Its My Faith

Kitab, Bacaan, dan Akhlak Santri

oleh DerielHD

5 August 2019

Kitab yang berkembang di pesantren adalah kitab karangan para tokoh agama terkemuka terdahulu seperti Imam Syafi’i, Imam Gozali, Syekh Nawawi, Syekh Azzar Nuji, dan penulis kitab lainnya. Dalam kitabnya, beliau menuliskan cara mengenalkan ajaran Islam melalui tulisan, mengajari apa yang harus dimuliakan di dunia ini dan lain sebagainya.

Banyaknya kitab yang berkembang di pesantren, cukup banyak pula apa yang dibahas dan dikaji dalam kitab-kitab tersebut. Sebagai contoh, ada salah satu kitab yang cukup populer di pesantren. Kitab tersebut adalah kitab Ta’limul Muta’alim yang dikarang oleh Syekh Azzar Nuji. Ini adalah salah satu kitab dari banyaknya kitab yang telah dikarang beliau.

Isi yang ada dalam kitab Ta’limul Muta’alim mampu membuat seseorang yang mempelajarinya terbawa suasana dan penuh dengan penghayatan. Dimana isinya menerangkan suatu kemuliaan terhadap ilmu dan pentingnyatakzim (hormat) dengan guru. Sungguh menarik jika dibahasdipelajari, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Jika melihat kembali kesadaran dan kepatuhan generasi saat ini, sangat jauh dengan apa yang telah diajarkan oleh agamaArti penting menghormati guru dan memuliakan ilmu belum ada dalam pribadi sebagian besar generasi saat ini. Beda halnya jika mereka telah mendapat pendidikan karakter yang bermutu dan sikap disiplin yang tinggi seperti halnya pendidikan di pesantren.

Pendidikan pesantren telah mengantisipasi bahkan mencegah hal-hal yang tidak diingkan terjadi pada santri dengan memberikan pendidikan karakter. Pendidikan karakter yang diberikan pun tidak sembarang dan asal-asalan, karena telah ada sistem khusus di pesantren yang membuat pembelajaran semakin terarah.

Penyelenggaraan pendidikan karakter di pesantren betul-betul diperhatikan secara maksimal dan didukung dengan kegiatan pembelajaran yang berlangsung hampir 24 jam. Bukan hanya teori yang diberikan tetapi juga implementasi langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Teori yang diambil dan dijadikan pedoman pun tidak sembarangan, tetapi teori yang ditulis oleh ulama’ hebat zaman dahulu yang pastinya berdasarkan Al-qur’an dan Hadits. Teori dalam kitab-kitab klasik inilah yang senantiasa dikaji dan diterapkan dalam pondok pesantren. Hal ini menjadikan pondok pesantren sebagai tempat mencetak generasi berbudi pekerti. Yaitu generasi yang diharapkan menjadi agen pembawa perdamaian dengan akhlaqul karimah.

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis