itsme.id – Mark Zukerberg menciptakan facebook agar penggunanya dapat berkomunikasi positif dengan teman dan pengguna lainya melalui pesan pribadi atau umum dalam fitur obrolan. Namun sebagian pengguna sepertinya menyalah gunakan facebook dengan membagikan foto-foto atau video tidak senonoh dan konten-konten pembodohan bahkan sesat. Sangat di sayangkan karena gambar yang tidak senonoh itu memiliki respon yang cukup banyak, tidak mengerti apa yang ada dipikiran pengguna facebook lainya sehingga postingan tersebut di sukai hingga seratusan lebih pengguna.

Di facebook banyak sekali postingan-postingan tidak mendidik justru mendapat banyak respon, bahkan postingan-postingan negatif di anggap positif, sedangkan postingan positif di anggap negatif. Di sisi lain menyalahkan akun-akun tersebut tidak akan ada manfaatnya, karena akun pribadi adalah hak masing-masing. Sebagai pengguna facebook kita hanya perlu melaporkan postingan yang kita anggap negatif, seperti postingan ketelanjangan, kekerasan, pelecehan, bunuh diri atau melukai diri sendiri, spam, penjualan tidak resmi dan ujaran kebencian.

Tetapi tidak sedikit dari pengguna facebook justru larut dalam postingan-postingan yang harusnya di laporkan ke pihak facebook. Bahkan banyak yang ikut ramai, kembali lagi bahwa akun pribadi hak masing-masing. Ketidak pedulian kita tetang penyebaran informasi tidak berbobot justru membuka lebar tabir kebodohan pada generasi kekinian. Untung saja baru-baru ini Kementerian Komunikasi dan Infomatika baru saja mengadakan sebuah mesin pembasmi konten-konten negatif seharga Rp 194 miliyar, pengadaan mesin sensor semahal ini adalah bentuk keseriusan pemerintah dalam mencegah konten-konten negatif di indonesia.

Mesin sensor yang di beri nama “Ais” beroperasi per tanggal 3 januri 2018, mesin sensor “Ais” menyasar sembilan layanan yang bekerja sama dengan Kominfo. Di antaranya, Facebook, WhatsApp, Twitter, Line, Instagram, BBM, Telegram, Google dan Bigo. Pengoprasian mesin sensor “Ais” menelan dana sebesar 74 miliar. Adanya mesin ini, di harapkan konten-konten bermuatan negartif dapat tertangani dengan benar, serta dapat mengurangi tabir-tabr kebodohan yang meraja lela melalui media sosial.

Berharap informasi ini  juga dapat menjadi bahan acuan bagi pengelolah facebook itu sendiri dalam memilah dan milah informasi yang akan ter ekspos di media sosial. Sebagai pengguna facebook yang baik, ketika melihat gambar atau video tidak senonoh atau konten-konten pembodohan segera melaporkan ke pihak facebook atau langsung laporkan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika.