iT’s Me- Ketika kita mendiskusikan toleransi di era informasi yang terlalu over ini dimana masyarakat kebanyakan percaya pada informasi berdasarkan emosi bukan fakta , kita akan disuguhkan dengan pergeseran pemahaman toleransi yang sama sekali jauh dari makna toleransi itu sendiri yang umum sering kita jumpai adalah adanya anggapan jika toleransi adalah sebuah sikap yang diberikan oleh mayoritas untuk menjamin rasa aman minoritas tentunya hal ini adalah sebuah pergeseran makna yang jauh dari esensi nilai bangsa yang menjunjung tinggi persatuan diatas semua golongan bukan berdasarkan pada dikotomi mayoritas ataupun minoritas.

Mengacu pada Makna toleransi yang berarti kesediaan untuk menerima atau menoleransi, terutama pendapat atau perilaku yang mungkin tidak Anda setujui, atau bersikap sopan terhadap orang yang tidak menyukai Anda. Ini berarti menunjukkan rasa hormat terhadap ras, jenis kelamin, pendapat, agama dan ideologi orang lain atau kelompok, dan untuk mengagumi kualitas dan sisi baik dari orang lain. Dan untuk mengungkapkan sudut pandang seseorang dengan cara yang layak dan hormat sambil menghormati pemikiran orang lain.

Toleransi yang benar dapat ditunjukkan lewat banyak cara dan pada kesempatan yang berbeda dan pada waktu yang berbeda tanpa tersekat pada fanatisme ataupun egoisme kelompok . Seseorang mungkin sama sekali tidak setuju dengan orang lain mengenai masalah apapun, mulai dari agama hingga politik, sementara pada saat yang sama menghormati dan menghormati mereka dengan berbagai gagasan dan pendapat yang berbeda dan memperlakukan mereka dengan martabat dan kehormatan penuh, tanpa pernah sekalipun mengucapkan perkataan ataupun melalukan perbuatan yang mengusik kehormatan orang lain.

Toleransi diperlukan di semua bidang kehidupan, dan pada setiap tingkat dan di setiap tahap, karena memainkan peran penting untuk menciptakan kedamaian dan cinta, dari unit terkecil hingga unit masyarakat tertinggi, terlebih lagi hal ini sangat penting untuk menjadi persatuan dan kesatuan ditengah masyarakat indonesia yang sangat majemuk.

Toleransi tidak berarti bahwa hanya satu orang atau pihak yang menunjukkan toleransi dan yang lainnya tidak. Ketika beberapa orang tidak setuju dengan isu tertentu, mereka harus menganjurkan dan mengungkapkan pendapat mereka secara terhormat, dan kata-kata yang penuh kebencian dan provokatif tidak boleh digunakan. Toleransi harus ditunjukkan dari kedua sisi mengenai masalah, agar efektif.

Di sini, biarlah jelas bahwa menunjukkan rasa hormat dan toleransi terhadap pendapat orang lain tidak berarti Anda harus mengkompromikan prinsip Anda atau merangkul atau menerima gagasan orang lain. Ini hanya masalah hak asasi manusia.

Hak setiap manusia bahwa kepekaan dan sentimennya tidak boleh dilanggar dan disinggung harus diakui. Dan setiap manusia memiliki hak untuk memiliki pendapat dan mengungkapkannya namun tetap dalam kaidah-kaidah moral dan etis yang tidak merusak persatuan dan kesatuan .

Toleransi adalah landasan yang baik untuk membangun hubungan antar manusia. Ketika seseorang melihat pembantaian dan penderitaan yang disebabkan oleh intoleransi misalnya dalam konteks religius terhadap kelompok religius lainnya maka setiap manusia baik yang berasal dari agama tersebut maupun dari agama lainnya akan melihat itu sebagai perbuatan yang terpisah dari agama yang diyakini oleh kelompok tersebut karena sesungguhnya tidak ada agama yang mengajarkan tindakan intoleran, setiap agama justru mengajarkan umatnya untuk menilai terlebih dahulu sebelum menghakimi.

Tentunya Dalam konteks kehidupan beragama, Toleransi beragama tidak berarti seseorang tidak bisa mengekspresikan keyakinannya sendiri. Karena jika ini terjadi artinya kelompok atau orang tersebut sudah berusaha merongrong atau menyerang iman dan keyakinan agama lain yang selalu menjadi jalan pendek untuk menciptakan sebuah masalah.



Latest posts by arpan (see all)