Its My Life

Mengapa? Refleksi Pemuda yang Bersumpah

oleh DerielHD

28 October 2018

Sudah 90 tahun sejak Sumpah Pemuda pertama kali dikumandangkan. Seluruh Perwakilan Pemuda dari sabang sampai merauke datang, bersatu, dan meneriakkan sebuah sumpah yang hingga kini selalu dikenang bahkan menjadi hari yang sangat bersejarah bagi bangsa ini.

Semua pemuda, dari semua suku, bangsa, dan bahasa, mendeklarasikan diri sebagai benteng pertahanan dan pemersatu bangsa. Meninggalkan semua keinginan untuk menang sendiri dan menjadi yang terutama dari antara segala suku bangsa, meninggalkan kesombongan, tidak perduli dari latar belakang mana, seberapa tinggi tingkat pendidikan, semua bersatu untuk kebaikan bangsa ini.

Mengapa sumpah pemuda itu perlu? Apakah sumpah pemuda hanya sebuah sumpah yang ikut menghiasi kemerdekaan bangsa ini? Atau justru karena sumpah pemudalah maka bangsa ini bisa meraih kemerdekaan?

Bagaimana dengan perilaku pemuda masa kini? Apakah sudah benar-benar mencerminkan dan mengamalkan isi dari sumpah pemuda itu sendiri? Beberapa waktu yang lalu terjadi penyeroyokan oleh sekelompok supporter sepak bola yang mengakibatkan nyawa seorang pemuda melayang. Apakah sumpah pemuda mulai terlupakan?

“Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.”
Memang, pada masa itu semua pemuda bersatu untuk merebut kemerdekaan. Apakah persatuan pemuda masih terjaga hingga masa kini? Jika memang persatuan pemuda bangsa ini masih terus berlanjut, mengapa harus ada nyawa pemuda yang melayang hanya karena ada sekelompok orang yang terlalu fanatik mendukung klub sepakbola kesayangan mereka; mengapa harus ada tawuran dan bentrok antar sekolah, antar kampus; mengapa masih ada kelompok yang karena merasa agamanya paling benar kemudian mengkafir-kafirkan agama lain?

Coba iris tanganmu dan perhatikan warna darah dari pemuda yang kalian bunuh, apakah dia memiliki warna darah yang berbeda? Tingkah kalian semakin menjijikkan! Seburuk itukah dampak dari kebudayaan asing yang menjadi konsumsi kalian setiap hari? Apakah darah pemuda sebangsamu halal untuk engkau tumpahkan hanya karena kalian berbeda baju seragam?

baca juga : Selamat memperingati hari sumpah Pemuda!

“Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.”
Ya, pada masa itu semua pemuda bersatu. Kini? Apakah hanya karena ada kelompok yang lapar dan haus akan kekuasaan lalu kemudian rela menghina saudaranya sendiri dan menimbulkan perpecahan? Kalian perlu berbangga dengan kelompok kalian, saya setuju, tetapi apakah benar bahwa kalian sudah lebih baik dari mereka? Atau kalian sama aja dengan mereka? Kalian hanya ingin berkuasa saja.. jika sesama anak bangsa saja bisa berantem untuk memperebutkan kekuasaan, bagaimana penilaian bangsa lain terhadap kita? Bikin malu!

Dari mana datangnya semua perpecahan kalau bukan dari lisan kalian yang tidak terjaga. Mungkin kalian bukan berasal dari bangsa ini hingga lupa mengenai sumpah yang meyatakan bahwa kita memiliki bangsa yang satu, bangsa Indonesia. Mungkin kalian lahir di Timur tengah, lahir di Cina, lahir di Amerika, atau di Eropa. Sehingga kalian begitu bangga dengan mereka dan lupa dengan bangsa sendiri. Mendingan kalian ‘pulang’ ke tempat yang kalian sukai, mungkin disana kehidupan kalian akan lebih baik.

“Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.”
Coba tanyakan kepada diri kalian sendiri, seberapa fasih kalian dengan bahasa daerah kalian sendiri? Aceh, Batak, Jawa, Sunda, Toraja, Bugis, Minahasa, Bali, Rote, Maluku, Sangihe, Papua, semua adalah bagian dari bangsa ini. Semua memiliki bahasa suku yang berbeda. Namun jangan jadikan itu menjadi sebuah alasan untuk saling memaki dan menghujat antara satu daerah dengan daerah yang lainnya. Mengapa kalian tidak saling belajar aja? Suku aceh belajar bahasa Sunda, begitu seterusnya sehingga kalian bisa menemukan persamaan untuk persatuan bangsa ini.

Mengapa kalian harus saling mencemooh hanya karena kalian berbeda? Ada orang yang ke arab-araban, ada yang kebule-bulean, ada yang kecina-cinaan, kekorea-koreaan, hingga keasin-asinan. Sekali lagi, kalian begitu bangganya menggunakan budaya dan bahasa orang lain sehingga kalian lupa bersatu dan menggunakan bahasa kebanggan kita, bahasa Ibu dan Bahasa Indonesia.

Hey kalian, pemuda Indonesia! Kapan kalian akan puas saling mencemooh dan saling membenci? Buktikan kehebatan kalian bukan dengan saling menumpahkan darah pamuda yang berbeda, tetapi dengan menghasilkan karya hebat yang bisa dikenang oleh generasi penerus kalian nanti.

Bersumpahlah demi diri kalian dan demi bangsa ini bahwa kalian akan bersatu dan menghasilkan karya terbaik untuk mengharumkan nama Indonesia di mata Dunia!

Salam Sumpah Pemuda!!!

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis