Its My Faith

Menemukan Kembali Islam Inklusif

oleh Mr Ben

19 February 2018

iT’s me – Jujur saja, setiap mendengar peristiwa penyerangan rumah ibadah, aparat kepolisian, dan berbagai tindak teror lainnya, saya berharap bahwa nama yang diungkap sebagai pelaku bukanlah seorang yang beragama islam. Namun, lagi-lagi kadang harapan saya musnah karena faktanya memang pelakunya adalah kebanyakan seorang muslim. Tentunya ini bukan berarti menggeneralisasikan bahwa semua pelaku teror adalah sudah pasti seorang islam karena ada juga pelaku teror yang beragama lain.

Tentu masih jelas dalam ingatan kita beberapa peristiwa intoleran yang terjadi dalam beberapa pekan belakangan ini, diantaranya yang masih segar dalam sorotan media saat ini yakni penyerangan Gereja Lidwina di Bedog, Sleman. Sebelumnya, ada juga penganiayaan terhadap Ustaz Prawoto Komando Brigade PP Persis, Penganiayaan yang dialami KH Umar Basri pimpinan Ponpes Al-Hidayah Cicalengka, persekusi biksu di Tangerang, dan bakti sosial yang dibatalkan secara paksa di gereja Yogyakarta.

Pertanyaan yang paling mendasar adalah mengapa masih saja terjadi peristiwa intoleran seperti itu? Mengapa masih ada saja oknum di pemeluk agama ini yang tega mencedrai agamanya sendiri? Bukankah agama islam itu sendiri adalah agama toleran, agama penuh damai, agama yang rahmatanlilalamin, agama yang membawa rahmat bagi segala alam?

Memang tak bisa disangkal bahwa tindakan keji dan menyimpang seperti itu bukan lahir begitu saja dari niat pelakunya tapi dari pengajaran paham yang keliru oleh golongan tertentu yang memandang agamanya secara fundamental.

Secara umum kita mengenal tiga kenyataan sikap dalam pandangan beragama. Pertama, Pandangan Eksklusif yaitu sebuah pandangan bahwa tidak ada rahmat di luar agama tertentu. Hanya agamanya yang benar dan keselamatan hanya ada dalam agamanya, diluar dari itu tidak ada keselamatan. Kedua, pandangan Inklusif yaitu Sebuah pandangan bahwa rahmat selalu tersedia pada agama tertentu, namun jangkauan rahmatannya meluas sampai pada pemeluk agama lain pada berbagai tingkat yang beragam. Ketiga, Pandangan Pluralisme yaitu sebuah pandangan bahwa semua agama sahih dan benar.

Melalui tulisan ini, saya ingin mengeksplorasi Pandangan Inklusif, bukan Pluralisme, pandangan inklusif yang dibandingkan dengan pandangan eksklusif. Mari kita telusuri sekilas latar belakang perkembangan pandangan-pandangan tersebut dalam konteks agama-agama samawi.

Pertama: Latar Belakang pandangan Yahudi (Zaman Nabi Isa)
Pandangan Ekslusif: Pada suatu hari, yaitu hari Sabat, Isa dan para pengikut-Nya melewati ladang-ladang gandum. Karena merasa lapar, para pengikut-Nya memetik bulir-bulir gandum serta memakannya. Hal itu terlihat oleh orang-orang dari mazhab Farisi. Lalu kata mereka kepada-Nya, “Lihat, para pengikut-Mu berbuat sesuatu yang haram dilakukan pada hari Sabat.” Mat 12:1-2… “Mengapa para pengikut-Mu melanggar ajaran yang diwariskan para tua-tua terdahulu? Mereka tidak membasuh tangan ketika hendak makan.” Mat 15:1-2
Pandangan Inklusif: Lalu Isa bersabda lagi kepada mereka, “Hari Sabat dibuat untuk manusia, bukan manusia untuk hari Sabat.

“Karena dari hati keluar pikiran-pikiran yang jahat: Pembunuhan, percabulan, perzinaan, pencurian, saksi dusta, dan hujahan. Hal-hal itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang.”

Kedua: Latar Belakang Permulaan Pandangan Umat Kristen: 
Pandangan Ekslusif: “Kamu tahu, betapa kerasnya larangan bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka. Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir.  (Kitab Al Injil Surah Kisah Para Hawaariyuun 10:28)

Pandangan Inklusif: Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang” (Kitab Al Injil Surah Kisah Para Hawaariyuun 10:34)

Ketiga: Latar Belakang Permulaam pandangan Islam:
“Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Kristen, tetapi dialah seorang insan yang lurus, dalam keadaan muslim, dan dia tidaklah termasuk orang-orang musyrik” (Ali ‘Imran [3]:67).

Nabi Muhammad. SAW memiliki 2 ciri khas yaitu: pertama, Berusaha mempersatukan semua aliran dan mempersatukan pengikut- pengikut aliran-aliran yang ada kaitannya dengan Bani Israil dan Ahli Kitab. Kedua, Tidak membeda-bedakan pesan-pesan ilahi dalam Al Qur’an, At Taurat dan Az Zabur dan Al Injil. Kitab-kitab tersebut dianggap saling berkaitan dan saling terpadu.

Jika kita membaca Al-qur’an maka kita akan menemukan fakta menarik dari orang-orang pada zaman Nabi Muhammad sebagai berikut: Pertama,  orang-orang yang meyakini pewahyuan Nabi Muhammad menyebut diri mereka sebagai “Mu’min” yang artinya “orang-orang beriman,” bukan “Muslim.”  Kedua, Dalam Al Qur’an sendiri, kata “muslim” disebut 75 kali, sementara kata “mu’min” “Orang Beriman” disebut hampir 1,000 kali. Ketiga, Salah satu unsur penting dari pergerakan Mu’min adalah bahwa pergerakan tersebut tidak hanya mementingkan golongan. Pergerakan ini berdasarkan Rukun Iman

Berdasarkan latar belakang perkembangan sikap pandangan kehidupan beragama diatas, setiap keyakinan tauhid yang berakar pada Nabi Ibraham, yaitu Yahudi, Kristen dan Islam, sebenarnya terbentuk dengan ruh atau spirit  yang tidak mementingkan golongan. Namun setelah berabad-abad, tiap-tiap keyakinan tersebut berevolusi menjadi sebuah pandangan yang memandang dirinya sebagai satu-satunya yang memiliki kebenaran atau sikap eksklusif.

Olehnya, sebagai Islam, saatnya kita harus menemukan kembali spirit awal dari sikap pandangan beragama itu sendiri yaitu pandangan islam inklusif. Jika sikap pandangan inklusif ini kita kenakan, maka tentulah sikap intoleran dan berbagai tindakan penyerangan atau teror terhadap agama atau golongan lain pastilah tidak akan terjadi lagi. Saatnya kita menemukan kembali ruh islam awal itu yaitu islam inklusif

Mr Ben

Berawal dari mendirikan sebuah Lembaga Penyiaran Swasta, sejak saat itu visi terus berkembang | Pendiri dan CEO Fokus Media Group | cyberlabpro | itsme.id | SajaddahFM | SajaddahLive | PanuaFM | SorbanFM | Hidayah Bangsa Fondation | Seorang Penikmat Kopi Hitam |