Its My Family

Mama.. Sahabatku Dahulu, Sekarang, dan Selamanya

oleh DerielHD

13 May 2019

iT’s me – Dalam hidup, memiliki perasaan cinta, dicintai, mencintai, adalah hal yang sangat didambakan semua orang. Tua, muda, kecil, besar, semuanya mendambakan akan perasaan cinta.. perasaan cinta yang tulus dari orang-orang terdekat. Kebahagiaan akan menjadi hal yang sangat mungkin didapatkan jika mencintai dan dicintai terjadi dengan begitu seimbang.

Dalam hidup, akan ada masa dimana kita wajib menunjukkan perasaan cinta kita kepada orang-orang disekitar kita. Dan akan ada masa dimana kita akan ditinggalkan dan diacuhkan. Tapi apakah kemudian kita akan menyerah dengan keadaan seperti itu? Apakah kemudian kita akan menjadi lemah dan menyerah? TIDAK! Kita tidak mungkin menyerah dengan keadaan seperti itu.

Pernah kupunya sahabat.. Bagiku, dia adalah sahabat terbaik yang pernah ada. Kami bermain bersama, tertawa bersama, susah senang kami lalui bersama. Semua terasa indah dan sangat membahagiakan. Meski usianya yang terpaut sangat jauh lebih tua dari diriku, namun aku selalu mendapatkan pengalaman terbaik setiap kali bersamanya.  Bagiku, dia adalah sahabat terbaik yang pernah ada. Tak pernah sedikitpun kulihat dirinya membenciku.. Senakal apapun diriku, sebodoh apapun diriku, sekotor apapun diriku, sahabatku akan selalu ada disampingku, menemani dan mendampingi dengan penuh cinta.

Perjalanan yang sangat indah kami lalui selama 7 tahun. Pindah dari satu kota ke kota yang lainnya, pindah dari satu sekolah ke sekolah lainnya, berhubungan dengan orang-orang baru. Semua kami lalui bersama. Pernah ada orang asing yang datang dan mencoba merampasnya dariku, menawarkan segala kemewahan,  kebahagiaan, perhatian, dan segala keindahan yang belum pernah dia dapatkan, akan tetapi itu tidak sedikitpun merubah rasa cintanya terhadapku. Dia selalu datang dan menemani ku disetiap saat dalam hidupku.

“Apakah kalian melihat sahabatku? Apakah kalian tahu ada dimana dirinya saat ini? Apakah dia baik-baik saja?”..

Pernah ada suatu masa ketika dia pergi meninggalkanku.. Menitipkan diriku di rumah kakek dan nenekku.. Dia pergi begitu lama. Pulang kampung, katanya. Hatiku sedih tak terkira, bagaikan kehilangan separuh dari nyawaku, aku lumpuh. Memang banyak teman-temanku yang selalu mengisi dan memberikan hiburan disaat kesedihanku, tetapi itu sama sekali belum cukup. Hingga tiba suatu hari, saat sebuah surat yang ditujukan kepadaku datang. Segera kubuka dan kubaca, Ya, benar dugaanku, surat itu datang dari sahabatku, orang yang selama ini sudah sangat kurindukan. Dia akan segera datang menjemputku. Seketika hatiku begitu gembira. Melonjak kegirangan karena akan segera bersatu lagi dengan sahabat terbaikku.

Hari itu kami memang bertemu.. saling melepas rindu.. aku manangis terharu, melihat wajahnya yang cantik, bagaikan malaikat yang turun untuk memberikan kesejukan dihati yang gundah gulana ini. Aku bahagia, dan aku pun yakin bahwa sahabtku merasakan hal yang sama. Ya, kami bersama-sama lagi. Dia datang membawa harapan baru bagiku. Sahabatku datang, betapa bahagianya aku..

Tetapi kebahagiaanku tidak berlangsung lama. Dia sakit… sahabatku sakit… kembali dia harus meninggalkanku untuk waktu yang cukup lama. Tak ada kabar darinya. Hari demi hari kunantikan, namun kabar itu tak kunjung datang. Kuhabiskan waktuku di kamarku, menunggu dan menunggu.. Namun, sekali lagi, kabar itu tidak pernah datang. Kutanyakan hal yang sama kepada setiap orang yang datang berkunjung ke rumah, “Apakah kalian melihat sahabatku? Apakah kalian tahu ada dimana dirinya saat ini? Apakah dia baik-baik saja?”.. namun tak satupun memberikan jawaban yang aku inginkan. Kesedihanku semakin menjadi-jadi.. Aku memiliki sahabat lain, adikku yang masih berusia 3 tahun, tetapi dia masih sangat kecil.. dialah yang seharusnya aku lindungi.. tidak seharusnya aku mencurahkan isi hatiku kepadanya..

Aku panik. Dimana sahabatku berada.. Apakah dia baik-baik saja?

…..

Sore itu aku duduk di teras rumahku, berusaha memudarkan perasaan rinduku kepada sahabatku. Ku duduk memandangi orang yang lewat didepan rumahku, walaupun ada sedikit perasaan berharap, jika saja sahabatku datang, aku ingin yang pertama menjumpainya. Namun tetap saja, sahabatku tak kunjung datang. Tiba-tiba, sebuah mobil berhenti di depan gerbang rumahku. Terlihat seseorang turun dari mobil itu, seseorang yang aku kenal, apakah sahabatku pulang? ahhh..ternyata tidak, itu tanteku yang datang dari kota. Kulihat ada sedikit senyuman diwajahnya, seperti merasa sedikit terhibur, aku datang menyambutnya. Aku senang, karena seperti biasanya tanteku datang membawakan kue kesukaanku.

Tetapi….

Belum sempat kunikmati kue kesukaanku, tanteku sudah menyuruh aku mandi, sementara dia mulai memasukkan bajuku kedalam sebuah koper. Akupun menurutinya.. tak butuh waktu lama, aku selesai mandi dan berpakaian rapih. Setelah pamit pada orang rumah, kamipun segera meluncur ke kota. Tak satu katapun keluar dari mulutku untuk bertanya kemana dia akan membawaku, namun akhrnya kudengar bahwa dia ingin membawaku menemui sahabatku. Benarkah?? Aku sangat senang! Aku melompat dan memberikan pelukan kepada tanteku.. Aku memeluknya erat karena kebahagiaanku. Namun sepintas, ada ekspresi sedih yang terlihat di senyumannya, aku tak menghiraukannya. Sepanjang perjalanan aku habiskan dengan memandangi pemandangan yang ada. 3 Jam perjalanan bukanah waktu yang singkat untukku, tetapi aku menikmatinya. Kamipun tiba.. rumah tanteku begitu sepi.. dalam benakku kubertanya, kemana semua orang pergi. Kutanyakan kepada tanteku, dan jawabannya bahwa semua sedang pergi …

“Meity, dia sudah datang”… Hey!!! itu nama sahabatku!!! mengapa kalian menyebutkan nama sahabatku? …..Apakah dia ada disini? …..di ruangan ini? jantungku berdegub kencang tak karuan.

Tak berapa lama, semuanya muncul… kulihat adikku datang dan memelukku.. kami banyak menghabiskan waktu bermain bersama, dan bersama semua sepupuku. Keesokan harinya, semua terasa begitu indah. Aku bahkan terbangun dengan perasaan yang sangat amat bahagia, karena hari ini aku akan bertemu dengan sahabatku. Ya..aku dan seisi rumahpun pergi, untuk menjumpai sahabatku. Bukan menuju sebuah rumah, akan tetapi ke sebuah Rumah Sakit… “Mengapa kita menuju kesini?” pertanyaan itu terlintas dibenakku. Ah, mungkin kami hendak menjenguk saudara yang sakit dulu, baru kemudian akan pergi menjumpai sahabatku… Aku tak memperdulikannya. Turun dari mobil, kulangkahkan kakiku dilorong rumah sakit yang sepi, dan aku tidak pernah suka dengan aroma rumah sakit yang selalu berbau obat. Tetapi tetap kulangkahkan kakiku dengan penuh semangat, karena aku akan segera bertemu dengan sagabatku.

