Its My Life

Lanjutkan Hidupmu Suamiku

oleh Mr Ben

12 January 2018

iT’s me – Ini adalah pertama kalinya aku kembali menulis diwebsite ini setelah sekian lama aku fakum dengan kondisi mentalku yang cukup terpuruk beberapa bulan terakhir. Ya, sejak kepergian almarhumah istriku yang begitu tiba-tiba, aku merasa duniaku seakan berhenti. Semua hal yang membuat diriku produktif tiba-tiba berhenti. Aku merasakan seakan kematian tidak hanya merenggut kehidupan almarhumah istriku tapi juga semua yang hidup dalam diriku. Aku memang terlihat hidup, bernafas dan menjalani kehidupan sebagaimana orang lainnya tapi sebenarnya semua sumber daya dalam diriku lumpuh. Aku hanya hidup dengan satu hal; meratapi diri atas sebuah kehilangan. Itulah fakta sebenarnya yang kujalani selama beberapa bulan terakhir.

Harus kuakui bahwa bukanlah hal mudah ketika aku berusaha bangkit menjalani hari-hariku kembali dengan rasa duka yang begitu mendalam atas kehilangan orang yang sangat aku cintai. Sebagai manusia biasa, aku kadang frustrasi dengan diriku, mengapa aku tidak secepat orang lain yang mudah bangkit sebagaimana nasihat-nasihat dari seluruh rekan kerjaku. Namun disisi lain aku sadar, ini adalah sebuah proses bagiku.

Ditengah rasa duka yang masih aku rasakan dan perasaan frustrasi atas diriku yang tidak mudah bangkit, aku kemudian dipertemukan dengan sebuah komunitas dimana kami saling berbagi, saling mendoakan dan menguatkan. Dalam komunitas ini, aku benar-benar disambut sebagai keluarga, komunitas yang tidak melihatku dari sisi produktivitas pekerjaan atau sisi keuntungan apapun, tapi bagaimana terus bertumbuh dalam iman, memiliki pengharapan dan hidup dalam cinta kasih yang tulus untuk melihat rencana Tuhan yang besar dalam kehidupanku dan anak-anakku.

Aku bersyukur kepada Tuhan, karena diawal tahun yang baru ini, aku mulai menemukan kembali kehidupan yang penuh dengan pengharapan bersama Tuhan. Aku mulai menemukan gairah hidupku kembali lagi.  Aku sadar bahwa, saatnya aku harus melanjutkan kehidupanku bersama anak-anakku karena Tuhan masih punya rencana dalam kehidupanku dan anak-anakku.

Ditulisan ini, aku bisa saja menulis begitu sangat panjang dengan membagikan proses-proses yang aku alami dan bagaimana aku bisa bangkit, namun mungkin di tulisan berikutnya. Namun sebelum kuakhiri tulisan singkat ini, kuingin memberitahu kalian para suami, bapak-bapak dan sahabat-sahabatku: Jika saat membaca tulisan ini kamu sedang berada dekat dengan pasanganmu, Peluk eratlah dia, kecuplah keningnya dan bilang I love You. Jika kamu sedang berada diluar rumah atau tak  bersamanya saat ini, kirimkan pesan singkat padanya, tanyakan kabarnya dan bilang I Love You. Belilah bunga saat kamu menuju pulang dan berikanlah kejutan padanya. Lakukanlah itu selagi kamu masih diberi kesempatan ada di sisinya saat ini. Maksudku, Lakukanlah itu setiap hari. Ya, setiap hari mulai saat ini!

Kamu tak pernah tau berapa banyak waktu yang kamu miliki untuk terus berada disisinya. Itulah yang kualami sahabatku. Dia kembali pulang menghadap Sang pemilik Hidup sebelum aku menyadarinya. Dia tak pernah bilang kalau akan pergi, dia juga tak pernah mengucapkan selamat tinggal. Dia pergi sebelum aku menyadarinya dan hanya Tuhan yang tau kenapa.

Diakhir tulisan ini, izinkan aku membagikan sebuah surat yang aku tulis sebagai ungkapan buat almarhumah istriku dan sebagai komitmen untuk bangkit melanjutkan kehidupan yang baru ditahun yang baru. Semoga tulisan ini memberikan sedikit inspirasi bagi semua yang membacanya khususnya bagi sahabat-sahabatku yang pernah atau sementara mengalami duka atas sebuah kehilangan.

Sampai Bertemu Kembali Disana….

Istriku, jantung hatiku, belahan jiwaku..
Aku tau kamu skarang tenang dan bahagia disana, menikmati kehidupan barumu, kehidupan abadi yang akan dituju oleh semua yang bernafas. Kehidupan dimana tak ada lagi duka nestapa

Hari ini aku ingin katakan kepada dunia, kepada siapapun bahwa aku sangat berterimakasih kepada Tuhan karna mengijinkanku memiliki dirimu selama 16 tahun. Aku begitu sangat beruntung memiliki cinta yang sempurna darimu. Kamulah wanita terindah yang aku peluk.

Hingga detik ini, aku terus berjuang melanjutkan hidup ini bersama tiga buah cinta yang kau berikan padaku. Dan jika kamu bisa melihat dari surga, tempatmu kini, lihatlah bahwa mereka terus bertumbuh dewasa dalam cinta.

Meski tertatih langkahku sejak kepergianmu yang begitu tiba-tiba, aku ingin kamu tau, aku tetap berjuang demi buah cinta kita. Itulah satu-satunya cara untuk berterimakasih pada cintamu untukku.

Harus kuakui begitu sulitnya kutegakkan kembali kepala ini, bangkit melawan rasa duka yang begitu mendalam atas kehilangan dirimu, menata kembali hati yang hancur berkeping-keping, namun aku tetap berjuang demi senyum ketiga buah cinta yang kau tinggalkan untukku.

Masih teringat jelas obrolan kita pagi itu di meja makan, beberapa jam sebelum dirimu pergi untuk selamanya, kau titipkan ketiga buah cinta kita untuk selalu kurawat dengan penuh cinta. Tak kusangka, itu adalah isyarat darimu untuk pergi, pulang menghadap Sang Pemilik cinta untuk selama-lamanya.

Cintaku…, kamu tak pernah bilang kalau kamu akan pergi. Kamu juga tak pernah mengucapkan selamat tinggal. Kamu pergi sebelum aku menyadarinya dan hanya Tuhan yang tau kenapa. Itu sangat menghancurkan hatiku – kehilangan dirimu. Namun kamu tidak pergi sendiri, sebagian dari diriku ikut bersamamu di hari dimana Tuhan menjemputmu pulang

Istriku…., Dalam hidup aku sangat mencintaimu, dalam kematian aku tetap mencintaimu. Dalam hati selalu ada cintamu….

Sayangku, saat aku menulis ini, aku tau kamu menatapku dari ‘rumah barumu’ dan berkata “senyumlah suamiku, bangkit dan lanjutkan hidup bersama anak-anak kita… aku menunggumu disurga, sampai bertemu disini”!!

Ya, sampai bertemu kembali disana belahan jiwaku. Aku hanya menunggu jemputan berikutnya tiba. [*** Suamimu: Ben]

 

Mr Ben

Berawal dari mendirikan sebuah Lembaga Penyiaran Swasta, sejak saat itu visi terus berkembang | Pendiri dan CEO dari beberapa media yang bersifat profit dan non profit | Cyberlabpro | iTsme | SajaddahFM | SajaddahLive | PanuaFM | SorbanFM | Seorang Coffee Addict