Its My Family

Memaknai Sebuah Kehilangan

oleh Mr Ben

23 May 2018

Tulisan ini untuk mengenang sebuah jalinan cinta yang telah menjadi sebuah cerita hidup, memaknai sebuah kehilangan menjadi sebuah kepenuhan hikmah. Mengenang satu tahun kepergian dia yang sangat dicintai, kembali pulang menghadap Sang Pemilik Hidup ini.

Tak terasa setahun telah kulewati tanpanya. Aku tahu apa rasanya terpuruk dan apa rasanya bangkit lagi. Harus ku akui, setiap hari adalah perjuangan bagiku tapi setidaknya aku masih melihat terang. Aku punya tiga anak yang menawan, tempat dimana aku pulang dan meneduhkan hati

Aku juga tahu ketiga anakku pun menjalani hari-hari mereka dengan penuh perjuangan. Berjuang melawan rasa rindu akan belaian kasih sayang sang mama. Tapi setidaknya mereka masih melihat terang. Masih ada diriku, sosok seorang ayah, tempat dimana mereka berlari dan menghangatkan hati yang rindu

Lebih dari itu, masih ada Allah. Ya, tanpa Dia, kami tak akan mampu menjalani hari-hari kami. Dia merasakan kami, Dia mengawasi kami, kami tahu Dia selalu ada untuk kami. Bahkan saat semua ini terasa begitu sakit, saat semua ini terasa begitu sulit. Bahkan saat semuanya terasa berantakan. Kami dapat berlari pada-Nya. Dia Kekasih jiwa kami, Penyembuh luka dan Penghibur duka kami. Kami tahu Dia ada dirumah kami. Dia nyata dan kami bisa mengandalkan-Nya. Kami tahu Dia tak pernah meninggalkan kami dalam kelemahan kami. Kami tahu, Dia selalu menenangkan hati kami. 

Dialah Kekuatan kami. Kami tahu bahwa Dia dapat mengatasi kami. Dari kami menarik nafas hingga menghembuskannya, Dia memperhatikan kami. Dia mendengar tangisan kami. Dia lah harapan kami, satu-satunya. Sungguh, cinta-Nya tak pernah bekesudahan.

Sebagai manusia biasa, ketika harapanku hilang, ketika rasa takutku begitu kuat, ketika rasa sakit itu begitu nyata, ketika rasa duka itu begitu sulit untuk disembuhkan, ketika imanku terguncang dan hatiku hancur serta kegembiraanku dicuri, aku tahu bahwa Dia dapat mengatasiku. Dia tak pernah meninggalkanku, Dia menggenggam setiap situasiku, Dia menenangkan segala badaiku bahkan Dia berjalan bersamaku melewati api. Aku percaya bahwa aku tidak akan pernah sendirian.

Walau aku sadar kesedihan dan air mata memang tak akan mengembalikan kematian, namun selama setahun ini, mengihklaskan kasih sayang dari seorang wanita yang sangat kucintai dan ibu yang begitu lembut buat anak-anakku, adalah hal tersulit yang Allah pernah ajarkan padaku. Memaknai sebuah kehilangan dengan penuh keikhlasan adalah sebuah perjuangan yang membutuhkan anugerah dan kekuatan dari Tuhan.

(Baca juga: Lanjutkan Hidupmu Suamiku)

Aku memang bukanlah suami yang baik selama enam belas tahun dirinya mendampingiku, namun dihari dimana ia dijemput pulang oleh Yang Maha Kuasa, tak sempat sepatah kalimat pun terucap selamat tinggal darinya, dia pergi begitu tiba-tiba sebelum aku menyadarinya, maka hal tersulit adalah bagaimana aku bisa dan harus mengucapkan selamat jalan padanya dihari dimana aku mengantarnya menuju tempat peristirahatan jasadnya yang terakhir didunia yang fana ini.

Namun selama setahun ini kenangan kisah cinta kami telah berubah menjadi sebuah cerita hidup yang mengajariku bagaimana melanjutkan hari-hariku kedepan bersama ketiga anakku. Kini aku benar-benar tau apa artinya kehilangan. Dan dari kehilangan ini aku belajar untuk bagaimana menghargai sebuah keberadaan, menghargai sebuah hubungan yang terjalin atas dasar cinta. 

Kehilangan ini mengajariku bagaimana aku menghargai keberadaan rumah, menghargai keberadaan sebuah keluarga, menghargai sosok seseorang yang kumiliki sebagai anugerah terindah dari Tuhan.

Cinta suci dan kesetiaannya pada diriku selama enam belas tahun mengajariku bagaimana aku harus memperlakukan cinta, bagaimana aku menaruh nilai yang begitu tinggi pada sebuah kesucian cinta dan bagaimana menjadi sosok seorang pria yang penuh cinta dan kasih sayang kedepannya.

(Baca juga: Pulanglah Sahabatku dan Peluklah Istrimu)

Hari ini, aku mengenang dirinya, mengenang cinta yang begitu hebat darinya. Dia akan selalu menjadi hadiah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku. Dia sosok istri yang selalu kubanggakan, tidak pernah mengeluh, selalu ikhlas dan setia bersamaku disaat aku berada di titik terendah hingga mengangkatku sampai kutegakkan kembali kepalaku.  

Dan kini aku memaknai kehilangan ini dengan penuh keihklasan, karena aku sadar, dirinya telah mengakhiri perlombaan yang baik yang diwajibkan untuknya didunia ini, ia telah mencapai garis akhir dan telah memelihara imannya. Kini dia berhak menerima mahkota kehidupan yang telah disiapkan untuknya oleh Sang Khalik, Pemilik hidup ini.
Selamat menempuh kehidupan barumu mama, salam berjuta cinta dari kami. Till we meet again **

Mr Ben

Berawal dari mendirikan sebuah Lembaga Penyiaran Swasta, sejak saat itu visi terus berkembang | Pendiri dan CEO Fokus Media Group | cyberlabpro | itsme.id | SajaddahFM | SajaddahLive | PanuaFM | SorbanFM | Hidayah Bangsa Fondation | Penikmat Kopi Hitam |