Kami tiba di depann pintu sebuah ruangan… tertulis disitu, Ruang Gawat Darurat, banyak sekali perawat yang ada, beberapa pasien juga terlihat terbaring lemas tak berdaya di setiap ruangannya. Kamipun menuju ke sebuah ruangan yang berada paling ujung.. dan.. mengapa semua orang terburu-buru? mengapa tanteku kemudian terlihat begitu sedih? mengapa semua keluargaku terlihat begitu sedih? apakah hanya aku saja yang bahagia karena akan bertemu dengan sahabatku? Sekali lagi tek kuhiraukan perasaan itu… tiba disebuah ruangan besar dengan bau obat yang sangat menyengat, kulihat ada banyak orang berkerumun mengelilingi sebuah tempat tidur kecil untuk pasien. Sayup kudengar seseorang berkata, “Meity, dia sudah datang”… Hey!!! itu nama sahabatku!!! mengapa kalian menyebutkan nama sahabatku? …..Apakah dia ada disini? …..di ruangan ini? jantungku berdegub kencang tak karuan. Semua orang kemudian membukakan jalan bagiku menuju ke tempat tidur pasien itu…

Kakiku lemas… jantungku seperti berhenti sesaat.. dan tanpa sadar, air mata keluar dari mataku.. itu sahabatku! Ya, tak salah lagi, yang terbaring lemah tak berdaya adalah sahabatku. Kudengar semua berkata sahabatku sudah sangat menantikan kedatanganku, tetapi tak kuhiraukan lagi. Hatiku begitu sedih… apa yang terjadi dengan sahabatku?? aku mendekat, kuganggam tangannya yang oenuh dengan selang.. Banyak peralatan yang tak kupahami disana.. kupandangi wajahnya yang lemas seakan-akan tanpa keceriaan lagi.. kupeluk tubuhnya yang begitu kurus bagaikan ranting mati yang sebentar lagi membusuk dan lenyap.. namun, masih ada senyuman disana. Senyuman yang sama yang selalu kurindukan. Aku bertanya, dia tak menjawab.. tak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya, hanya senyuman manis yang ku tahu bahwa sahabatku melakukannya dengan penuh usaha karena menahan sakit dari penyakit yang dideritanya.

Terdengar suara nyanyian dan doa dari semua orang yang hadir saat itu, semua tampak sangat sedih, tetapi tak seperti kesedihan yang aku rasakan. Kurasakan sahabatku menggenggam tangaku begitu erat… terlihat air mata menetes di pipinya.. suaranya memanggilku untuk mendekat dan membisikkan kata yang membuat hatiku pilu tak terhingga.. “Jaga adikmu baik-baik ya… Mama sudah capek, mau tidur sebentar.. Mama mencintai kalian berdua..” Capek? tidur sebentar? aku hanya mengangguk sedih dan memeluknya erat… Sahabatku capek, dia ingin istirahat sebentar.. setidaknya itu yang dia katakan.

Tetapi dia tidak tidur sebentar.. dia pergi meninggalkanku selamanya. Mamaku, sahabatku, pergi meninggalkanku selamanya. Masih kugenggam tangannya yang lembut dan hangat.. masih kupeluk tubuh kurusnya.. tapi dia sudah tidak ada disitu. Aku juga mencintaimu mama, sahabtku.. kami semua mencintaimu, Aku dan adikku. aaahh..sahabatku kini pergi meninggalkanku selamanya, dengan siapa aku harus hidup? aku dan adikku? kepada siapa aku harus mengeluh dan bermanja-manja? Akankah kita akan berjumpa lagi?

Hari ini, adalah hari ulang tahunmu.. masih kuingat jelas setiap kejutan yang kami dapatkan dihari ulang tahunmu, meskipun dirimu yang berulang tahun, tetapi aku dan adikku, kamilah yang selalu mendapatkan kejutan. Kuyakin, dirimu sudah bahagia disana, sahabatku… Dirimu sudah bertemu dengan Sang Pencipta. Tak ada lagi kesusahan disana, tak perlu bangun pagi untuk membuat kue untuk dijual dari rumah ke rumah, tak perlu sedih memikirkan uang sekolah yang menunggak sekian bulan, tak perlu sedih dan risau dengan makanan apa yang akan dimakan hari ini. Ya, sahabatku, mamaku, sudah bahagia disana.. Tak kumiliki lagi fotomu, namun semua memori dan kenangan itu masih terimpan jelas didalam hatiku.. Setiap detil dari kenangan indah bersamamu, masih ada disini, dihatiku..

Selamat ulang tahun sahabatku, Selamat Hari Ibu.. jika suatu hari nanti kita berjumpa kembali, akan kupeluk erat dirimu dan tak akan kulepaskan lagi. Kiranya Sang Pencipta mendengarkan doaku ini dan mempertemukan kita semua kembali, suatu hari nanti. Selamat Ulang Tahun Sahabat terbaikku, mamaku… kami, anak-anakmu, akan selalu mencintai dan menyayangimu..

 

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis