Its NOT Me

Mahalnya nilai sebuah keberanian

oleh DerielHD

10 October 2018

Kasus kebohongan dari RS hingga saat ini masih menghebohkan. Bahkan beritanya kalah popular jika dibandingan dengan berita mengenai Gempa dan tsunami di Sulteng kemaren. RS memang begitu fenomenal. Sering terlihat selalu memberikan kritik pedas terhadap pemerintahan yang ada saat ini membuat namanya mendapat predikat jelek dimata hampir seluruh masyarakat Indonesia yang puas dengan kinerja pemerintah.

Publik akhirnya dibuat tercengan dengan kabar yang datang dari mulut RS sendiri yang menyatakan bahwa dirinya mendapatkan perlakuan kekerasan atau dianiaya oleh beberapa orang tak dikenal di parkiran bandara Bandung pada tanggal 21 September. Semua dihebohkan oleh pemberitaan tersebut, bahkan beberapa elit politik sudah mengadakan konfrensi pers dan menyatakan sikap mereka dalam membela si RS dengan kasus penganiayaan yang enimpanya.

baca juga : Manusia tanpa hati

Namun sayang, semua itu hanya fiksi belaka. Ternyata tidak ada yang namanya penganiayaan, bahkan RS tidak berada di Bandung, malainkan sedang menjalani oplas (operasi pelastik) di sebuah klinik di Jakarta. Berarti? Ya berarti itu hanyalah kisah boongan. Siapa aja yang tertipu? Ya hampir seluruh masyarakat Indonesia. Terutama dari kawan dekat RS sendiri. Mereka termakan kebohongan dari RS, hingga akhirnya hampir semua bisa saja terjerat dengan UU ITE mengenai penyebaran berita bohong alias HOAX.

Ada hal menarik dari peristiwa ini, dimana kita bisa lihat ada beberapa dari mereka yang kemudian katanya bersikap kesatria dengan meminta maaf langsung kepada public, ada juga yang melalui media sosial. Namun ya, yang namanya sebuah pelanggaran terhadap Undang-undang, semuanya harus diproses sesuai denga hukum yang berlaku. Lucunya ya, ada yang mangkir ketika dipanggil oleh ihak yang berwajib, ada yang hendak “melarikan diri”, ada juga yang mengundang ratusan pengacara dan alumni kampus jalanan untuk menemaninya menghadap pihak yang berwajib. Ah, berkaca dari keberanian si engkoh yang kemaren dengan gagah berani menghadapi kasus hukum yang dihadapinya, ternyata para manusia setengah dewa yang saat ini sedang galau karena katanya dibohongi RS belum bisa menandingi si engkoh. Kalo soal keberanian, si engkoh memang jagionya.

baca juga : Jangan membangnun generasi cemen!

Akhir-akhir ini memang sepertinya keberanian menjadi sebuah barang yang mahal. Sudah sangat langka. Sepertinya ada orang yang jika menyangkut kekurangan atau kesalahan orang lain mereka begitu garang bagaikan singa kelaparan, akan tetapi ketika mengenai kesalahan mereka sendiri, mereka bagaikan tikus basah yang memilih sembunyi dan berdiam diri sampai tubuhnya benar-benar kering. Kan koplak tuh namanya… hanya berani menjadi hakim atas kesalahan orang lain akan tetapi ketakutan dan marah ketika diri mereka yang hendak dihakimi.

Betapa mahalnya nilai sebuah keberanian hingga akhirnya harus meminta perlindungan di kawalan dari ratusan pengacara dan kelompok lainnya. Generasi penerus bangsa ini sudah kekurangan sosok yang bisa diteladani. Yang ada hanyalah contoh mengenai orang-orang yang dengan mudahnya saling menyalahkan dan melempar tanggung jawab, generasi muda kita disuguhi tayangan-tayang tidak berkualitas yang mempertontonkan keegoisan dan kebodohan, hingga akhirnya lahirlah orang-orang pengecut yang berlindung dibalik jubah kesucian agama bahkan politik yang seharusnya menjaga dan mempersatukan bangsa ini.

Sobat, mulalilah untuk memberanikan diri dan menghadapi konsekuensi dari perbuatanmu dengan mental kesatria. , Belajarlah untuk mulai bertanggung jawab. Apapun yang ada dibenak RS ketika mengakui kesalahannya dan siap untuk menerima konsekuensinya dan setidaknya RS berani untuk memberikan contoh.

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis