itsme.id- Selalu saja kita tidak konsisten dengan apa yang kita ucapkan, dalam kehidupan sehari hari banyak ucapan yang hari ini lain, kemarin lain, besok juga lain. Bicara dengan yang itu lain, yang sana lain, dengan yang ono juga lain. Misalnya, barang  yang sudah di berikan ke saudara kita, tapi masih merasa kalau itu milik pribadi. Ketika melihat ada sesuatu yang mengganjal dengan barang itu, kita mulai merasa bagimana gitu. Hal semacam ini banyak membuat hubungan, saudara, teman bahkan atas jadi renggang!

Disatu sisi kita ingin saudara melihat dan mencontoh, dalam segala hal. Karena merasa memang  layak dicontoh. Sampai kadang  mulai muak juga “kok orang ini tidak berubah-berubah, sudah dinasehati” . Tapi coba bayangkan berada di posisi mereka, akhirnya kita akan tahu kenapa orang lain tidak menjadi seperti yang kita harapkan dan inginkan.

Ternyata ketika berada di posisi orang lain, kita akan melihat banyak sekali kata-kata saya tidak konsisten, dan jauh dari apa yang seharsunya mereka lihat. Karena mereka melihat fakta dan kenyataan, mereka bisa menilai apakah yang kita bicarakan selama ini bisa kita pertanggungjawabkan. Kalau sudah begitu apa yang harus di lakukan? Beruntung di depan kita mereka tidak bilang “Kalau bicara yang konsisten boss”. Kalau sampai mereka berani, malunya tuh banget!

Dengan mudah melupakan apa yang sudah kita bicarakan ke orang lain, begitu mudah melupakan apa yang sudah kita beri kepada orang lain, kemudian merasa yang paling benar sehingga semua orang harus mendengar dan mengikuti kita. Hal semacam Ini bisa terjadi kepada saudara, teman, atasan bahkan orangtua dan sering dilakukan oleh “politisi” kepada rakyatnya. Sudah jelas-jelas salah, masih saja merasa benar.

Sangat baik untuk kembali mempertajam memori pikiran kita agar dapat mengingat apa yang sudah kita ucapkan, supaya kita memang bicara yang benara danya. Hilangkan bahasa-bahasa pembelaan diri seperti, “Bukan begitu  maksud saya, masa’ kita…..”. Sebenarnya  itu hanya alasan agar tidak terkesan bodoh di hadapan orang banyak. Jangan mengulang kesalahan yang sama, kalau tidak ingin mempermalukan diri sendiri!