Its My Life

Mendadak uninstal Aplikasi bukalapak?

oleh DerielHD

15 February 2019

Jagad media sosial dihebohkan dengan sebuah pernyataan dari CEO Bukalapak.com mengenai besarnya nilai R&D Indonesia yang menduduki peringkat ke 43, jauh dibawah negara-negara asia seperti Singapore dan Malaysia. Tapi bukan itu sebenarnya yang menjadi permasalahan. Permasalahannya adalah pernyataan si CEO mengenai ‘presiden baru’. Inilah yang membuat netizen yang memiliki tingkat kepo hingga ke sembilan realms.

Pernyataan mengenai ‘presiden baru’ langsung saja membuat netizen mencari tahu mengenai siapa sebenarnya si CEO ini dan apa yang selama ini menjadi cuitannya di twitter. Daaaan.. ya, terkuaklah bahwa si CEO, Achmad Zacky, sangat mengagumi cawapres Sandiaga Uno dan bahkan menganggapnya sebagai mentor dalam duna bisnis. Bukan hanya itu saja, netizen juga akhirnya membongkar latar belakan politik dari si CEO yang ternyata merupakan kader dari partai PKS.

Penulis sendiri masih mencoba mencari tahu sendiri apakah benar seperti yang dikatakan oleh netizen, atau hanya sekedar asumsi aja. Secara kasat mata sih ya, cuitan dari si CEO Bukalapak ini memang terdengar seperti kampanye ganti presiden yang tahun kemaren begitu luar biasa. Inilah yang memancing ‘kemarahan’ dari pendukung Capres 01. Si CEO langsung dicap sebagai orang yang tidak tahu berterima kasih. Peribahasanya, bagaikan anjing yang menggigit tangan yang memberinya makan. Secara langsung, memang bukan Pak Jokowi yang memberi dia makan, akan tetapi bukankah waktu Bukalapak ultah kemarin Pak Jokowi datang dan memberi sambutan disana? Bukannya Pak Jokowi juga sudah mengendorse Bukalapak?

Menurut penulis sih memang agak kurang etis jika si CEO memberikan cuitan semacam itu, yang secara jelas memperlihatkan disisi mana dia berdiri dalam dunia politik Indonesia. Banyak netizen yang mencibir dengan berkata bahwa sebagai pelaku bisnis kreatif, Pak CEO harusnya bisa netral dengan segala pernyataannya. Bahkan netizen mulai mengkampanyekan tagar #uninstalbukalapak. Hingga artikel ini ditutunkan, cuitan mengenai uninstal bukalapak sendiri sudah mencapai 58 ribu sekian kali. Mungkin bisa belajar sedikit ke Tokopedia, Gojek, atau Traveloka.

Berbeda pilihan politik sih silahkan aja, mau menjadikan siapapun sebagai mentor bisnis ya silahka, akan tetapi sebagai public figure dan pelaku bisnis kreatif, harusnya kita semua bisa lebih bijak dalam mengeluarkan pernyataan baik di media sosial maupun media mana saja. Benar bahwa Negara menjamin penuh hak setiap warga negaranya dalam berpendapat, sesuai dengan UUD 1945 Pasal 28E ayat (3). Akan tetai perlu dipertimbangkan bahwa asas netralitas harus tetap dijunjung tinggi mengingat kita sebagai pelaku usaha karena pelanggan kita berasal dari berbagai kalangan masyarakat.

Ragam masyarakat Indonesia sangat menentukan dan sangat menjamin akan keberhasilan usaha kita. Kita tidak bisa sukses berusaha jika hanya melayani satu kmunitas atau satu kelompok konsumen saja, perlu ada sosialisasi usaha ke kelompok atau komunitas lain, hingga usaha kita bisa berkembang.

Keberagaman pelanggan dan pelapak itu jugalah yang sudah mengangkat derajat dari Bukalapak hingga menjadi salah satu perusahaan startup yang ternama di asia, bahkan menduduki peringkat ke-4 se Indonesia. Semoga saja semua pelaku bisnis bisa semakin bijak dan makin netral dalam mengeluarkan pernyataannya ya.

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis