Perlu disebutkan di awal, tulisan ini tak ada hubungan dengan figur kanjeng Nabi sebagai idola dan panutan kita, umat Islam. Jika kita mempertanyakan beberapa aspek riwayat hidup beliau, hal itu semata-mata dari sudut pandang sejarah dan tak mengurangi keagungan Nabi. Apakah anasir tulisan ini benar atau tidak, Nabi Muhammad tetap merupakan sumber inspirasi dan teladan kaum Muslim. Tak ada keraguan soal itu.

iT’s me – Saya lahir di sebuah kampung di Madura. Kedua orangtua sangat yakin bahwa saya lahir di pagi hari Kamis. Yang mereka tidak tahu, apalagi yakin, ialah tanggal berapa saya lahir. Ketika ditanya untuk kebutuhan sekolah, kedua orangtua saya mengatakan pernah menulis tanggal lahir di pintu rumah yang, sayangnya, sudah lama terhapus. Jadi, tanggal yang sekarang tertera di paspor sebenarnya dibuat oleh guru saya di SD dulu.

Kisah nyata ini terjadi di abad ke-20 di Indonesia yang sudah tersedia segala peralatan untuk mencatat. Bayangkan kelahiran Nabi Muhammad di suatu daerah terpencil di jarizah Arabia abad ke-6 di mana tak ada kertas atau bahan lain untuk mencatat. Masyarakat Arabia saat itu juga tidak terbiasa menulis. Seberapa yakinkah kita bahwa Nabi lahir pada 12 Rabi’ul Awal? Sumber-sumber Muslim awal tidak menyebut tahun berapa Nabi lahir, kecuali sebutan “tahun gajah”, merujuk pada peristiwa penyerangan tentara Abrahah dari Yaman ke kota Mekkah.

Pertanyaan “seberapa yakinkah” perlu dicarikan jawabannya dari kitab-kitab sejarah. Persoalannya, kita tak punya kitab-kitab sejarah yang bisa memberikan jawaban meyakinkan kapan Nabi Muhammad lahir karena ditulis jauh belakangan dari peristiwa yang hendak direkamnya.

Kitab biografi Nabi paling awal yang sampai kepada kita sekarang ditulis oleh Ibnu Ishaq (w. 767), yang hidup lebih dari seratus tahun setelah Nabi wafat. Kitab Ibnu Ishaq itu pun tidak bisa dilacak pada karyanya langsung, melainkan hasil suntingan Ibnu Hisyam (w. 834) yang hidup di awal abad ke-9. Dalam kajian kritik historis, kitab Ibnu Ishaq itu tidak lulus tes paling dasar sebagai sumber sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.

Sebagai renungan maulid Nabi, tulisan ini hendak menyingkap berbagai persoalan dalam biografi Nabi Muhammad, sebagaimana dinarasikan kitab-kitab Muslim tradisional.

Kronologi Hidup Nabi dan Problemnya
Perlu disebutkan di awal, tulisan ini tak ada hubungan dengan figur kanjeng Nabi sebagai idola dan panutan kita, umat Islam. Jika kita mempertanyakan beberapa aspek riwayat hidup beliau, hal itu semata-mata dari sudut pandang sejarah dan tak mengurangi keagungan Nabi. Apakah anasir tulisan ini benar atau tidak, Nabi Muhammad tetap merupakan sumber inspirasi dan teladan kaum Muslim. Tak ada keraguan soal itu.

Dalam sumber-sumber Muslim tradisional, Nabi digambarkan lahir pada 12 Rabi’ul awal tahun gajah, bertepatan dengan tahun 570 M. Beliau menerima wahyu pada usia 40 tahun. Setelah tiga belas tahun berdakwah di Mekkah, Nabi hijrah ke Madinah (sebelumnya disebut Yatsrib). Setelah sukses dalam dakwahnya di Madinah selama sepuluh tahun, beliau meninggal pada 632 dalam usia 63 tahun.

Dalam kisah detail biografi Nabi Muhammad memang terdapat perbedaan pendapat. Tetapi, garis besar atau kronologi di atas disepakati. Namun, dari sudut pandang sejarah, kronologi di atas pun sebenarnya bermasalah.

Karena keterbatasan ruang, tulisan ini akan fokus pada soal kelahiran Nabi. Benarkah Nabi lahir pada tahun gajah? Kapan tahun gajah itu terjadi? Sebagaimana disebutkan di atas, penyebutan “tahun gajah” merujuk pada peristiwa penyerangan tentara Abrahah ke kota Mekkah untuk menghancurkan Ka’bah. Dalam literatur Muslim tradisional, peristiwa itu dikaitkan dengan al-Qur’an surat al-Fil (surat gajah).



Mun'im Sirry

Mun'im Sirry

Assistant Professor di Fakultas Teologi Universitas Notre Dame, USA. Tiga karyanya: "Polemik Kitab Suci: Tafsir Reformis Atas Kritik Al-Quran Terhadap Agama Lain" (Gramedia, 2013), "Kontroversi Islam Awal: Antara Mazhab Tradisionalis dan Revisionis" (Mizan, 2015), dan "Scriptural Polemics: The Qur’an and Other Religions" (Oxford University Press, 2014).
Mun'im Sirry