengkaji hingga akhirnya saya mengerti bahwa terkadang kita perlu menguji diri kita sendiri untuk mengetahui sampai dimana batas kemampuan diri kita sendiri.

Seorang atlit misalnya, dia akan terus latihan dan memaksa dirinya sendiri untuk mencapai sesuatu yang sudah dia impikan dan tak jarang, atlit tersebut selalu menguji sampai dimana batas kemampuannya. Ketika dia berlari, dia akan terus berlari hingga batas dimana seluruh otot di tubuhnya akhirnya memberikan signal untuk berhenti dan beristirahat. Ketika dia mangangkat beban, dia akan terus mengangkat setiap beban yang diberikan hingga batas dimana dia tidak memiliki kekuatan lagi untuk mengangkatnya.

Bagaimana dengan hidup anda dan saya?

Dalam hidup saya juga seperti itu. Bukan hanya hidup saya sebenarnya, tapi hidup sobat juga. Mungkin kita pernah berpikir mengenai batas kemampuan kita kemudian akhirnya batas kemampuan itu menghantui pikiran kita siang dan malam, akhirnya kita berakhir pada batas tersebut. Sadar atau tidak, sebenarnya kita sedang membatasi diri kita sendiri dengan bahasa kasarnya, kita sedang berkata kepada diri sendiri bahwa kita tidak mampu untuk melakukan lebih. Apa iya?

Menguji diri sendiri bisa berarti kita sedang melatih diri kita sendiri untuk berbuat lebih dan tidak menjadi stagnan ataupun kemunduran. Menguji diri sendiri berarti kita membuka peluang untuk mendapatkan pemahaman baru yang bisa membuat diri kita menjadi berkembang. Dunia ini sedang bergerak maju, maka kita juga harus maju, dalam berpikir dan bertsikap. Tidak ada kata terlambat untuk “mengikuti” ujian yang penyelenggaranya diri kita sendiri.

Butuh pengorbanan

Benar, banyak hal yang pastinya menjadi korban. Waktu, tenaga, uang, bahkan mungkin kesehatan diri kita sendiri. Tapi saya yakin itu hanya sementara saja, ketika kita sudah berhasil melalui ujian itu, semuanya akan kembali normal dan baik-baik saja. Mungkin orang disekitar kita tidak bisa merasakan ataupun menyadari pengorbanan dan rasa sakit yang kita alami ketika mengijinkan dii kita diuji dan ditata kembali, hanya Sang Pembei hidup yang tahu, dan hanya dari padaNya saja kita akan beroleh kekuatan untuk menjalani semuanya.

Ujilah dirimu dan lihatlah apakah masih ada iman dalam hatimu untuk terus maju dan berbuat lebih, bagi dirimu dan orang-orang disekitarmu. (DerielHD)